Ketika Imanku Tergoda

Ketika Imanku Tergoda
episode 2


__ADS_3

Dan sesampainya di pondok keluarga pak Taufik langsung kekediaman Kyai Abdul Muis dan mengucapkan salam pas didepan pintu.


"Assalamu'alaikum..


" Assalamu'alaikum.. Ucap keluarga pak Taufik sampai dua kali mengucapkan salam baru ada yang jawab.


"Waalaikumsalam.. Ada tamu silahkan masuk lama engkau kawan nggak kesini."


Ucap Kyai Muis menyambut kedatangan pak Taufik.


"Iya biasa sibuk, kalau kamu masih enak tinggal duduk, rezeki datang sendiri.." Ucap pak Taufik sambil meminum air yang disuguhkan Kyai Muis.


"Ya Alhamdulillah, semua ini kan udah rencana yang diatas, kita nggak tau kedepannya mau jadi apa, siapa tau suatu saat kamu menjadi pengusaha tempe terlaris di Indonesia.." Ucap Kyai Muis memberi dukungan pada pak Taufik.


"Ya Amin Amin amin..


" Oh ya tumben dibawa semua, gimna kabar nya sehat semua sampai lupa mau nanya kabar saking seneng nya bertemu dengan kawan lama..

__ADS_1


"Ya Alhamdulillah kami sekeluarga sehat semua."


Dan sebelum pak Taufik menjawab panjang lebar lalu Umi Aminah keluar dari dalam..


"Ada tamu.. Maaf baru keluar." Ucap Umi Aminah.


"Ya mbak.." Ucap Ibu siti sambil bersalaman dengan Umi Aminah.


"Fatimah, Muhammad, dan ini siapa namanya, Aisyah ya.. Yang bungsu.." Ucap Umi Aminah basa basi.


"Oh ya mbak niat kedatangan saya kesini, seperti yang mbak minta kemarin, kedatangan saya kesini mau memondokkan Fatimah disini.." Ucap Ibu siti sambil memegang tangan Fatimah.


" Saya titip Fatimah disini, mungkin namanya ana anak ada kesalahan tolong ditegur.."ucap Ibu siti sambil meneteskan air mata karena nggak tega harus berpisah lagi dengan putrinya.


"Mbak nggak usah hawatirin Fatimah, saya menganggap Fatimah seperti putri saya sendiri bukan sebagai santri, jadi mbak nggak usah khawatir ya.." Ucap umi Aminah menenangkan hati ibu siti.


Dan setelah berbincang bincang panjang lebar keluarga pak Taufik berpamitan pulang karena waktu sudah menjelang sore.

__ADS_1


Fatimah menangis karena tak tega melihat ibu sama adek adek nya menangis.


"Sayang Fatimah kamu yang betah disini ya, kalau ada apa apa teflon ibu.." Ucap Ibu siti sambil memeluk putrinya.


Dan keluarga pak Taufik pulang, dan Fatimah langsung diantar oleh santri yang lain ke kamar santri, tapi Fatimah ditempat kan dikamar khusus Ustadzah bukan ditempat santri biasa, dan banyak santri iri dengan fasilitas yang didapat Fatimah.


Dan Fatimah tidak seperti santri yang lain siang malam harus ikut kegiatan pondok, tapi Fatimah mengikuti mengaji dimalam hari, saat waktu menghafal Al-Qur'an,


Dan setelah beberapa bulan di pesantren, dan akhirnya tiba waktu pulangan pondok karena bulan maulid nabi, tapi Fatimah tak bisa pulang karena tak diijinkan oleh Umi Aminah, karena saat itu semua santri pulang dan Kyai Muis pergi selama dua hari untuk mengisi acara ceramah diluar kota, dan Fatimah terpaksa menemani Umi Aminah dirumahnya.


Dan setelah sholat isak Fatimah duduk santai diruang tengah sambil membaca sebuah buku sedangkan Umi Aminah didalam kamar beristirahat.


Dan terdengar orang mengucapkan salam dari depan dan Fatimah langsung berlari membukakan pintu berharap ibu dan bapaknya yang datang, tapi setelah dibuka pintu nya dan dijawab salam nya ternyata seorang laki-laki tampan yang berdiri tepat didepan pintu, dan Fatimah langsung membalikkan badan nya dan menutup pintunya kembali dan menyuruh laki laki itu untuk menunggu diluar, dan Fatimah langsung berlari menuju kamar Umi Aminah dan memberi tau kalau ada tamu.


"Assalamu'alaikum.. Umi maaf, Umi diluar ada tamu laki-laki membawa sebuah koper dan tas besar kayaknya tamunya datang dari jauh.." Tutur Fatimah sambil mengatur nafasnya karena ngos ngosan saat berlari luar.


Dan Umi Aminah langsung keluar menuju pintu depan dan setelah dibuka begitu terkejutnya Umi Aminah karena yang datang adalah putra nya, yang mondok di Mesir selama tujuh tahun nggak pulang.

__ADS_1


"Assalamu'alaikum Umi.." Ucap Abizar nama putra dari Umi Aminah sambil memeluk umi nya.


"Sayang putra ku kenapa nggak bilang kalau mau pulang, kalau kamu telfon dulu pasti Umi jemput.." Ucap Umi Aminah sambil menangis karena saking bahagia nya dengan kedatangan putra nya yang sudah lama mondok di Mesir.


__ADS_2