
Dan pak Taufik hanya bisa menganggukkan kepalanya, karena masih nggak menyangka putri nya akan mendapat seorang suami turunan Kyai dan lulusan Mesir.
"Kalau begitu saya dan keluarga pamit pulang dulu, saya tunggu kabar baiknya kawan.." Ucap Kyai Muis sambil menjabat tangan pak Taufik.
Dan keluarga Kyai Muis pulang, dan Fatimah masih dirumah orang tuanya selama beberapa hari.
Matahari mulai menenggelamkan dirinya dan berganti bulan menyinari malam itu.
Keluarga pak Taufik duduk Santai didepan TV.
"Fatimah gimana selama kamu di pondok betah..?? Tanya pak Taufik.
" Ya Alhamdulillah betah pak.."jawab Fatimah
"Terus Kyai Muis sama Umi Aminah, gimana sama kamu.."
"Maksudnya gimana apanya pak..??
" Ya memperlakukan kamu, apa sama seperti santri yang lain, atau kamu dibedain..
"Kalau menurut Fatimah sama saja sih pak, tapi menurut temen temen Fatimah, Fatimah diistimewakan.."
"Memangnya apa bedanya kamu sama santri yang lain..?? Tanya Pak Taufik detail..
" Kalau Fatimah tidur nya di tempat para Ustadzah, dan kalau siang Fatimah nggak ikut kegiatan seperti santri yang lain, Fatimah sering ikut Umi Aminah pergi, paling Fatimah cuma ikut ngaji.
__ADS_1
Memangnya ada apa pak kok bapak nanyanya sedetail itu..??
"Heemm gini nak maksud kedatangan keluarga Kyai Muis kesini ingin melamar kamu sebagai menantu nya..
Menurut kamu gimana..??
Tanya pak Taufik.
" Apa Pak, memangnya Fatimah mau dijodohkan Sama siapa..?? Tanya balik Fatimah kaget.
"Ya dengan siapa lagi kalau bukan Abidzar lulusan Mesir itu.. " Ucap pak Taufik.
"Aduuhh mana mungkin anak itu mau sama Fatimah pak, dia aja kalau ngeliat Fatimah kayak musuh besar aja.."
Fatimah diam melamun karena masih bingung dengan ucapan bapaknya.
" Ya Allah harus jawab apa aku..??
Apa iya aku harus menikah dengan laki laki yang baru aku tau, kenal aja cuma gitu gitu aja.. Ucap batin Fatimah bingung.
"Nak.. Fatimah gimana menurut kamu..?? Tanya pak Taufik berulang ulang tapi Fatimah masih tetap dengan lamunannya.
" Hem iya pak, Fatimah bingung harus jawab apa.??
"Ya kalau bapak terserah kamu, karena kamu yang akan ngejalanin rumah tangga itu.." Ucap pak Taufik sambil mengelus elus kepala Fatimah.
__ADS_1
"Kalau menurut ibu gini aja, gimana kalau Fatimah sama Abidzar biarkan dulu saling kenal, lagian Fatimah kan masih mondok disana, dan dengan berjalan waktu mungkin rasa sayang itu akan tumbuh sendiri.." Ucap Ibu siti.
"Tapi kalau menurut bapak, jangan lama lama juga ngasih waktu sama keluarga Kyai Muis, karena keluarga Kyai Muis itu bukan keluarga biasa kayak kita, karena tambah lama lama kenal nggak ada ikatan cuma timbul fitnah.. Kan nggak enak juga, jadi menurut bapak, bapak kasih waktu Fatimah sebulan untuk berpikir, nanti bapak bicara sama keluarga Kyai Muis sambil nganterin Fatimah balik ke pondok, gimana menurut kalian..
"Kalau Ibu setuju saja.. Ucap Ibu siti.
" Ya udah terserah Ibu sama bapak saja, Fatimah nurut saja..."ucap Fatimah dengan suara lembut.
Dan setelah beberapa hari Fatimah harus kembali ke pondok lagi untuk melanjutkan menimbah ilmu.
Pak Taufik dan ibu siti mengantar Fatimah ke pondok dengan menaiki taksi sedangkan adek adeknya tidak dibawa karena sedang sekolah.
Sesampainya di gerbang pondok satpam langsung membuka pintu gerbang dan taksi langsung masuk sampai didepan kediaman Kyai Muis.
Dan saat itu Abidzar sedang berlari lari pagi dan pak Taufik langsung menyapa nya.
"Assalamu'alaikum nak.." Ucap pak Taufik.
"Waalaikumsalam.. Jawab Abidzar dan langsung menjabat tangan pak Taufik untuk bersalaman.
" Silahkan masuk pak.. Buk.. "Ucap Abidzar sambil di depan pak Taufik.
" Terima kasih nak..
"Umi.. Abah.. Ada tamu.. " Ucap Abidzar memanggil kedua orang tuanya.
__ADS_1