Ketika Idolaku Menjadi Teman Hidupku

Ketika Idolaku Menjadi Teman Hidupku
BAB 8


__ADS_3

Setelah kira-kira 2 jam mereka berkutat dengan pelajaran, Ibu guru pun mengakhiri pelajaran hari ini,


"Nah anak-anak, berhubung sebentar lagi waktu istirahat, mari kita akhiri pelajaran hari ini dengan bacaan 'Hamdalah' bersama-sama"


"Alhamdulillahirobil'alamin" jawab anak-anak serempak. Tepat setelah mereka mengucapkan bacaan hamdalah, bunyi bel istirahat pun berbunyi.


Setelah Bu Guru meninggalkan ruang kelas, anak-anak pun berhamburan keluar menuju kantin. Tak terkecuali Nana beserta rombongannya. Sepanjang jalan menuju kantin, Kurnia tak henti-hentinya menanyakan tentang sosok cowok yang Nana temui pagi tadi,


"Na" panggil Kurnia


"Apaan?" jawab Nana


"Gue masih penasaran nih ama yang tadi pagi, ceritain sekarang dong" rengek Kurnia sambil menarik-narik tangan Nana.


"Aelah, entar napa Kur. Masih di jalan ni. Entar gue ceritain deh kalau kita dah nyampek kantin" balas Nana


"Ihhh, ya udah deh. Tapi beneran lo. Awas aja kalau lo bo'ong" - Kurnia


Tanpa Nana sadari, Naufal sejak tadi mendengar percakapan mereka. Ya, karna memang dari tadi ia bersama Denandra berjalan di belakang mereka.


***

__ADS_1


Saat sampai di kantin Kurnia, Rega, Janna, serta Syaza segera menuju ke salah satu meja yang masih kosong sedangkan Nana memesan soto serta jus jerus untuk mereka.


Setelah memesan, Nana menuju ke meja di mana para sahabatnya duduk. Awalnya Nana ingin duduk di samping Janna, tapi Kurnia dengan cekatan segera menarik tangannya dan mendudukkannya dengan paksa.


"Ah, sakit Kur tangan gue" kata Nana sambil melepaskan cengkraman tangan Kurnia.


Dengan tatapan tanpa dosa Kurnia berkata, "Ups, maaf Na. Gak sengaja"


Nana hanya menjawab perkataan Kurnia dengan isyarat tangan yang membentuk kata 'OK'.


"Ayok Na cepetan cerita"-Kurnia


"Yaelah, namanya juga penasaran Ga"-Kurnia


"Hemm serah lo dah" kata Rega, kemudian melanjutkan membaca buku novel yang di bawanya sejak tadi.


Kurnia kembali menatap ke arah Nana meminta penjelasan. Menyadari itu Nana pun angkat bicara,


"Ya udah gue cerita sekarang. Jadi cowok yang gue tabrak tadi tu namanya Naufal. Dia kelas 12 IPA 2" Nana mulai menjelaskan.


"Naufal? Kayak pernah denger gue" kata Kurnia sambil mengingat-ingat.

__ADS_1


Saat Kurnia sedang asyik sendiri, pesanan makanan mereka pun datang. Ketika Nana sedang akan menyuap sotonya, tiba-tiba Kurnia memukul pundak Nana sambil berkata,


"Gue inget sekarang siapa Naufal itu" kata Kurnia dengan senyum bangga.


"Uhuk uhuk, inget sih inget aja Kur tapi gak usah pakek mukul dong. Keselek kan gue jadinya" kata Nana dengan sedikit emosi.


"Maap Na, habis gue seneng banget sih" Kurnia lantas memalingkan tatapannya ke arah Janna, Rega serta Syaza. "Itu lo girls, kalian pernah kan denger ada anak basket yang terkenal jago itu?" tanya Kurnia pada teman-temannya.


"Ohh dia. Anak yang jago main basket+tampangnya ganteng itu?" seru Rega menangapi perkataan Kurnia.


"Iya girls. Lumayan banyak fansnya loh dia. Eh btw Naufal ini bukan yang lo maksud tadi Na?" tanya Kurnia lagi.


"Emmm, gak tau gue. Kan gue sering ikut lomba ke luar, jadi gak tau deh kalau ada berita kek gitu di sekolahan" kata Nana mengangkat kedua tangannya.


"Aih, iya juga ya, lo kan kebanyakan job lomba ya" kata Kurnia menepuk jidatnya.


"Hemm ya gitulah" jawab Nana sambil memakan sotonya lagi.


"Udah Kur ngosipnya, makan dulu tuh soto lo. Keburu masuk nih" kata Janna mengingatkan.


Mereka berlima pun kembali memakan makanan mereka dengan agak terburu-buru lantar waktu istirahat akan segera berakhir.

__ADS_1


__ADS_2