Ketika Idolaku Menjadi Teman Hidupku

Ketika Idolaku Menjadi Teman Hidupku
BAB 10


__ADS_3

Ting..


Suara ponsel Nana menandakan ada sebuah pesan masuk. Nana yang kala itu sedang berendam di bathtub kamar mandinya tak mengetahui.


Ketika di rasa tubuhnya sudah segar lagi, Nana pun segera memakai jubah mandinya kemudian keluar untuk berganti pakaian. Saat melewati ranjang, ia melihat ponselnya menyala tanda sebuah pesan masuk. Nana pun segera mengeceknya, ia membuka aplikasi WhatsApp dan terpampanglah sebuah pesan dengan nomer yang masih asing. Tanpa pikir panjang ia langsung membuka dan membacanya


0858××××: "Hai Na, gue Naufal, sv ya"


Melihat pesan tersebut seketika membuat wajah Nana merasa panas. Ia senang bukan kepayang lantara Naufal yang telah mengiriminya pesan. Nana pun dengan senang hati membalas,


Nana: "Oke Fal"


Karena tak nyaman hanya menggunakan jubah mandinya, Nana pun langsung menggantinya dengan pakaian kasual. Tak lama setelah Nana selesai berganti baju, ponsel Nana menerima sebuah pesan lagi. Dengan senang hati, Nana langsung membuka dan membacanya,


Naufal: "Makasih ya. Btw lo lagi ngapain?"


Nana: "Habis mandi hehe"


Naufal: "Ohh,"


Nana: "Lo sendiri lagi apa?"


Naufal: "Emmm lagi ngapain ya..."


Nana: "Ya ngapain? Gaje gue tampol lo Fal"


Naufal: "Aih galaknya. Jadi cewek mah gak boleh galak-galak. Entar cowok pada takut lo, hehe"


Nana: "Biarin. Suka-suka gue lah"


Naufal: "He'em serah lo dah"


Chating yang terjadi antar mereka pun terus berlanjut, sampai Bu Dinda menghampiri kamar Nana untuk menyuruhnya makan siang karena jam sudah menunjukkan waktu makan siang.


Tok tok tok...


"Sayang, mama masuk ya" terdengar suara Bu Dinda dari balik pintu.


"Eh, iya ma. Masuk aja, pintunya enggak Nana kunci kok"


"Sayang, ayo turun. Udah waktunya makan siang"


"Iya ma. Habis ini Nana turun deh"

__ADS_1


"Yaudah mama ke bawah dulu ya"


Bu Dinda pun kembali ke bawah untuk menyajikan makanan yang akan mereka santap.


Nana: "Fal, udah dulu ya. Gue di suruh ke bawah nih"


Naufal: "Ya udah. See you"


Akhirnya Nana pun mengakhiri chating mereka. Ia segera turun ke bawah untuk membantu mamanya menyiapkan makanan.


"Ada yang bisa Nana bantu ma?" kata Nana menawarkan diri.


"Enggak sayang. Udah siap semua kok. Kita makan aja yok" ajak Bu Dinda.


"Eh loh, papa mana ma. Bukannya hari ini libur ya?" tanya Nana karena ia sejak tadi pagi belum melihat ayahnya.


"Papa kamu ada urusan di luar kota sayang. Besok baru pulang" jelas Bu Dinda.


"Lahh, kok Nana gak tau sih ma. Bukannya tadi pagi masih di rumah ya?"


"Iya sayang, papamu berangkat pas kamu masih jogging di luar tadi"


"Oooh, pantesan pulang jogging tadi Nana gak liat"


"Iya ma,"


Selesai makan. Nana langsung pamit ke kamarnya, karena ia harus mengerjakan pr nya.


Ting ting ting ting


Kembali suara ponsel Nana berbunyi, ia kira Naufal yang mengirim pesan ternyata itu adalah spam Kurnia di GC (Grup Chat) mereka,


Kurnia: "Hallowwww"


Kurnia: "Ada orang di gc ini?"


Kurnia: "Yahooooo"


Kurnia: "@Nana?"


Kurnia: "@Rega?"


Kurnia: "@Janna?"

__ADS_1


Kurnia: "@Syaza"


Kurnia:" Woyy keluar lo lo pada. Jangan kang nyimak aja atuh"


Spam Kurnia sambil mengetag temannya satu per satu.


Rega: "Haduhhh, apaan lagi sih Kur?"


Kurnia: "Nahh, akhirnya satu makhluk nongol juga"


Syaza: "Hadir hadir"


Janna: "Hadirr. Kenapa?"


Kurnia: "Gue mah nanya dong"


Nana: "Nanya apaan? Jangan bilang mau nanya pr lo"


Kurnia: "Aihhh Nana pintar deh^^" balas Kurnia dengan di sertai emoticon tertawa.


Syaza: "Ampun deh nih anak satu. Mau tengok pr je pakek spam"


Kurnia: "Habis kalau gak spam entar gak pada nongol sih, haha"


Rega: "@Kurnia, makanya kalau di kelas mah jangan kebanyakan bengong. Jadi gak paham kan lo"


Kurnia: "Enak aja. Siapa juga yang bengong. Gue mah cuma lagi berpikir aja"


Nana: "Berpikir apaan lo sampek gak merhatiin guru?"


Kurnia: "Berpikir buat masa depan dong><"


Rega: "Ishhh, serah lah lo. Dasar kang haluuu"


Kurnia: "Biaren, penting gue seneng, wekkkkkk"


Janna: "Ni lo jadi nanya gak kur? Kalau enggak gue mau lanjut belajar nih"


Kurnia: "Wooo ya jadi dong. Masak enggak sih"


Setelah itu Kurnia bertanya jawaban pr kepada ke-4 sahabatnya. Karena ke-4 sahabatnya merupakan siswi-siswi pintar. Sebenarnya sih Kurnia juga pintar, hanya saja dia lebih sering bermalas-malasan dan memikirkan hal-hal yang tidak perlu.


Selesai mengerjakan tugas dan memberikan contekkan kepada Kurnia, Nana merasa sangat lelah. Ia pun membaringkan tubuhnya di ranjang dan terlelap dalam mimpinya.

__ADS_1


__ADS_2