Ketua OSIS Tiba-tiba Merekrut Ku

Ketua OSIS Tiba-tiba Merekrut Ku
tertolak yang kedua kalinya


__ADS_3

lengkingan suara terdengar tepat disampingku, tapi mencoba untuk tak menghiraukan nya.


aku menarik selimut dan melanjutkan mimpi indah ku.


"kakak!!!"


"kakak, ayo bangun lihat matahari udah siang"


suara gadis kecil lainnya mencoba membangunkan ku, ternyata itu alarm hpku yang sengaja kusetel.


"ya ya aku bangun"


aku bangun lalu melirik jam Beker yang dimeja ku, jam itu menunjukkan pukul 6:45


"agh......"


aku langsung berlari ke kamar mandi dan bersiap untuk pergi ke sekolah.


......XXX......


aku berlari kesekolah sekencang mungkin sampai didepan gerbang.


huh untung aku tidak terlambat, aku sampai 5 menit sebelum bel masuk.


tepat sebelum pintu masuk gedung sekolah aku melihat hikari-san berdiri sambil memainkan ponselnya.


"Yo Keita!"


tiba-tiba Utami merangkulku dari belakang, yosh bagus Utami kau datang diwaktu yang tepat.


aku dan Utami berbincang begitu keras sampai melewati hikari-san.


"yuki-kun....."


Hikari-san nampaknya tak jadi memanggil ku karena aku bersama Utami.


aku sengaja berbicara keras dengan Utami agar membuat ku seolah-olah tak melihat hikari-san.


"Keita, kau baik-baik saja?dari tadi tingkah mu gelagapan"


Utami memandangi ku dengan heran lalu berbalik ke belakang melihat hikari-san.


"jadi?gimana pertemuan kemarin?"


Utami menanyakan pertemuan kami kemarin dan menyenggol ku dengan sikunya.


"aku diundang ke dalam OSIS"


"eh?beneran?terus kau terima?"


"kutolak"


"kenapa?"


"merepotkan, jadi pusat perhatian, buang-buang waktu"


aku meletakkan tasku diatas meja dan melanjutkan obrolan kami.


"harusnya kau terima, banyak orang yang ingin jadi OSIS"


"aku bahkan ditawarkan jadi wakil OSIS"


aku menggaruk pipiku sambil tertawa kecil melihat keluar jendela.


"apa!?"


Utami berteriak sangat keras dan menghantam mejaku dengan kedua tangannya.


"bisa-bisanya kau menolak semua itu,bodoh"

__ADS_1


dia tertawa sambil memukul kepalaku.


tak lama kemudian guru masuk dan memulai pelajaran.


seperti biasa, aku hanya menggambar dan tidur selama jam pelajaran sampai bel istirahat.


"ayo Keita, mau ikut ke kantin?"


Yama dan Utami mengajakku ke kantin dan seperti biasa aku ikut.


"kira-kira malam ini hujan ga?"


mereka berdua sedang mengobrolkan sesuatu, tapi aku tak peduli.


aku masih memikirkan tawaran hikari-san kemarin, apa lebih baik aku menerima tawarannya?


"Keita, Keita....hoi Keita"


"heh?apa?"


aku melihat sekelilingku dan didepanku sudah ada Hikari-san yang berdiri di depanku.


heh? alah? kok?gimana ceritanya kami bisa ketemu?


"ha-halo yuki-kun"


hikari-san menatapku lalu menundukkan kepalanya kebawah, ia tampak malu.


apa karena kejadian kemarin dia malu ?


"ha-halo juga"


aku melambaikan tanganku padanya dengan malu, orang-orang disekitar kami seketika memperhatikan kami.


sedangkan kedua temanku telah kabur, dasar pengkhianat, ninggalin temannya dalam kesusahan.


"ma-maaf aku tak berminat"


aku menunduk meminta maaf lalu lari pergi meninggalkan nya.


"Yuki....."


aku menoleh kebelakang melihatnya, lagi-lagi dia seperti ingin menangis.


kenapa harus aku yang jadi sasaran? kenapa harus aku?


aku berlari kembali ke kelas ,disana sudah ada 2 kedua temanku duduk di bangku dan mejaku.


"dasar kalian,kenapa kalian meninggalkanku tadi?"


aku menjitak kepala mereka.


"sudah-sudah, nih makan aku yang traktir"


Utami memberiku sebungkus roti padaku, awalnya aku menolak tapi dia memaksaku sebagai tanda minta maaf nya.


"ne....Keita, mending terima aja tawarannya"


Yama menatapku serius dengan mulut penuh roti.


"lebih baik kau telan makananmu baru kau bicara"


"ya Keita, lebih baik terima dulu"


Utami juga ikut-ikutan menyuruhku untuk gabung OSIS.


"nanti gajinya bisa buat beli skin"


"ya ya nanti ku pikirkan kembali"

__ADS_1


"gimana kalo pulang nanti kita pusat game?"


"ah, tentu"


"ok"


...BEL PULANH SEKOLAH...


"ayo Keita"


kami pergi ke pusat game dimall terdekat, sepanjang perjalanan aku merasa diikuti tapi setiap aku menoleh ke belakang tak ada seorangpun , itu terus terjadi hingga kami sampai di pusat game.


"ah aku kelupaan sesuatu, aku pergi dulu, kalian main aja dulu"


aku berlari meninggalkan mereka.


siapa? siapa yang mengikuti kami tadi?


aku turun ke lantai satu tempat yang paling ramai dimall, saat dia terjebak di kerumunan aku akan naik ke atas dan mencari orang yang paling mencurigakan.


"siapa?"


gumamku sambil menatapi kerumunan orang-orang dibawah, tapi tak ada yang mencurigakan sama sekali, atau itu hanya perasaanku saja?


tidak tidak, tidak mungkin hanya perasaanku, kalaupun itu perasaanku, aku pasti sudah tenang, tapi ini, aku sama sekali tak bisa tenang. pasti ada yang mengikuti kami.


ah .......apa mungkin orang itu bukan mengikuti ku tapi mengikuti Yama atau utami.


aku bergegas kembali ke pusat game mencari mereka berdua.


aku melihat Utami sedang bermain mengambil jam tapi aku tak melihat Yama.


dimana dia?


aku keliling sampai aku melihatnya ada di game punt in up.


aku pun bernafas lega melihat kedua temanku baik-baik saja.


tapi dibalik itu, ada seorang wanita mencurigakan di dibelakang Yama.


wanita itu memakai seragam seperti SMA kami ,apa jangan-jangan dia naksir dengan Yama?


aku menghampiri wanita itu.


"anu"


aku memegang pundaknya dengan lembut.


"yu yu yu yu-ki-kun?"


Hikari-san? kenapa dia disini?


"hikari-san? jangan-jangan kau menguntiti kami?"


"heh? mana mungkin"


Hikari berdiri mengibaskan rambut hitam panjang nya dengan sombong.


"ya, mana mungkin"


aku berjalan menjauhinya sejauh mungkin.


"Yuki-kun"


"sampai jumpa hikari-san"


sial kenapa aku bisa bertemu dengan nya ditempat seperti ini? apa jangan-jangan Hikari-san menyukai Yama, dia sengaja mendekati ku untuk jadi perantara nya dengan Yama.


hmm aku mulai paham situasi sekarang, aku adalah jembatan untuk mereka berdua ya.

__ADS_1


__ADS_2