
saat ini aku terjebak di dalam sebuah ruangan bersama dengan Anggota OSIS lainnya, tentu itu termasuk dengan hikari-san.
didepan ku ada sebuah meja bersih dan diatasnya terdapat komputer.
dengan canggung aku menghidupkan komputer itu,menunggu loading 1 menit seperti menunggu 1 jam.
aku me refresh komputer nya lalu mencoba meretas keamanan SMA toki.
hikari-san berkata padaku kalau keamanan SMA toki sangat kuat, jadi aku harus berhati-hati dalam mengambil langkah.
setelah mengotak-atik keamanannya selama 2,5 menit, keamanannya berhasil ku retas.
heh? kuat? kuat apa maksud nya?anak SD pun bisa meretasnya.
hikari-san dan yang lainnya melihat ku dengan serius padahal SMA nya telah berhasil ku Retas.
"anu, hikari-san ini telah berhasil ku bobol, lalu kau ingin aku mengambilnya berapa banyak?"
aku menggaruk pipi ku lalu kembali menatap monitor.
"hah?"
hikari-san dan kedua anggota nya berteriak tercengang tak percaya apa yang kukatakan.
"s-secepat itu?"
tanya pria OSIS yang berdiri di samping kananku.
"kau hebat sekali kak"
"Haha"
aku tertawa santai.
"a-apa kau tidak akan ketahuan?"
hikari-san menatapku dengan cemas lalu memegang pundakku.
"ah,pertama kita ambil uang yang kita butuhkan, lalu membuat catatan palsu dan menghapus jejaknya"
jelasku
"kalau begitu sebagai permulaan ambil 10% saja"
"baiklah"
aku kembali me fokuskan pada komputer dan akan mengambil uang yang ada di SMA toki.
a-apa? 10 miliar? sebesar itu tabungan SMA toki? yang benar saja? 10 M? kalau kami mengambil 10 % berarti kami mengambil 1M?
oi oi yang benar saja.
"kau ingin aku mengambil 10% kan?"
"ya"
seperti yang disuruh hikari-san aku mengambil 10% dari keseluruhannya, lalu memasukkannya ke dalam rekening sekolah kami dan menghapus jejak ku.
"yosh, selesai"
aku meregangkan tubuhku lega.
"sudah?"
"mm,iya silahkan periksa sendiri"
tak berselang lama, hp hikari-san berbunyi lalu dia melihat pesannya.
"oh, ya sudah masuk, aku periksa dulu"
hikari-san pergi keluar untuk memeriksa uangnya.
"tak kusangka kau punya bakat yang hebat kak"
pria OSIS ini memujiku dan mulau memandangku sebagai kakak kelas.
"ah.... terimakasih itu?"
__ADS_1
"oh ya aku lupa memperkenalkan diri, namaku hayasaka Yuki bisa dipanggil Yuki"
oh jadi itu namanya
"anu, perkenalkan juga namaku otoboki Yui"
wanita OSIS juga memperkenalkan dirinya.
tiba-tiba pintu terbuka keras, kami bertiga terkejut lalu melihat kearah arah pintu.
ternyata itu hikari-san, dia tampak ketakutan, diam membeku melihatku.
seperti zombie dia berjalan kearah ku perlahan Dengan ketakutan dia mulai berbicara.
"k-keita?"
hikari-san memegang tanganku dengan gemetar.
"apa kita akan ketahuan?"
lanjutnya
"sepertinya tidak sih"
aku tertawa kecil sambil menggaruk kepala.
"memangnya ada apa ketua?"
otoboki-san bertanya pada hikari-san
dengan gemetar hikari-san menarik ku keluar dari ruang itu lalu membawaku ke tempat sepi.
dia terlihat begitu ketakutan, keringat dingin mengucur dari kepalanya.
hikari-san menelan ludahnya melihatku dengan serius.
"satu miliar? yang benar saja"
"kau ingin aku mengembalikannya?"
"bukan itu maksudku"
"tenang, kita tidak akan ketahuan"
aku mencoba menenangkan hikari-san, tapi dia tak langsung mempercayai ku dan masih saja ketakutan.
setelah beberapa menit kemudian dia kembali tenang dan mengambil sesuatu disakunya, hikari-san mengeluarkan sebuah amplop tebal lalu memberikannya padaku.
"apa ini?"
aku menerimanya dan melihat isinya,aku tercengang melihat isinya.
uang?apa ini? apa ini gajiku? jumlah uangnya berkisar 20-25 juta. aku melihat hikari-san menunjuk pada amplop yang ku pegang.
"itu gaji pertamamu, besok kau akan mendapatkan nya lagi, 2 kali lipat"
"be-beneran?"
"uang 1 miliar itu, akan jadi milik kita berdua"
ucapnya pelan.
kita berdua? apa itu maksudnya dia dan aku?
"lalu bantuan sekolah?"
"berikan saja sebagian kecil, dan sisanya akan jadi milik kita"
dengan diam aku menatap tak percaya sifat asli hikari-san. wanita cantik dan menawan sepertinya memiliki sifat busuk didalamnya.
apa aku boleh menerima nya? itu berarti aku dan dia akan menjadi mitra? apa itu akan baik-baik saja? apa dia tidak mengkhianatiku?
"mulai sekarang,ayo kita menjadi mitra"
hikari-san mengulurkan tangannya padaku, setelah tau sifat aslinya aku dengan percaya diri menerima tawarannya.
tidak kusangka ternyata kami sangat mirip, sama-sama mempunyai sisi busuk.
__ADS_1
"kalau begitu aku pergi dulu, aku akan memindahkann uangnya ke rekening ku"
"ah, mm"
aku mengangguk mengerti lalu melambaikan tanganku padanya.
setelah percakapan itu, aku kembali ke kelas untuk mengambil tasku, lagian ini sudah 30 menit dari waktu pulang.
untuk sekarang aku tak perlu mencemaskan keadaan ku sekarang karena aku mempunyai uang cukup banyak.
tapi aku tak habis pikir wanita itu mempunyai sisi licik seperti itu, apa aku bisa mempercayai nya?
selagi aku punya uang, aku langsung membayar SPP dan uang sewa apartemen ku lalu membeli perlengkapan sehari-hari dan bahan makanan baru.
...XXXXX...
Sesampainya aku di apartemen ku aku membuka kembali uang tadi dan mencium nya.
mm.....sudah lama aku tak mencium bau uang. aku diam berpikir betapa borosnya diriku, dalam sehari aku menghabiskan 2 juta, yah meskipun itu untuk kebutuhan sehari-hari tapi 2 juta bukan jumlah kecil.
apa lebih baik aku berhenti sekolah dan menekuni bakatku? tapi jika aku ketahuan aku pasti dipenjara atau bahkan dihukum mati.
tiba-tiba ada orang yang menelpon ku,
"hikari-san?"
gumamku melihat hpku yang berdering.
"halo?"
aku mengangkatnya.
"halo Keita apa kita bisa bertemu?"
"ga"
"kalau gitu aku kerumahmu"
"hah?"
dia langsung mematikan telponnya.
dia kesini lagi? dengan cepat aku segera mengganti baju dan celana lalu membersihkan apartemen ku.
apaan wanita itu? kenapa dia yang memutuskan dia ingin kesini? emangnya ini apartemen nya? dasar.
tapi entah kenapa jantungku berdetak kencang setiap detiknya, aku seperti anjing yang menunggu tuannya.
lalu kenapa aku membersihkan apartemen ku?
"permisi, Keita"
pintu depan terbuka, seorang wanita masuk dengan elegan. tentu kalian bisa menebak siapa wanita itu. ya itu hikari-san.
"ada apa?"
tanyaku dengan raut wajah malas.
"nih"
hikari-san melemparkan sebuah tas besar berat padaku.
"apa ini?"
"bukannya sudah jelas, itu tas"
"lalu apa isinya?"
"pakaian ku"
hah? pakaian nya? kenapa dia membawa pakaian nya kesini? apa dia ingin tinggal disini?
"maksudnya?"
tanyaku serius lalu meletakkan tasnya kelantai.
"aku akan tinggal disini"
__ADS_1
ucapnya santai.