Ketua OSIS Tiba-tiba Merekrut Ku

Ketua OSIS Tiba-tiba Merekrut Ku
pembullyan


__ADS_3

halo namaku Yuki Keita, siswa SMA kelas 2 biasa, aku tak punya kelebihan atau kekurangan, bisa dibilang aku ini normal.


aku juga tinggal sendiri di apartemen ku, kedua orangtuaku cerai sejak aku berumur 10 tahun.


tapi tak ada yang tahu kalau aku hidup sendiri, ya itu karena aku tak memberi tahunnya.


apa?biaya hidupku? tentu aku punya pekerjaan untuk mencukupi kebutuhan hidup ku.


aku bekerja dikantor korup sebagai ob , dimana semua karyawannya hanya mementingkan diri sendiri,orang yang tertangkap karena korupsi hal wajar dikantor ku.


kebetulan aku dekat dengan kepala kantor nya, hampir setiap hari aku mendapat bonus/uang yang jumlahnya cukup banyak.


dengan uang itu aku bisa membeli peralatan rumah dan peralatan sekolah bahkan item-item mahal di game dan membayar les privat.


tapi tak semua uang itu kuhabiskan, beberapa dari uang itu aku tabungkan.


uang itu kupergunakan untuk biaya masuk kuliah.


dengan bekerja disana membuat hidupku terpenuhi, sampai ada berita buruk kalau kantor tempatku bekerja kebakaran.


"kebakaran?"


aku terdiam terbeku melihat berita kantor ku terbakar


lalu bagaimana aku mencari uang untuk makan kalau tempat kerjaku terbakar?


tenang, ambil positifnya dulu, setidaknya aku telah menabung untuk kuliah ku nanti.


setidaknya aku tak perlu memikirkan biaya masuk kuliah nanti.


tapi sekarang aku harus segera mencari pekerjaan baru untuk membiayai hidupku.


...xxx...


seperti biasa,aku datang pagi-pagi kesekolah untuk menghindari serangan dari Hikari-san.


sudah kuduga baru aku yang datang dikelas, mumpung sepi lebih baik aku tidur.


aku mencium aroma yang tidak asing di hidungku, aroma ini.......


aku seketika bangun melihat kedepanku.


"hikari-san?"


perlahan aku membuka mataku,dengan samar seseorang berdiri di depanku.


"Hikari ?hahahah"


orang yang berdiri di depanku tertawa terbahak-bahak mendengar perkataan ku.

__ADS_1


emang ada yang salah dengan ucapanku? tunggu ini bukan suara wanita. dia pria! pria ini kalau tidak salah dia seorang pembully di sekolahku pria ini bernama Kitaha tokki.


"kau barusan bicara apa hah pecundang?!"


kitaha membentakku sambil meletakkan satu kakinya diatas mejaku.


"maaf"


aku berdiri dengan memejamkan mataku.


semua orang melihat kami berdua, tapi tak ada satu pun mencoba menghentikan nya.


"apa?! kenapa kalian melihatku?!"


tatapan yang tadinya tertuju pada kami seakan menghilang setelah dibentak kitaha.


"apa kau mau jadi budakku? sebagai gantinya kau tidak akan ku bully"


hah?jadi budak nya?yang benar saja, lebih baik aku mati dari pada aku jadi budak.


aku mengepalkan kedua tanganku menahan untuk tidak memukul wajahnya.


"apa? kau tidak mau?"


kitaha menampar wajahku cukup keras.


aku mendengar suara tak asing ditelingaku.


dia,dia hikari-san? kenapa dia memanggilku 'keita'?


"kau ini siapanya?kalian keliatannya akrab"


kitaha berjalan mendekati hikari-san,mereka saling menatap satu sama lain.


"aku pacarnya"


semua orang melihatku tak percaya.


hah? kapan? sejak kapan aku berpacaran Dengannya?


tidak tidak ini harus di segera diluruskan.


aku berdiri dan mencoba meluruskan kesalahpahaman ini.


"keita-kun kau tidak apa-apa?"


hikari-san mengelus pipiku yang habis ditampar.


sial, dengan ini aku jadi lebih sulit mengelak.

__ADS_1


"kalau kau masih menyentuh keita-kun, siap-siap terima ganjaran nya"


hikari-san mengancam kitaha.


kitaha hanya diam lalu pergi meninggalkan kami.


"hoi apa maksud semua ini?"


aku berbisik pelan ke hikari-san.


"ayo ikut aku"


Hikari-san menarikku keluar, semua orang melihat kami.


mereka semua membicarakan tentang ku dan Hikari-san, tak jelas apa yang mereka bisikan tapi intinya mereka pasti membicarakan kami.


"apaan semua ini?"


aku melepaskan genggaman tangan hikari-san.


"kau kehilangan pekerjaankan?"


"heh?"


"kantor tempatmu bekerja kebakaran bukan?"


"itu......"


aku memalingkan wajahku darinya.


"kau lagi butuh uang? lebih baik kau masuk OSIS"


"tidak! lebih baik aku mencari pekerjaan lain dari pada harus jadi babu sekolah"


"lalu kau ingin kerja apa Keita?"


"terserah asalkan aku dapat uang, lalu jangan panggil aku Keita"


aku meninggalkan nya.


"kalau kau tak pura-pura jadi pacarku, kau bakal di-bully lagi"


aku terdiam sejenak menggigit bibir bawahku memikirkan konsekuensi nya kalau aku berpacaran dengannya. apa aku masih akan dibully?


"bagaimana?"


tanya nya lagi, tapi aku tak peduli lalu pergi meninggalkannya.


aku menolak bergabung OSIS sekaligus menolak menjadi pacar palsunya, pria macam apa aku ini.

__ADS_1


__ADS_2