Ketua OSIS Tiba-tiba Merekrut Ku

Ketua OSIS Tiba-tiba Merekrut Ku
pinjaman


__ADS_3

semalam aku tidur diatap bersama wanita idamanku, benar-benar sulit dipercaya aku tinggal dengan wanita cantik dan anggun.


cahaya hangat menyinari sebagian wajahku, membuatku terbangun dari tidurku.


aku mengangkat tubuhku dan bertahan dengan posisi duduk karena ilusi kasurku terus menerus menarikku untuk kembali tidur.


plak.............


suara panci terjatuh dari dapurku, sontak aku mengambil sapu dibalik pintu kamarku sebagai senjata untuk memukul orang yang berani masuk ke apartemen ku tanpa izin/pencuri


perlahan aku mengendap-endap menuju dapur dan mengintip dari kejauhan. sepintas bayangan bayangan sedang menggeledah kulkasku.


sepersekian detik aku mengumpulkan keberanianku dan menyerangnya dari belakang dengan sapu.


"maling!!!"


aku berlari menuju kearah pencuri itu sambil memegang sapu dan mencoba memukul nya.


tak sempat mendaratkan pukulanku, pencuri itu memegang kedua tanganku lalu menjatuhkan ku layaknya seorang ahli bela diri difilm.


"maling apa maksudmu?"


suara tak asing ditelingaku, orang yang kukira pencuri ternyata hikari-san.


"lalu, berani sekali kau menyerang orang bersabuk hitam seperti ku"


"kukira kau pencuri"


aku berdiri lalu merapikan pakaianku seolah-olah kotor karena dibanting olehnya.


"hahahaha kau ini kebanyakan nonton film Hollywood ya?"


hikari-san terus-menerus menertawai ku, meskipun begitu dia tetap sangat cantik dan menawan


"yah seperti nya aku orang bodoh, menyerang wanita idamanku dari belakang"


sial, aku tak sengaja mengatakan kalimat dipikirkanku ke mulutku.


"...hah?"


hikari-san terdiam, wajahnya berubah jadi merah tomat lalu memalingkan wajah malunya.


"um..itu aku pergi mandi dulu"


aku pergi mandi untuk menghindari rasa Malu ku.


bisabsia nya kalimat dipikirkan ku keluar begitu saja,sial seharusnya aku bisa mengatur mulutku.


selesai mandi aku bergegas menuju ke sekolah sendirian supaya aku tidak jadi pusat perhatian.


"hikari-san, aku pergi dulu ya!!"


"hah?um ya"

__ADS_1


balas hikari-san dari dalam kamar mandi.


"nanti ketemuan di ruang OSIS jam istirahat nanti"


"Um.... ya"


aku pergi ke sekolah sendirian seperti biasanya dengan senyum.


masih tak bisa kupercaya, aku dan hikari-san tinggal bersama.


sepanjang jalan aku tersenyum seperti orang mesum, orang-orang disekitar ku melihatku aneh.


aku tak peduli, yang terpenting aku tinggal dengan wanita idamanku.


sesampainya di kelas aku duduk di kursi lalu tiduran dimeja mengkhayal sesuatu bersama hikari-san.


tunggu.......bukannya hikari-san memanggilku Keita, berarti aku boleh memanggilnya miya??


lalu dia bilang kalau kami pacaran, apa dia benar-benar suka padaku??


agh..... sial


"ah.... uangku kurang"


salah satu wanita dikelasku mengeluhkan sesuatu tentang uang membuat perhatian ku tertuju padanya.


wanita itu kalau tidak salah namanya umm.... Hirata Yui, dia salah satu siswa populer di sekolahku. dia cantik manis dan imut seperti hikari-san.


apa aku harus membantunya??


mungkin dia akan berguna nanti, lagi pula saat ini uangku lebih dari kata cukup.


aku membuka hpku lalu membuat akun fake untuk mengobrol dengannya.


pertama aku akan basa-basi untuk menawarkannya sejumlah uang dengan syarat pengembalian tanpa bunga.


aku mengirim pesan pertamaku padanya.


"kau butuh uang cepat? aku bisa meminjamkan uang padamu dengan syarat pengembalian uang utuh dalam waktu 1 bulan."


itu pesan pertamaku yang KuKirim.


aku langsung menoleh pada Hirata untuk melihat reaksinya.


dia tampaknya terkejut tapi dia hanya diam lalu melihat kearah teman-temannya.


"hei, kau yang buat pesan ini bukan?"


bentak Hirata pada teman-temannya.


"eh? apa maksudmu?"


"aku memang butuh uang, tapi aku tak akan mengemis"

__ADS_1


"emang apa isi pesannya"


mereka melihat pesan yang KuKirim dengan serius.


"sepertinya dia serius, lebih baik kau coba dulu"


usul temannya


"hah? jelas-jelas ini penipuan"


"terserah"


"ya baiklah akan kucoba"


Hirata membalas pesanku


Ting****


hpku berbunyi. sial mereka melirikku, terutama Hirata, dia menatap tajam padaku.


aku pura-pura sedang mengangkat telepon seperti menelpon seseorang.


saat mereka tak memperhatikanku, aku mengirimkan pesan padanya berisi:


"berapa jumlah uang yang kau inginkan? lalu kirimkan no rekening mu"


Hirata membalas kembali pesanku:


"uang yang kuinginkan 4jt dan no rekening nyaXXXXXXXX"


aku membalasnya:


"kirimkan foto KTP/kartu pengenalmu "


Hirata benar-benar mengirimkannya.


setelah menyimpan data lengkapnya, aku mengirimkan uang sebesar 4 jt padanya.


Hirata terdiam terkejut melihat uang yang KuKirim kan


"di-dia benar-benar mengirimkannya....."


ucap Hirata ketakutan.


"yang benar saja???!!"


mereka semua berteiak heboh di sana.


untuk memastikannya aku mengirimkan pesan:


"dalam jangka 1 bulan kau harus mengembangkan uang itu secara utuh, jika tidak kau akan tau konsekuensinya. data tentang mu telah saya simpan"


Hirata membalas:

__ADS_1


"ya, terimakasih"


__ADS_2