
#Nana POV
Setelah Nana meninggalkan Naufal di lorong, ia segera masuk ke kelasnya, di sana sudah nampak para sahabat baiknya yang sudah lama menunggu kedatangan Nana tentunya. Tak terkecuali Kurnia. Kurnia adalah sahabat Nana yang paling bawel di antara ke-3 sahabatnya yang lain. Belum sempat Nana menarik bangkunya, Kurnia secara spontan sudah menarikkan bangku untuknya sambil menyapa,
"Morning sahabatku, Nana yang paling baik sejagad raya"
Melihat ada gelagad yang mencurigakan dari sahabatnya itu, Nana pun menangapi sapaan dari Kurnia dengan candaan,
"Morning juga bawel" kata Nana sambil menjulurkan lidahnya.
"Ih lo mah jahat Na. Masak gue di katain bawel sih" seru Kurnia dengan nada pura-pura ngambek.
"Elah lebay lo Kur. Masak gitu aja langsung ngambek sih" kata Rega sambil tertawa.
Rega adalah sahabat Nana yang notabennya memiliki mulut ceplas-ceplos. Tak jarang ia sering membuat sahabatnya emosi karena perkataannya yang tidak pernah di filter terlebih dahulu. But, walaupun perkataannya sedikit ngeselin dia adalah seorang sahabat yang baik. Dia tidak pernah membiarkan para sahabatnya di ganggu oleh anak lain.
"Udah Ga, lu jangan mancing-mancing Kurnia terus dah. Entar kalau dia tambah ngambek gimana cobak" Kata Janna menengahi.
Mendengar perkataan Janna, Kurnia merasa dibela. Ia pun segera memejamkan satu matanya dan menjulurkan lidahnya (kira-kira begini:😜) ke arah Rega. Rega yang merasa di ejek oleh Kurnia hanya bisa bersikap acuh. Sedangkan Janna, Nana dan Syaza hanya bisa gelang-geleng kepala.
"Eh, lu kok tumben banget sih telat masuk kelasnya. Lo pasti kesiangan ya? Atau mobil papa lo mogok?" tanya Syaza mencairkan suasana.
__ADS_1
"Idih enak aja, gue mah tadi bangun cepet. Cuma tadi pas mau ke kelas gue ada kendala dikit. Tadi tu gue nabrak cowok yang kebetulan lagi bawa buku banyak. Karna gue ngerasa salah ya udah deh gue bantuin bawa tu buku" kata Nana menjelaskan.
"Apa? Cowok? Namanya siapa? Kelas berapa? Ganteng gak?" tanya Kurnia antusias. Ya, selain sifatnya yang bawel, dia juga pemuja cowok ganteng.
Melihat sifat antusiasme Kurnia itu. Nana beserta ke-3 sahabatnya mulai tertawa.
"Aelah, lo mah yang di pikirin cowok mulu Kur. Pantes lo gak pinter-pinter wkwk" ejek Rega kembali.
Mendengar perkataan Rega itu, sontak membuat Kurnia naik pitam. Ia pun menangapi perkataan Rega tadi dengan sedikit emosi,
"Laaah, biarin dah. Timbang lo, buku aja yang di pikirin. Sono pacaran ama buku. Dasar kutu buku!" Mendengar balasan Kurnia itu, Rega mulai terbakar api amarah. Tapi sebelum ia bisa menangapi perkataan Kurnia lagi, Nana sudah berkata lebih dulu,
"Nah bener tu kata Nana. Mending sekarang kalian damai aja" bujuk Janna.
Tanpa aba-abu tangan kanan Syaza langsung memegang tangan Kurnia, sedangkan tangan kirinya memegang tangan Rega kemudian ia persatukan tangan mereka.
"Nah kalau gini kan enak di lihatnya. Maaf maafan sana kalian" kata Janna.
"Huhh!" dengus Kurnia sesaat. Ia lalu berkata, "Maaf Ga, kalau perkataan gue udah kelewatan"
"He'em. Maaf juga Kur kalau mulut ceplas-ceplos gue ini udah nyinggung hati lo"
__ADS_1
Melihat Kurnia dan Rega yang sudah berbaikan, Nana pun langsung memeluk mereka. Tak ketinggalan Janna dan Syaza ikutan.
"Eh iya Na, lo tadi kan belum jawab pertanyaan gue. Jawab gih. Gue penasaran nih," kata Kurnia sambil melepaskan diri dari pelukan itu.
"Emmmmm, gimana ya. Gue mau jawab tapi enggak sekarang ya" -Nana
"Lah, kenapa?" -Kurnia
"Karnaaa,... " -Nana
Ding-dong... Jam pelajaran pertama akan segera dimulai. Harap semua siswa segera memasuki kelas masing-masing. Bapak dan Ibu guru akan segera memasuki ruang kelas...
" Karna itu Kur, belnya udah bunyi" kata Nana melanjutkan perkataan yang sempat terpotong tadi.
"Hissh, bel bunyi di waktu yang tidak tepat" kata Kurnia bersungut sebal.
Nana, Janna, Rega, Syaza pun tertawa keras. Tiba-tiba...
"Shuttt! Diam semuanya!" kata Ibu Guru dengan lantang sambil memasuki ruang kelas.
Mereka pun diam seketika. Dan pelajaran pertama pun di mulai....
__ADS_1