
Aku seorang gadis desa yang terlahir dari keluarga yang sederhana, aku bernama fatimah, orang tuaku hanya penjual tempe dan tahu keliling.
Setelah lulus sekolah Dasar aku langsung masuk pondok selama enam tahun, dan karena nggak punya biaya akhirnya aku terpaksa keluar dari pondok.
Dan demi membantu keuangan keluarga aku terpaksa berjualan membantu ekonomi keluarga.
Aku menjual tempe dengan menggunakan sepeda ontel, dan pada suatu hari seseorang turun dari sebuah mobil untuk membeli tempe ku, aku tak menyangka Ibu itu memborong semua tempe tanpa tersisa dan aku pulang dengan rasa bahagia karena ibuku sangat membutuhkan uang untuk keperluan kami sehari hari.
Dan sesampainya di rumah ada sebuah mobil yang terparkir didepan rumah.
"Mobil siapa itu ya.. Ko nggak biasanya ada mobil didepan rumah" Ucap batin Fatimah sendiri.
Dan sampai didepan rumah Fatimah mengucapkan salam.
"Assalamu'alaikum.." Ucap Fatimah dengan lantang.
"Waalaikumsalam.. " Jawab orang yang ada didalam rumah.
Dan Fatimah terkejut karena yang ada dirumah nya itu seorang ibu yang memborong tempenya tadi.
"Lohhh ini siapa?? tanya ibu itu yang bernama aminah.
" Ini anak saya mbak.."jawab Ibu nya Fatimah.
"Ya Allah tadi saya membeli tempenya dijalan, ternyata ini anak kamu, cantik ya, lulusan apa??
__ADS_1
" Hhhmm ini anakku namanya Fatimah dia hanya lulusan pondok, tapi sekarang nggak mondok lagi soalnya nggak ada biaya yang mau ngelanjutin."ucap Ibu siti ibunya Fatimah.
"Sini nak duduk disebelah umi.." Ucap umi aminah sambil menarik tangan Fatimah.
"Ya mi..." Lalu Fatimah duduk disamping aminah.
"Nak gimana kalau kamu mondok ditempat umu, pasti sekarang kamu sudah bisa ngajar walaupun sedikit sedikit, karena umi tau keliatan nya kamu anaknya telaten." Ucap umi aminah sambil mengelus elus kepala Fatimah.
Dan Fatimah hanya diam tanpa menjawab apa apa, dan hanya menoleh pada ibunya.
"Nak putri ku.. Kalau ibu terserah sama kamu, karena kamu yang mau ngejalanin.
" Udah nggak apa apa nggak usah dijawab sekarang nanti kalau kamu sudah siap, langsung kamu datang kerumah saya ya.? Ucap umi aminah.
Dan Fatimah hanya menganggukkan kepala nya tanpa menjawab apa apa.
"Oh ya bu.. Umi aminah itu siapa??
Kok bisa mampir kesini?? Tanya Fatimah dengan wajah penasaran.
" Dia itu teman ibu pas lagi dipesantren, dan sekarang dia menikah dengan seorang Kyai besar pengasuh pondok pesantren Al-kausyar."jawab ibu siti.
"Pasti santri nya banyak ya bu.. Kenapa dulu Fatimah nggak Di Pondokin ditempat dia bu..??
" Ya disana kan pesantren besar dan banyak Fasilitas nya, dan ibu nggak sanggup bayar, dan kalau kamu mau, Fatimah bisa sekarang ngelanjutin mondok di sana??
__ADS_1
"Ya Fatimah mau aja sih bu.. Tapi gimana Ibu sama bapak, siapa yang mau bantuin jualan dan adek adek masih butuh biaya." Tutur Fatimah dengan berat hati.
"Sayang putriku kamu nggak usah mikirin kami, rezeki semuanya Allah yang ngatur, siapa tau kamu dapat barokah dari guru kamu dan Ibu sama bapak tambah lancar jualannya." Ucap Ibu siti sambil memeluk Fatimah memberi semangat.
"Hmm ya udah kalau gitu Fatimah mau mondok ditempat Umi Aminah."
"Alhamdulillah Ibu seneng denger nya sayang, ya udah nanti kalau bapak sudah pulang Ibu bicara sama bapak dulu ya kapan kamu berangkat nya."
"Ya bu..
Dan setelah beberapa saat bapaknya Fatimah datang dari berjualan tempe dan tahu keliling, dan Ibu siti langsung menceritakan niat Fatimah untuk pergi mondok ditempat umi Aminah dan tanpa panjang lebar bapak taufik langsung setuju dengan niat Fatimah yang mau mondok lagi.
Dan keesokan harinya stelah berjualan Fatimah membereskan baja bajunya untuk pergi mondok lagi.
" Sayang sudah siap?? Tanpa Ibu siti.
"Ya bu.. Sudah, oh ya bu naik apa kesana nya??
" Bapak sudah menyewa mobil untuk kita."jawab Ibu siti.
Dan keluarga bapak taufik pergi mengantarkan Fatimah ke pondok, dan dalam perjalanan semuanya bersedih karena harus berpisah lagi dengan Fatimah.
"Sayang Fatimah nanti di pondok jaga kesehatan ya, kalau kamu butuh apa apa langsung telfon Ibu, Ibu akan berusaha agar kamu seperti temen temen kamu yang lain." Ucap Ibu siti sambil memeluk Fatimah.
"Ya bu.." Dan mereka semua berpelukan didalam mobil itu.
__ADS_1
"Sudah sudah jangan main sedih sedihan kan kakak mau cari ilmu, dan lagian tempatnya nggak jauh kalau kita kangen kita langsung samperin kakak di pondok." Ucap pak taufik memberi pengertian pada putra putri nya.