
halo perkenalkan namaku Yuki Keita, aku seorang siswa SMA kelas 2.
aku seorang penyendiri pemalu yang hanya bisa bermain game.
lebih dari itu tak ada yang spesial dariku, nilai, penampilan,tinggi,berat badan, semuanya dalam batas normal.
semua dalam hidupku dalam batas normal, sampai aku bertemu dengan wanita populer di sekolahku.
dia pintar, cantik, tinggi, kaya, baik dan ramah, wanita itu bernama Hikari miya.
tak ada seorangpun yang membencinya dan tak ada orang yang tak menyukainya, termasuk aku.
semua orang ingin berteman dengannya, bahkan ada yang mencoba menjadikannya pacar dan kalian tau lah gimana akhirnya.
bagi seorang anti sosial seperti ku, berteman dengan nya itu sudah cukup.
tapi entah mimpi apa aku semalam, Hikari miya wanita paling populer di sekolahku mendatangi kelasku hanya untuk mencariku.
"permisi, aku ingin mencari Yuki Keita apa. dia ada ?"
wanita cantik itu memanggil ku, semua tatapan dikelas tertuju padaku, pandangan itu membuat ku mual saja.
lagian apa-apa dengan wanita ini? kenapa dia datang ke kelasku? apa dia ingin mengerjai ku?
"ha, itu saya"
aku berdiri sambil mengangkat tangan kananku.
wanita itu berjalan ke arah ku.
"perkenalkan namaku Hikari miya, salam kenal"
"ha,em namaku Yuki Keita salam kenal. ngomong-ngomong kenapa Hikari datang kesini?"
"ah itu, ada yang ingin bicarakan dengan mu"
semua tatapan tenang tadi berubah jadi tatapan membunuh. apa-apa situasi ini? lebih baik aku mati dari pada harus terjebak dalam situasi seperti ini.
"kalo boleh tau, apa yang ingin kamu bicarakan?"
"r-a-h-a-s-i-a"
ka-kawai, tak ku sangka wanita populer di sekolahku akan berbicara dengan nada seperti itu padaku.
"kalo begitu aku tunggu di gerbang belakang, sampai jumpa yuki-kun"
gerbang belakang......? bukannya itu tempat orang-orang mengakui perasaannya.
apa jangan-jangan dia ingin mengajui perasaannya? tidak tidak tidak, jelas itu tidak mungkin.
setelah hikari-san pergi keluar, gosip pun mulai menyebar di kelasku, mulai dari hubungan pacaran sampai hubungan gelap.
terserah mereka mau bilang apa, aku juga tak peduli selama mereka tak mengganggu koneksi internet.
"hei Keita kau populer juga ternyata"
salah satu temanku tiba-tiba merangkul pundakku dari samping.
ngomong-ngomong walau pun aku anti sosial, aku juga punya beberapa teman, salah satunya mereka beruda.
yang pertama orang yang merangkul tadi dia adalah temanku sejak SD, namanya wakaba Yama, dia terkenal dikalangan gadis.
sedangkan temanku yang satunya agak gemuk, namanya Yukari Utami, dia orangnya baik tapi juga tangguh, semua orang segan padanya. aku beruntung bisa berteman dengan mereka.
"populer pala mu"
aku melepaskan rangkulannya lalu merapikan pakaian ku yang kusut gara-gara nya tadi.
__ADS_1
"bisa-bisanya kau mendahului kami bodoh"
itami memukul kepalaku kesal sambil tertawa kecil.
"apa kau akan pergi?"
"pergi?"
"gerbang belakang"
"entalah, aku juga ragu"
"datangi saja, sapa tau kau ditembak"
Utami memukul pundakku, ayolah apa tiap bercanda harus memikul?
bel sekolah berbunyi menandakan bahwa saatnya untuk pulang
apa aku harus datang?kenapa dia begitu tertarik denganku?apa aku memiliki hal spesial sampai dia memanggilku? aku terus memikirkan nya hingga aku tak sadar aku telah sampai di gerbang belakang.
disana sudah ada hikari-san dengan 2 orang disebalahnya.
satunya pria dan satunya lagi wanita.
apa aku harus kesana?apa aku pulang saja? sial, dia melihat kearah ku.
"ah yuki-kun!!"
Hikari-san memanggil ku sambil melambaikan tangannya padaku.
aku menghela nafas lalu pergi menjenguknya.
"akhirnya kau datang juga ,yuki-kun"
Hikari-san tersenyum manis padaku, gawat dia begitu manis, aku hampir mimisan dibuatnya.
tanya wanita yang disebelah hikari-san dan mengerutkan keningnya padaku.
hoi jangan perlakukan aku seperti hewan buas atau orang bejat.
"yosh......ikuti aku"
hikari-san membawa kami kesebuah ruangan kosong dilantai tiga
"ruangan apa ini ?"
wanita tadi meilhat sekeliling sekaligus menjaga jarak denganku.
"pertama duduklah di kursi ditelah disiapkan"
"perkenalkan namaku Hikari miya,aku ketua OSIS saat ini dan ingin mengrekrut kalian menjadi anggota OSIS"
hah?apa?OSIS? maksud mu babu? tidak tidak, aku tidak ingin jadi babu. aku berdiri dari tempat dudukku
"maaf aku tak berminat"
"tunggu yuki-kun, kamu seorang otaku bukan?"
"hah?"
aku memalingkan wajahku dengan rona malu, apa-apa dia ini, kenapa dia tahu kalau aku seorang otaku?
"otaku? menjijikan"
kedua orang yang didampingku menatap ku jijik.
"sebenarnya aku juga otaku, tapi otaku game"
__ADS_1
"emangnya aku peduli?"
aku meninggalkan ruangan itu.
"tunggu, jadi OSIS digaji lho, dalam 1 Minggu OSIS digaji 300rb ,cukup menggiurkan bukan?apa kau yakin tidak mau?"
Hikari-san mencba meyakinkanku dengan uang gaji OSIS.
dengan uang 300rb aku bisa top up dan beli kuota tanpa minta Ama ortu.
tapi 300rb itu ditukar dengan keseharian ku yang tenang? apa itu setimpal?
"bagaimana? apa kau mau?"
dia menatapku penuh harapan.
"......maaf , aku tak ingin membuang waktu berharga ku demi uang 300rb"
aku pun pergi meninggalkan ruangan itu.
mana mungkin aku mau membuang waktu ku demi uang.
sepintas aku melihat wajah Hikari-san begitu malu sekaligus sedih seperti ingin menangis.
tapi aku tak peduli, bodo amat dengan OSIS aku ingin pulang.
aku pun berjalan pulang sampai kedepan gerbang sekolah
"yuki-kun!!"
seseorang memanggil ku dari kejauhan, suaranya tak asing lagi, suara ini suara, aku berbalik ke belakang, sudah kuduga.
"Hikari-san'
ada apa dengan wanita ini? sampe ngejar segala.
"kumohon,tolong masuklah ke dalam OSIS, apa kau ingin jadi bendahara? sekretaris?wakil? akan kuserahkan padamu, jadi kumohon padamu untuk bergabung lah ke dalam OSIS"
hikari-san perlahan berjalan mendekati Ku dan mengulurkan tangannya padaku.
"...."
aku diam sejenak dan memikirkan keuntungan dan kelebihan jadi OSIS.
kalau aku jadi OSIS kelebihannya nilaiku pasti naik,terus aku bakal dapat uang jajan tambahan.
tapi kekurangannya, aku bakal terkenal kalau aku terkenal pasti bakal jadi sorotan orang-orang dan kalau aku jadi OSIS waktuku untuk main game dan nonton anime bakal terkuras banyak.
"maaf, aku punya kehidupan yang aku harus jalani"
heh? tanpa kusadari aku orang pertama menolak Hikari miya. ini seperti menolak perasaan seseorang saja.
"......."
Hikari-san melihat kearah ku seperti ingin menangis, tapi ia tutupi dengan kedua tangannya.
"ra-rasanya seperti ditolak"
ucapnya keras hingga menarik perhatian orang-orang disekitar yang masih ekstra.
bisikan hujatan-hujatan mulai menyerang ku.
sedangkan hikari-san,......
ia berlari meninggalkan ku setelah kutolak.
...TBC...
__ADS_1