
BAB 5
Setelah puas mencurahkan rasa gembiranya. Bu Dinda pun mengajak keluarganya untuk sarapan dulu sebelum mereka kembali ke rumah. Nana dan Pak Shin mengiyakan ajakan Bu Dinda, karena memang sejak tadi mereka menahan rasa lapar.
Mereka makan sarapan dengan diam. Setelah mereka merasa kenyang, Bu Dinda pun membersihkan meja serta membereskannya.
"Kamu duduk aja, biar mama yang bereskan" kata Bu Dinda saat melihat Nana akan membereskan barang bawaannya.
"Makasih ma," kata Nana sambil mencium pipi mamanya.
Dengan cekatan Bu Dinda membereskan barang-barang bawaannya.
Waktu sudah menunjukkan pukul 09.30 wib. Pak Shin pun mengajak anak serta istrinya untuk segera pulang. Mereka berjalan keluar menuju tempat parkir di mana mobil mereka berada.
Tepat pukul 09.40 wib Pak Shin melajukan mobil toyota biru mereka menuju ke rumah mereka di pusat kota Jakarta. Sebelum pulang, Nana berkata kepada papanya,
"Pa, mampir salon bentar ya. Mau potong rambut dulu. Gak nyaman soalnya rambut panjang."
__ADS_1
"Oke, siap nonπ," canda Pak Shin.
Setelah mengantar Nana ke salon, mereka kembali melajukan mobilnya menuju ke rumah. Tak memerlukan waktu lama untuk sampai di rumah. Yaa, karna jarak antara rumah sakit dengan rumah mereka hanya sekitar 17 km saja.
Saat mereka mulai memasuki kawasan tempat tinggal mereka, seorang security dengan sigap langsung menyambut kedatangan mereka.
"Selamat datang kembali, Pak" sapa Maman (53) ramah. Yap, Maman adalah seorang security yang telah bertahun-tahun mengabdi di keluar Shin.
Mendengar sapaan Maman, Pak Shin pun mengangguk ramah, setelah itu ia kembali melajukan mobilnya menuju garasi. Sesampainya mereka, Bu Dinda dengan siaga langsung membantu Nana untuk berjalan menuju kamarnya yang terletak di lantai 2, sedangkan Pak Shin mengikuti sambil mententeng barang bawaannya mereka.
Dengan di bantu mamanya, Nana merebahkan kembali badannya di atas ranjang. Setelah itu kedua orangtuanya keluar untuk membiarkan Nana beristirahat dengan nyaman.
***
Nana Joon Mutia, yap itulah nama panjang Nana. Nana adalah seorang putri dari pasangan suami istri atau bahasa gaulnya yaitu 'PASUTRI' yang berbeda negara, yaitu Indo-Korea. Yes, of cours secara otomatis Nana menjadi anak blasteran Indo-Korea. Papanya bernama Joon Shin Won/μ€ μ μ(45) tahun. Pak Shin adalah pemilik perusahaan X yang merupakan salah satu perusahaan besar di Jakarta dengan beberapa cabang di luar negeri. Sedangkan mamanya bernama Adinda Mutiara (40) tahun. Bu Dinda adalah anak dari seorang tokoh ternama di Indonesia. Walau berasal dari keluarga berada, Bu Dinda tidak pernah sombong, malah sebaliknya ia memiliki sifat yang baik hati kepada sesama. Sifat itulah yang telah menurun ke Nana. Selain dalamnya yang baik, paras Nana pun tak mengecewakan. Dia memiliki paras yang cantik, badan yang lumayan tinggi, ideal, serta kulit yang putih bersih tanpa makeup. Tak hanya itu, Nana juga anak yang cerdas, berbakat serta memiliki talenta yang luar biasa.
(segitu dulu ya guys perkenalan dari Nana Joon Mutia)
__ADS_1
#Back to story
Di dapur lantai 1, nampak Bu Dinda sedang asyik memasak bersama ke-2 pembantunya. Ya, walaupun Bu Dinda adalah istri dari pengusaha sukses ia tak pernah angkat tangan untuk urusan pekerjaan rumah. Walau di rumahnya sudah ada pembantu namun ia tetap ingin mengerjakannya, ia tak mau apabila di pandang sebagai 'Nyonya besar yang manja'. Kedua pembantunya pun merasa senang apabila bisa memasak bersama Bu Dinda, karena selain memasak bersama Bu Dinda mereka juga bisa ssmbil belajar resep-resep baru dari beliau.
Hemm kok bisa? Emng Bu Dinda koki?π€
Bukan, tapi Bu Dinda memang pernah kuliah dengan mengambil jurusan boga. Sejak remaja ia berkeinginan mendirikan sebuah rumah makan yang khusus melayani untuk kaum tidak mampu. Ia ingin semua orang bisa makan dengan teratur. Namun harapan tinggal harapan, sebelum keinginannya tercapai, ia harus pindah kuliah ke Korea lantaran kedua orangtuanya memulai bisnis ke sana. Awalnya Bu Dinda engan. Tapi akhirnya ia memutuskan mengikuti kedua orangtuanya. Di universitas barunya itulah ia akhirnya bisa bertemu dengan suaminya Joon Shin Won dan akhirnya menikah.
***
Hari sudah semakin petang, makan malam pun sudah tersaji dengan rapi di atas meja. Kini tinggal menunggu Nana bangun serta menunggu Pak Shin pulang dari kantor //(Setelah mengantar istri serta anaknya, Pak Shin bergegas menuju perusahaannya lantaran ada meeting penting yang harus di hadirnya)//. Bu Dinda pun berniat naik ke atas untuk membangunkan Nana, tapi baru sampai dasar tangga, tiba-tiba Nana sudah muncul dan sedang berjalan menuruni tangga menuju meja makan.
Tepat ketika Bu Dinda akan beranjak dari tempatnya, tiba-tiba pintu utama terbuka dan muncullah Pak shin. Ia terlihat sangat kelelahan. Bu Dinda pun langsung menghampirinya dan membawakan tas kerja Pak shin. Bu Dinda menyuruh suaminya untuk mandi dan berganti pakaian terlebih dahulu.
Karena jam sudah menunjukkan waktu makan malam. Pak Shin segera turun dan menuju ke meja makan di mana anak dan istrinya telah duduk rapi menunggunya.
Pak Shin :"Ayok mah, Na kita makan malam dulu"
Nana :" La ayok, udah dari tadi lo Nana sama mama nunggu papa. Papa mah kalau mandi kelamaan sih. Nana kan jadi kelaperan" kata Nana sambil memegangi perutnya yang kelaparan.
__ADS_1
Mereka tertawa sejenak dan kemudian segera menyantap makanan yang terhidang di depan mereka.