Ketika Imanku Tergoda

Ketika Imanku Tergoda
episode 9


__ADS_3

Dan malam pun telah tiba Umi Aminah sudah menunggu keputusan dari Fatimah.


Sedangkan Fatimah masih bingung harus bagaimana, lalu Fatimah meminta pendapat pada temannya yaitu vira.


"Vir.. Aku mau nanya sama kamu, gimana pendapat kamu tentang perjodohan ku dengan Abidzar..??


" Kamu mau tau pendapat aku, ya kalau aku jadi kamu pasti aku langsung Terima tanpa berpikir dia kali, semua santri disini mendambakan menjadi istri Abidzar, eehh kamu yang baru kenal sama Abidzar langsung dijadikan calon istrinya, berarti kamu beruntung banget Fatimah.. Jawab vira ceplas-ceplos.


"Terus menurut kamu, aku harus menerima lamarannya Abidzar..??


" Ya nggak gitu juga, itu kan pendapat aku kalau jadi kamu, tapi kalau masalah Terima apa nggak nya terserah kamu, karena kamu yang akan ngejalanin semua itu, mungkin ada sifat Abidzar yang kamu tidak suka makanya kamu berpikir panjang.."ucap vira.


"Aku bingung vir.. Bukan aku nggak mau sama Abidzar, tapi aku nggak mau nikah sebelum cita citaku tercapai.."


"Emangnya apa cita cita kamu Fatimah.??


" Aku ingin kuliah dan mempunyai usaha sendiri agar orang tuaku tidak kesusahan lagi untuk pendidikan adik adikku.. Jawab Fatimah.


"Ohh kalau itu masalah nya kamu terus terang saja sama Umi, mungkin Umi ada solusinya.." Ucap vira memberi semangat.


"Ya udah vir.. Aku pergi menemui Umi dulu ya, karena aku sudah janji tepat jam 9 malam aku mau ngasih jawaban nya..."


"Ya udah sana.. Sukses ya Fatimah...


" Makasih vir...


Dan Fatimah langsung menuju kekediaman Kyai Muis untuk menemui Umi Aminah.

__ADS_1


Sesampainya didepan pintu ruang tengah Fatimah mengucapkan salam dan ternyata yang membuka pintu nya adalah Abidzar.


"Assalamu'alaikum.. Ucap Fatimah dengan suara lembut nya.


" Waalaikumsalam.. "Jawab Abidzar sambil membuka pintu.


Fatimah langsung menundukkan pandangannya terhadap Abidzar yang berdiri didepan nya.


"Ada apa..?? Tanya Abidzar sok nggak peduli pada Fatimah.


" Mau ketemu Umi.."jawab Fatimah pelan.


"Ohh tunggu sebentar..


Lalu Abidzar meninggalkan Fatimah yang masih berdiri didepan pintu tanpa menyuruh nya masuk.


"Suruh masuk nak.. Suruh Umi pada Abidzar.


" Maaf Umi, tapi Abidzar nggak enak yang mau ngomong sama Fatimah.."


Ucap Abidzar.


"Ya sudah..


Dan Umi berjalan menuju ruang tengah dan menyuruh Fatimah duduk di sofa dekat pada Umi Aminah.


" Ya ada apa nak..

__ADS_1


Apa kamu sudah punya jawaban..??


Dan tanpa panjang lebar Fatimah langsung menjawab nya.


"Insya Allah Fatimah siap Umi..." Ucap Fatimah dengan suara nya yang gemeteran.


"Alhamdulillah.. Apa Umi nggak salah denger nak..? Tanya lagi Umi karena masih nggak percaya.


" Ya Insya Allah Umi Fatimah siap menjadi calon istri Abidzar.. Ucap Fatimah tanpa rasa ragu.


Dan Umi Aminah langsung memeluk Fatimah.


"Terima kasih ya nak, semoga kalian bisa menjadi pasangan suami istri yang sakinah dan mawaddah dunia akhirat, Umi seneng sekali mendengar Jawaban dari kamu, oh ya nak, apa kamu siap kalau Umi nikahkan dengan Abidzar Ahad depan, insya Allah pas hari jumat depan..??


"Fatimah terserah sama Umi dan orang tua Fatimah.." Jawab Fatimah tanpa keberatan.


Karena Fatimah berpikir mungkin menikah dengan orang pilihan orang tua, dan sudah ketahuan dari keturunan nya bisa membuat keluarga Fatimah terangkat derajat nya, ucap Fatimah dalam hatinya.


Lalu Fatimah keluar dari rumah Umi Aminah, dan langsung menemui teman karibnya vira.


"Vir.... " Ucap Fatimah sambil berlari didepan pondok, dan para santri sedang berada di musholla.


"Ada apa Fatimah kenapa wajahmu merah gitu, pakek bedak apa?? Tanya vira bergurau, karena Fatimah memang berkulit putih bersih, dan tinggi ramping.


" Vir aku sudah memberi jawaban pada Umi Aminah.. Ucap Fatimah tergesa-gesa dan nafasnya yang tak beraturan saking leganya dengan jawabannya sendiri.


"Memangnya kamu jawab apa..??

__ADS_1


__ADS_2