
Haii buat pembaca setia Pembantu Canduku Author minta maaf buat Cerita Pembantu Canduku Author nggak bisa lanjutin🥺 tapi kalian tenang aja kok. Author udah bikin cerita baru walaupun beda dengan kisah sebelumnya Tap----Tapi Insyaallah ceritanya bakal sama kok walaupun ada yang sedikit berbeda tapi konfliknya tetap sama🙏 semuanya ada alasan jadi silahkan mampir kembali ke sini baca cerita baru saya yang insyaallah nggak mengecewakan 🙏
Sekitar jam 21.39 seorang gadis, tengah berdiri di tepi jembatan.
"AKU MAU MATI AJA!"
Dia merentangkan kedua tangannya, dia memakai kebaya putih yang terlihat acak-acakan, kotor. Serta ada beberapa bagian yang sobek.
Gadis itu menangis tersedu-sedu meratapi nasibnya. Harusnya malam ini adalah malam istimewa baginya, tapi kenapa malam ini malah menjadi malam paling buruk untuknya. Dosa apa yang sudah dia perbuat Tuhan? Sampai kau memberikannya mimpi seburuk ini dalam hidupnya.
Siang tadi harusnya menjadi momen paling sakral dalam kehidupan gadis tersebut, tapi tiba-tiba ... orang yang dia nantikan untuk mengucapkan sebuah kalimat yang semua wanita dambakan tidak datang.
Bahkan yang membuatnya sedih, laki-laki si4lan itu pergi ke keluar negeri dan menikah di sana dengan orang lain.
Satu hari kemarin dia masih baik-baik saja, berkomunikasi dengan baik. Tidak menunjukkan adanya sebuah konspirasi, apakah hubungan mereka selama ini hanya sebuah kepentingan sebelah pihak saja? Apakah hanya gadis itu yang mencintai dan menjalin hubungan dengan serius?
Benar kata orang, dalam melakukan sesuatu tidak boleh berlebihan. Begitu juga mencintai seseorang. Tidak boleh berlebihan, karena ketika kau kecewa dengan cinta itu. Maka, kau akan menjadi orang yang paling hancur.
Apakah dia salah karena terlalu mencintainya? Tidak! Dia tidak bersalah, lalu akan ke mana takdir membawanya sekarang? Apakah hidupnya hanya akan berakhir dengan bvnuh diri?
"Aku hancur, aku rapuh. Kenapa mimpi buruk ini bisa hadir di kehidupan nyataku? Aku berharap ini hanya sebuah mimpi, tapi kenyataannya ini nyata," ujarnya lirih. Menatap aliran air yang cukup deras di bawah sana.
Sejak siang tadi, dia terus berharap ini hanya sebuah mimpi. Dan ketika dia terbangun dia mengucapkan 'Huft! Untung hanya mimpi' tapi kenyataannya ini bukanlah mimpi alam bawah sadar.
Seorang pria menghentikan laju motornya saat melihat gadis itu berdiri di atas jembatan hendak melompat.
"Astaga! Tuh, cewek ngapain berdiri di atas jembatan?"
Pria itu segera turun dari motornya, dia berjalan menghampiri gadis tersebut.
Gadis itu bersiap untuk melompat.
"Aku gak mau menjalani mimpi buruk ini ...."
__ADS_1
Gadis itu mulai hendak melompat ....
Hap!
"Eh, neng. Kalau mau bunuh diri jangan di sini! Minum racun aja, nanti kalo mati di sini Eneng gentayangan lagi!" kesal sang pria, gadis itu hanya menatap pria yang mengomel sambil menggendongnya.
Pria itu menurunkan gadis itu dari gendongannya. "Kamu kenapa?" tanyanya saat melihat kondisi sang gadis yang memprihatinkan.
Gadis itu tanpa menjawab langsung menangis. "Aduh, jangan nangis dong! Nanti aku dikira ngapa-ngapain kamu lagi. Plus penampilan kamu kaya orang abis di ...." pria itu tak berani meneruskan ucapannya, dia melepaskan jaket jeans-nya dan memakaikan ke sang gadis.
"Sini duduk!" pria itu menuntun sang gadis untuk duduk di tepi jalan.
"Kamu ada masalah apa sampai mau bunuh diri gitu? Emang kamu pikir hidup kamu itu murah? Mahal. Jangan ngelakuin hal bodoh kaya tadi, untung aku lewat kalau enggak kamu pasti udah jadi si cantik hantu jembatan goyang." guraunya.
Sang gadis tertawa kecil. "Gitu dong ketawa, kamu kenapa. Sih? Ini udah malam loh."
"Aku gagal nikah," lirihnya.
"Calon suamiku pergi keluar negeri, dia gak datang pas acara nikahan kita. Ternyata dia nikah di sana sama orang lain ... dan orang lain itu, adalah kakakku sendiri. KELUARGAKU TAHU TENTANG ITU, TAPI GAK ADA YANG NGASIH TAU AKU KEBENARANNYA, mereka sengaja mau buat aku hancur. Aku tau aku bukan bagian dari keluarga mereka. Aku hanya anak angkat, tapi apa pantas mereka memperlakukan itu?!" tangisnya.
Pria yang mendengarnya ikut merasakan sedih, tega sekali mereka.
"Sekarang kamu mau gimana? Apa kamu mau pulang ke rumah orang tua kamu?"
"Enggak! Aku gak mau kembali ke sana, di sana gak ada satu orang pun yang perduli sama aku."
Pria tadi garuk-garuk kepala, kasian kalo gadis ini ditinggal sendirian. Pikir sang pria.
"Kamu mau ikut aku?"
"Ke mana?"
"Pulang ke rumah aku, kamu tenang aja rumah aku mah rame banyak orang. Jadi, gak perlu takut," jelasnya.
__ADS_1
"Kenapa kamu baik sama aku? Padahal kita gak kenal."
"Berbuat baik itu gak harus kita kenal atau enggak. Yang terpenting kita melakukannya betul-betul ikhlas, lagian apa aku gak jadi cowok kurang ajar karena ninggalin cewek sendirian di tempat kaya gini?"
"Makasih, ya. Ternyata masih ada orang baik kaya kamu."
"Setiap orang itu baik, tapi tak semua melakukannya dengan ikhlas. Jadilah orang yang paling ikhlas bukan yang paling baik, karena dalam kebaikan belum tentu ada keikhlasan."
Gadis itu manggut-manggut, senyum terbit di b1b1rnya yang indah. Pria itu juga membalas senyumannya begitu manis.
"Kenalin ... aku Asoka Az-Zahra ."
"Asoka bukannya nama bunga ya?" tanyanya bergurau.
"Bercanda," ujarnya saat melihat sang gadis cemberut.
"Aku Ravael Johnson. Panggilannya Rav."
"Makasih Rav."
"Sama-sama, yuk!" Ajaknya.
Akhirnya Rav membawa Zahra pulang ke mansion.
Kira-kira bagaimana ya, reaksi orang Tua Rav saat melihat Rav membawa seorang gadis pulang dengan keadaan seperti itu?
BERTEMBUNG....
Terimakasih, yang udah mo mampir. Semoga kalian suka Cerita Rav dan Zahra hanya di revisi beberapa bab
🧕: Thour kok di revisi sih?
💆: Ah Author aja males revisi padahal BabNya udah banyak, tapi mo gi mana lagi terlalu bnyk adegan dewasa 😁 jadi nggak lulus kontrak.
__ADS_1