
huh....... akibat kantor tempatku bekerja kebakaran, aku jadi sulit untuk mencari uang.
mana uang apartemen, listrik dan les belum dibayar, mungkin sebentar lagi aku akan diusir.
atau, ku gunakan saja uang tabungan ku? tidak tidak tidak, jangan gunakan ,itu malah akan mengundang lebih banyak masalah.
tapi untunglah Sekarang aku bekerja di sebuah minimarket yang dekat apartemen ku, dan aku dapat shift malam yang dimana aku bekerja mulai jam 6-12 malam.
memang penghasilan nya tak sebesar dikantor ku dulu, tapi ini cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
aku melihat jam di hpku yang menunjukkan jam 23:45 yang berarti 15 menit lagi aku pulang.
"Yo anak baru kalau kau ingin pulang sekarang tidak apa-apa"
salah satu senior di minimarket berbicara padaku seakan kami telah akrab.
"tapi belum waktunya pulang"
"sudah-sudah sana pulang,nanti keluarga di rumahmu khawatir"
"mm, terimakasih"
aku mengganti pakaianku dan pergi pulang ke rumahku. jalanan begitu sepi dan gelap , maklumlah bukannya ini udah malam.
untungnya jarak minimarket ke rumahku cuma beberapa blok.
dari kejauhan aku melihat bayangan hitam berdiri di depan pintu apartemen ku, siapa itu? maling ?perampok? aku segera mengambil hp disaku siap-siap menelpon polisi. perlahan aku mengendap-endap mendekati sosok bayangan itu.
bayangan itu melihat kearah ku, gawatbapa yang kulakukan? tanganku bergerak sendiri dan berkeringat dingin.
langkah kaki mendekat, jantungku berdetak kencang menelpon nomor darurat.
"hai, Keita"
hah?hikari-san?kenapa dia disini?
"hikari-san,apa yang lakukan disini?"
"cuma mampir"
"apa orang tuamu tidak mencari mu? lalu bagaimana kau tau tempat tinggalku?"
hikari-san mengkerutkan dahinya, sepertinya dia kesal karena aku terlalu banyak melontarkan pertanyaan.
"dari mana saja kau? udah jam 12 kenapa baru pulang?"
"heh? inikan rumahku, kenapa kau yang marah?"
aku membuka pintu lalu mengajaknya masuk, hikari-san nampaknya terkejut melihat ruangan apartemen ku, dia melihat sekeliling bahkan memeriksa kamar mandi ku.
"lalu mana orang tua mu?"
Hikari-san duduk di kursi sambil mengeluarkan barang-barang yang ada di tasnya.
apa aku harus memberi tahunya kalau aku hidup sendiri?
"mm....itu ..... orangtuaku pergi"
dia terkejut tapi hanya diam membeku, lalu melihat ku dengan tatapan kosong seperti tak percaya.
"yang membersihkan dan mencari uang selama ini....?"
"aku sendiri"
aku menuangkan kopi ke cangkir didepannya.
dia menundukkan kepalanya dan merasa bersalah telah bertanya seperti tadi.
"hmm, aku pulang dulu"
hikari-san beranjak dari tempat duduknya lalu pergi keluar dari apartemen ku.
"sampai jumpa besok, Keita"
dengan lembut dia melambaikan tangannya padaku dan tersenyum tipis.
"....."
__ADS_1
aku hanya diam lalu menutup pintu.
sebaiknya aku tidur, dari pada kesiangan untuk sekolah besok.
...xxx...
sial, perutku sakit sudah beberapa hari aku telat makan untuk menghindari pemborosan.
"Yo Keita"
Yama tiba-tiba menepuk pundakku dengan tertawa bahagia
sepertinya dia berhasil menembak wanita lagi, yah itu wajar karena dia terkenal juga cukup tampan.
"bisa tidak kalau nyapa tidak perlu memukul ku?"
bentakku dengan nada bercanda.
"sorry sorry"
"kali ini kau berpacaran dengan siapa?"
"itu......hahahaha"
lagi-lagi dia memukul ku.
tak selang berapa lama, guru datang ke kelasku untuk mengajar.
seperti biasa, selama jam pelajaran aku hanya tidur dan menggambar tak jelas dibuku.
waktu istirahat.
"Yo Keita, kami ingin kekantin, kau ikut?"
"tent-"
tunggu, aku harus hemat kalau aku ikut ke kantin, bisa-bisa aku tak bisa makan pulang nanti.
"tidak ah, aku ngantuk"
aku meletakkan kepalaku dimeja seperti ingin tidur.
Utami menatap curiga padaku.
"apa kau ada masalah?"
lanjutnya.
"itu....."
aku mengepalkan tanganku dan menggigit bibir bawahku,mencari alasan tepat untuk menyangkal semu kecurigaannya.
"hei itu urusan pribadinya,kita tak berhak untuk mencampurinya"
Yama mendorong jauh Utami lalu mengajaknya ke kantin.
kerja di minimarket tidak akan cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupku, apa lebih baik aku menerima tawaran hikari-san?
lagi pula gajinya sangat besar, lebih besar dari gaji ku bekerja di minimarket.
"hai pacarku"
hikari-san tiba-tiba berdiri didepan ku, kenapa dia disini?
orang-orang melihat kami dan membicarakan tentang hubungan kami.
tapi sepertinya hikari-san tak peduli apa yang dikatakan orang-orang.
"kenapa kau disini?"
"ayo ikut aku"
hikari-san menarikku membawaku ke kantin.
"kenapa kau membawa ku kesini?"
"untuk makanlah, memangnya ada alasan lain?"
__ADS_1
"kau tau bukan?.,......kalau aku"
"aku yang bayarin"
hah?dia yang bayarin? kenapa dia begitu peduli denganku?apa dia su-suka padaku?
dia memesankan ku 1 mangkuk besar mie dan nasi.
"makanlah, aku tau kau sangat kelaparan"
ucapnya tersenyum manis padaku.
oh tuhan, kenapa dia begitu manis?kenapa wanita cantik sepertinya begitu baik padaku?
apa yang sebenarnya dia rencanakan?
"te-terima kasih"
aku memakan makanan yang telah dia pesan.
enak!!!
memakan habis makanannya dan ditemani wanita super cantik disampingku.
setelah makan, ia membawaku ke ruang OSIS
disana sudah ada 2 anggota kemarin yang bekerja.
"bagaimana? apa kau ingin bergabung menjadi OSIS?"
tanya hikari-san.
kebetulan, aku baru saja ingin memulai percakapan,tapi dia yang membukanya duluan.
"kenapa? kau begitu tertarik denganku?"
dengan malu menanyakan itu padanya.
hikari-san tampak ragu menjawabnya, tapi dengan yakin dia melihatku.
"aku membutuhkan mu untuk membobol kemanan SMA lain"
"hah?"
apa? membobol? apa maksudnya? bukannya itu tindakan kriminal? bisa-bisa kita kena tangkap polisi.
"saat ini SMA kita butuh dana untuk membangun fasilitas lebih untuk jadi sekolah nomor 1, tapi kita kekurangan dana. jadi aku membutuhkan kemampuan mu untuk membobol SMA lain lalu mengambil uang mereka"
"tidak tidak ,aku tidak ingin melakukan itu, bukannya itu kejahatan?"
aku menolaknya mentah-mentah lalu mencoba pergi dari ruangan ini.
tapi hikari-san memegang tanganku, dia menatapku penuh harapan sama saat kami bertemu.
aku menelan ludah, diam sejenak melihat kearah dua anggota lainnya.
tampaknya mereka setuju dengan keputusan hikari-san.
"kenapa tidak menggalang dana?"
usulku
"kami pernah menggalang dana, tapi tak ada yang menyumbang"
aku menggaruk kepala memikirkan bagaimana cara pergi dari tempat ini.
kalau aku menerima nya lambat-laun aku akan ditangkap polisi, kerana aku yang membobolnya.
aku menarik tanganku lalu pergi keluar, tidak mungkin aku tinggal 1 atap bersama orang-orang seperti mereka.
"yuki-san"
anggota OSIS pria disana memanggil ku keras dan menghantam meja cukup keras.
"kumohon lakukan"
dia menundukkan kepalanya, dia memohon kepadaku.
__ADS_1
"tidak"
ucapku singkat lalu benar-benar keluar dari ruangan itu dan membanting pintu cukup keras.