
"Jadi apa kita akan mbiarkan dia mengikuti persaingan ini bukankah sampe sekarang Lili sangat sulit mbuka hatinya,tapi lihatlah sekarang saingan kita berat karena Lili sangat dekat dengan orang itu ucap Daniel"
"Berhenti membuat masalah,kita sudah berjanji bersaing secara adil biarkan dia ikut bersaing karena pada akhirnya pun keputusan ada di tangan Lili ucap Brian"
'!!Ya itu ,benar tapi entah bagaimana aku merasa kita semakin tidak memiliki kesempatan mendapatkan Lili ucap Alex.'
'Apa ketiga Tuan Muda Wijaya,sedang gelisah akan kedatangan saingan baru ah ada satu hal yang harus kalian ketahui ucap Andreas'
Ketiga Tuan muda itu pun menoleh menatap Andre.
'Niko adalah orang yang di cintai Lili, dan letika dia bekerja sebagai OG para perempuan di Wijaya Grup sudah tau tentang itu dan setauku Niko pun mencintai Lili sudah sejak lama namun belum tersampaikan dan menurut beberapa karyawan Lili sering jalan bersama Niko jadi kalian bertiga harus benar-benar berusaha bila Niko adalah saingan baru Para Tuan muda maka kalian bertiga harus bersiap terluka ucap Andre.'
'Sungguh menyebalkan bila itu yang terjadi maka kita takkan bisa bahkan usaha kita sia-sia.'
Seminggu Kemudian..
Tuan muda Wijaya Grup datang ke perusahaan Wijaya Grup dan itu menjadi pemandangan yang mampu mbuat Para Karyawati berteriak histeris.
Ketiga tuan muda membawa mobil masing-masing mereka nampak mengawal mobil berwarna biru.
'EH apa kalian lihat itu adalah Para Tuan Muda Wijaya grup ucap salah satu Karyawati pada teman-teman yang memang sedang berada di loby perusahaan karena jam masukasih setengah jam lagi.'
'Setelah sekian lama akhirnya pewaris Wijaya Grup bisa datang karena sudah hampir beberapa bulan mereka jarang datang ucap Shinta karyawan yang selalu memakai pakaian kurang bahan.'
'Eh tunggu kenapa mereka ga langsung masuk,sepertinya menunggu seseorang turun dari mobil biru itu ucap Dian yang juga satu ruangan dengan Niko.'
Semua karyawan nampak kebingungan siapa orang yang bisa membuat Tuan Muda Wijaya grup rela panas-panasan.
'Ayo turun apa kau gugup ucap Niko?'
'Ya begitulah ,rasanya sangat aneh aku yang seorang OG bisa turun dari mobil ini,rasanya ketika identitasku terbuka aku akan mendapatkan masalah ucap Lili.'
'Tenanglah bukankah ada ketiga Tuan Muda Wijaya dan ingat juga ada aku yang selalu disisimu ucap Niko'
__ADS_1
'Niko pun turun dari mobil biru itu dan membukakan pintu untik Lili.'
'OMG,bukanya itu si OG sok cantik yang dulu sering di mintai kopi oleh Pak CeO ucap Dian'
'Bemar,dan itu adalah Niko mengapa OG itu bisa bersama Ketiga Tuan Muda Wijaya ucap Shinta.'
'Lili nampak berjalan di tengah -tengah dengan di kelilingi Niko,Alex,Brian,Daniel dan Andreas.'
'Bagaimana OG itu bisa berada di tengah-tengah Para Pria kaya itu ucap Shinta.'
'Apa ini siapa sebenarnya OG itu dan Pakaian yang di kenakan pun hanya ada satu di dunia dan itu adalah merek terkenal dan harga baju itu tidak main-main ucap Dian'
Selamat Pagi Pak Alex ucap resepsionis yang ada di lobby.
'Pagi ucal Alex.'
Banyak tanda tanya yang ada di setiap karyawan dan Karyawati Wijaya Grup bagaimana seorang OG bisa bersama para Penerus Wijaya Grup.
'Ah ,lihatlah pemandangan ini sangat mengganggu ucap Lili Pada Niko,yang berada tepat di sebelahnya.'
'Itu yang mbuatku merasa terbebani, dulu ketika alu sebagai OG perhatian seperti ini tidak ada dan itu membuatku tenang tapi lihatlah sekarang aku seprti akan di terkam oleh para Karyawati Wijaya Grup ini.
Mengapa bukan Ka Alex aja yang menjadi perwakilan mengapa harus aku bahkan kuliah pun aku belum lulus ucap Lili menggerutu.'
'Andre persiap kan rapat umum bagi Semua Karyawan ,Wijaya Grup ini adalah kerjasama yang penting ucap Alex.'
'Ah mengapa jadi seperti ini sungguh menyebalkan ucap Lili kesal ketika masuk keruangan Alex.'
'Apa yang membuatmu keberatan sayang ucap Alex.'
'Berhenti manggilku sayang aku belum memutuskan ucap Lili jengkel.'
'Hahaha,apa kau terlalu PD Kak Alex Lili belum memutuskan ucap Brian.'
__ADS_1
'Apa yang di katakan Kak Brian benar,sudah sana persiapkan rapat aku sangat membenci panggilan itu ucap Lili.'
'Apa ?'
'Jangan membenci nya ,ingatlah bibirmu ucapan Alex terhenti ketika Lili melemparkan tas yang dia pakai.-'
'Diam,pergi sana,dasar lelaki kurang ajar ,cowo dingin ,ngeselin,rese ucap Lili.'
'Bisakah Kalian ,tidak berkelahi ucap Daniel'
'Apa selama kalian pergi berlibur kalian selalu berkelahi ucap Brian.'
'Ya gimana coba dari pertama masuk dan jadi CEO dia itu orang yang paling menyebalkan ,kalian tau ga pertama dia jadi CEO minta di buatkan kopi namun selalu dia tolak kurang manis lah,kemanisan lah,hambar lah itu harus mbuatku bulak-balik bahkan aku harus mbuatnya di pantry karyawan dan itu sangat menyebalkan ucap Lili Panjang lebar.'
'Alex terbiasa dengan ocehan Lili,namun akibat lemparan tas Lili itu sukses membuat kepala Alex benjol.'
ANDRE pun masuk keruangan..
'Lex semua akan beres dalam satu jam setiap bagian sedabg mempersiapkan bahan dan pekerjaan yang akan di bahas ucap Andre'
'Entah mengapa aku merasakan kegiatan ini akan sangat melelahkan ucap Lili.'
'Permisi ucap Niko ,...'
" Masuklah,ucal Alex."
Dia mang tidak terlalu memgenal suara itu namun Lili segera bergegas menuju pintu.
'Ah,makasih ya Kak Niko ini memang kesukaan ku ucap Lili tanpa sadar memeluk Niko di dalam ruangan itu sembari tersenyum dengan sangat manis.
Hemm ketiga Tuan muda Wijaya serempak berdehem.
Namun Lili masa bodo..
__ADS_1
Jangan Lupa Like dan Tambah Favorit.
Mampir ke karyaku yang lain.