
Dan Fatimah hanya bisa menjadi patung disebelah Umi Aminah tanpa berbicara apa apa.. Dan memandangi Abidzar yang begitu tampan.
"Ya Allah kenapa tampan sekali laki-laki ini, semoga suatu saat suamiku setampan dia." Gumam hati Fatimah terpesona dengan ketampanan Abizar dan tanpa berkedip matanya, sampai dikagetin oleh Umi Aminah.
"Fatimah Fatimah.. Ucap Umi Aminah sambil menepuk pundak Fatimah.
" Ya Umi.."jawab Fatimah kaget.
"Ini bukan tamu tapi ini adalah putri tujuh yang mondok di Mesir selama tahun nggak pulang pulang." Ucap Umi Aminah menjelaskan pada Fatimah.
Fatimah hanya menganggukkan kepalanya tanpa menjawab apa apa.
"Sayang ayo masuk pasti kamu capek dan lelah, Umi siapkan mkanan ya..
" Umi biar saya saja yang menyiapkan makanan Umi temenin putra Umi saja."ucap Fatimah sambil menundukkan kepalanya.
"Memang nya kamu bisa..
" Insya Allah Umi..
"Ya sudah panaskan saja makanan yang tadi Umi masak itu, dan tinggal bikin sambal saja tapi jangan pedas pedas karena putra ku nggak suka pedas."
"Umi sekarang Abizar bukan anak anak lagi yang nggak suka pedas sekarang Abizar sudah dewasa..
" Dan sebentar lagi akan menikah.."
Tambah Umi Aminah ngeledekin putra nya.
__ADS_1
Dan setelah beberapa saat makanan sudah siap dimeja makan, dan Fatimah langsung memberi tau umi Aminah.
"Umi maaf makanan nya sudah siap silahkan.." Ucap Fatimah dengan nada suara yang lembut.
"Oh iya Terima kasih Fatimah..
Lalu umi Fatimah langsung menuju meja makan bersama putranya.
" Hhmmm masakan umi tidak berubah ya masih seperti yang dulu rasanya.."ucap Abizar.
"Ya sayang, kamu mau yang mana..?? Umi Aminah menawarkan makanan nya pada putra nya.
" Fatimah Fatimah.. Panggil umi Aminah.
"Ya umi ada apa?? Saut Fatimah tanpa memandang wajah Umi karena malu pada Abizar.
" Mari sini nak.. Kita makan bareng."ajak Umi Aminah pada Fatimah.
" Udah nggak apa apa ayo makan, sayang ini makanan nya banyak, masak kita bertiga yang makan cuma berdua kan nggak enak.."ucap umi Aminah.
Dan dengan terpaksa Fatimah makan bersama Umi dan Abizar.
"Oh ya Abizar ini Fatimah baru tiga bulanan mondok disini makanya Umi minta dia agar tidak pulang bersama santri yang lain.."
"Oh gitu.. Saut Abizar tanpa ekspresi.
Dan menjelang pagi hari Fatimah menyapu halaman dan sambil melirik ke arah kamar Abizar dan tak disengaja lalu Abizar keluar dari kamarnya, Fatimah yang kaget langsung membalikkan badannya dan menyapu sampai salah arah.
__ADS_1
" He.. Panggil Abizar ketus pada Fatimah.
"Ya ada apa?? Jawab Fatimah tanpa menatap wajah Abidzar.
" Ngapain kamu nyapu disini, liat itu sudah bersih mending pindah ke depan sana.."tunjuk Abizar pada tempat lain.
Lalu Fatimah pergi tanpa menjawab apa apa..
"Hemm sok Alim, sok kegantengan, awas aja nanti kalo butuh apa apa dan manggil manggil tak akan aku hiraukan..ucap batin Fatimah kesel.
Dan Fatimah masuk kedalam rumah menyiapkan sarapan pagi, Fatimah memasak nasi goreng untuk sarapan pagi itu.
Setelah selesai Fatimah menyiapkan nya dimeja makan, lalu Fatimah memanggil Umi Aminah untuk sarapan.
" Sayang Abidzar mari nak sarapan, ini Fatimah sudah masak nasi goreng kesukaan kamu.."panggil Umi Aminah.
Dan Abidzar langsung duduk disebelah uminya sedangkan Fatimah pergi ke dapur lagi, karena merasa sungkan harus satu meja dengan seorang guru dan putra nya, tapi Umi Aminah terus memanggil dan memaksa Fatimah untuk sarapan bersama.
"Maaf Umi tapi saya sudah sarapan.. " Ucap Fatimah dengan suara pelan.
"Nggak apa apa makan lagi temenin kita makan, sayang ini nasinya banyak." Ucap Umi Aminah.
Dan Fatimah terpaksa sarapan bersama Umi Aminah dan Abidzar karena menghargai Umi Aminah yang terus memaksa.
Disaat lagi sarapan Fatimah terus menundukkan kepalanya tanpa melihat kemana mana, sampai sampai ditegur oleh Abidzar.
"Heee ada apa itu di kepalanya..ucap Abidzar ngeledek Fatimah.
__ADS_1
Fatimah langsung berdiri dan geli geli ketakutan dengan perkataan Abidzar.
" Heem sayang Abidzar nggak boleh ngeledek kayak gitu.."ucap Umi Aminah.