
nampaknya hirata sangat senang mendapat pinjaman uang, dan kita lihat apa dia bisa berguna dimasa depan nanti??
orang yang membully ku kemarin kembali masuk ke kelasku, memakai pakaian yang berantakan dan celana jeans yang ketat, dimataku dia seperti badut, tapi mungkin dia merasa seperti pangeran.
sekali lagi ku perkenalkan, orang yang berkuasa diangkatanku, kitaha tokki.
ia berjalan mendekati Hirata lalu menggodanya.
"yui-chan....."
kitaha memeluk Hirata dari belakang lalu mencium pipinya.
semua tatapan dikelas tertuju pada mereka.
"apa!?"
bentak kitaha pada orang-orang yang melihati mereka.
orang-orang pun mengalihkan pandangannya dari mereka berdua, termasuk aku.
apa mereka tak malu bermesraan di tempat umum?
mereka pasti merasa dunia ini hanya milik mereka berdua.
dilihat dari seberapa sifat mereka, mereka pasti sepasang kekasih.
sepertinya akan sulit untukku menagih hutang pada Hirata, sial seharusnya aku mencari informasi tentang Hirata dulu sebelum meminjamkannya uang.
yah, karena sudah terlanjur, setidaknya meski dia tak membayarnya dengan uang, dia harus membayarnya dengan cara lain, apapun itu.
orang-orang dikelas tiba-tiba menatapku
huh?apa?kenapa? aku yang pemalu menjadi pusat perhatian menutup merundukkan kepalaku ke meja lalu pura-pura tidur.
"apa yang kau lakukan sayang?"
__ADS_1
hikari-san berdiri didepan ku bersama dengan Anggota OSIS lainnya.
"apa?mereka beneran pacaran?"
"kenapa Hikari mau berpacaran dengan si tengil itu?"
"pasti Yuki sudah mengancam Hikari untuk menjadi pacarnya"
hinaan dan cacian meluncur padaku, mereka bingung kenapa orang sepertiku bisa berpacaran dengan hikari-san.
"ada apa?"
tanyaku dengan nada malas.
"kepala sekolah memanggilmu,sayang"
hikari-san menarikku lalu menggandengku layaknya orang pacaran.
hikari-san pun membawaku ke ruang kepala sekolah, sudah dipastikan, kepala sekolah ingin menanyakan apa aku berhasil membajak sekolah toki.
kami berdua pun masuk ke ruang kepala sekolah.
"Yuki Keita, ada yang ingin aku tanyakan padamu"
ucap kepala sekolah serius.
"ya?"
"bagaimana dengan proyek yang kau jalani? apa kau berhasil meretasnya?"
untuk beberapa saat aku terdiam memikirkan jawaban yang akan kulontarkan padanya, aku dan hikari-san sepakat untuk menipunya, tapi apa kami bisa menipunya?
"maaf, keamanan SMA toki benar-benar sulit untuk diretas, jika aku terus melanjutkannya, mungkin mereka akan melacak kita"
mendengar perkataanku, kepala sekolah terkejut lalu memintaku untuk menghentikan proyeknya.
__ADS_1
aku dan hikari-san pun keluar dari ruang kepala sekolah, lalu secara mengejutkan hikari-san memelukku lalu mencium cium pipiku.
"bagus Keita ,kau benar-benar pintar"
orang-orang disekitar yang melihat kami pun berlari menjauh, mereka pasti berpikir yang tidak-tidak tentangku.
"sudah hentikan , hikari-san"
aku mendorong memintanya melepaskan pelukannya.
"eh? hikari-san? sudah kubilang kau harus memanggil ku miya"
"....."
aku yang malu hanya membalikkan badanku lalu pergi meninggalkannya.
"kenapa? kau takut?"
"takut?"
tiba-tiba emosiku pecah , penakut adalah kata paling kubenci, aku kembali menatap mata hikari-san.
cuma memanggil nama depannya saja bukan?itu perkara mudah bagiku, kalau dia ingin dipanggil dengan nama depannya, baiklah dia akan mendapatkannya.
"miya-chan"
ucapku dengan malu
"eh?"
muka hikari-san tiba-tiba berubah merah, sepertinya dia lebih malu daripada aku.
huh, padahal dia yang minta tapi dia yang malu.
dasar wanita aneh.
__ADS_1
"aku pergi dulu, miya-chan"
aku pergi meninggalkannya