Ketulusan Cinta Sang Cassanova

Ketulusan Cinta Sang Cassanova
02. Pesan Zacson


__ADS_3

" Mama ayo dong ma, lama banget sih di kamarnya Rania lapar nih" seru Rania sambil mengetuk pintu kamar Nadya.


"Iya sayang mama sebentar lagi keluar, kamu sama papa tunggu di meja makan aja" jawab Nadya dari dalam kamar.


"Mama kenapa sih aneh banget deh, semalam juga hari ini lagi ya ampunnnn,,,, ada apa sihh" kesal Rania sambil menuju meja makan.


"Kamu kenapa sih sayang, kok cemberut gitu"tanya Zacson saat yang sudah mennunggu di meja makan.


"Coba deh papa pikir, kok mama tumben banget lama di kamar, aneh bukan? tanya Rania dengan wajah kesalnya.


"Ya mungkin mama kamu masih dandan"ucap Zacson seadanya.


"What??? dandan apa. mama dandan sangat lucu sekali" senyum Rania sesikit mengejek.


"Ya, semua cewek dandan kan, kamu juga dandan mama dandan juga dong".


"Iya pa, tapi biasanya mama kan gak lama-lama banget kalau dandannya, udah dehh papa sama mama sama aja" Rania semakin kesal dengan Zacson yang tidak membela dirinya.


10 menit kemudian Nadya keluar kamar dan menghampiri anak dan suaminya di meja makan.


"Good morning sayang" ucap Nadya sambil dusuk di sebelah Zacson.


"Morning to mom" ucap Rania dan Zacson bersamaan.


"Heyy,,, ayo makan kenapa wajah kamu seperti itu?" tanya Nadya kepada Rania, sambil menyodorkan lauk ke piringnya.


"Gak apa-apa ma" Jawab Rania sambil menyendokkan nasi ke mulutnya.


Tidak butuh waktu lama, akhirnya sarapan pagi pun berakhir dengan canda tawa, ya mereka menertawakan kekesalan Rania kepada Nadya.

__ADS_1


"Rania berangkat dulu ya ma" ucap Rania sambil. menxium punggung tangan Nadya.


"Hati-hati sayang nanti mama akan menyusulmu kesana, setelah mama kembali dari rumah sakit" Nadya kemudian memeluk tubuh Rania dengan erat.


"Ayo sayang kita berangkat" ucap Zacson setelah berpamitan dengan Nadya, dan membukaan pintu mobil pada Rania lalu Zacson melajukan kendaraannya. Zacson memilih menyetir sendiri dan mengantarkan Rania sebelum dia pergi ke kantor.


"Rania sayang, ucap Zacson sambil menoleh ke arah putrinya yang menurutnya sangat lucu, dan mengacak rambut Rania.


"Ihh papa jangan deh, rambut Rani kok diberantakin sih, Rania bukan anak kecil lagi papa" seru Rania sambil merapikan rambutnya.


"kamu adalah putri kecil mama dan papa, sampai kapanpun akan tetap seperti itu sayang" ucap Zacson seraya tersenyum.


Rania juga tersenyum haru dengan penuturan papanya walaupun dikatakan putri kecil Rania tau bahwa itu artian kalau papa dan mamanya sangat menyayanginya.


"Rania sayang papa dan mama"Rania memeluk lengan Zacson.


Mobil milik Zacson tiba di kampus Rania, setelah berpamitan dengan Zacson Rania bergegas memasuki pekarangan kampus, Zacson juga segera melajukan kendaraannya menuju kantornya.


Zacson tidak menjawab sams. Sams merasa aneh karena Zacson tengah senyum-senyum sendiri sambil memandang foto Rania, sudah kebiasaan Zacson memanjang foto anak dan istrinya di rung kerjanya, sebagai penyemangatnya.


"khmmm..." Sams berdehem.


"Hey ada apa apa kamu haus?" ucap Zacson yang sedikit kaget karena kehadiran asistennya yang menurutnya tiba-tiba muncul dihadapannya.


"Maaf tuan, saya sangat heran mengapa tuan senyum-senyum sendiri?"tanya Sams.


"Lihat ini, putri kecilku sangat imut dia sangat cantik, kau tau Sams hari ini dia akan wisuda aku melihat kebahagiaan itu di wajah imutnya dia persis seperti mamanya" ucap Zacson sambil memperlihatkan foto Rania.


"ya nona Rania memang sangat cantik"puji Sams.

__ADS_1


"Tapi ku ingatkan kau, jangan sekali-kali kamu mendekati putriku atau bahkan menaruh hati padanya"ucap Zacson dengan tatapan tajam.


Sams menelan kasar salivanya, dia seketika gemetar dengan ucapan Zacson, ya karena selama ini dia memang sudah menaruh hati pada putri atasannya, namun dia sadar akan perbedaan status mereka.


"Kenapa kamu diam saja, apa kamu benaran menaruh hati pada putriku? "tanya Zacson penuh selidik.


"Tidak tuan, saya menganggap nona Rania itu sebagai adik saya sendiri, saya akan menjaganya semampu saya, dan mungkin bisa dikatakan sebagai anak dari atasan saya saja yang sudah merupakan tanggungjawab saya. " ucap Sams.


"Bagus, aku pegang kata-katamu jagalah putriku dan satu lagi Sams, kau tau aku tidak ingin melihat putriku menangis, aku bahkan tidak pernah membuatnya menangis. Sebentar lagi aku akan memberikan perusahaan sepenuhnya kepada Rania, aku harap kamu mampu membimbingnya, dan untuk tidak mudah mempercayai orang lain" ucap Zacson panjang lebar.


"Kenapa kau cerita panjang lebar seperti ini? "tanya Sams.


"Smasss,,, aku tau kita teman tapi jaga sikapmu, ini kantor" Zacson memperingati.


Zacson dan Sams merupakan teman satu sekolah, lebih tepatnya Zacson adalah senior Sams. Awal pertemuan Sams dan Zacson adalah ketika Sams membantu memperbaiki mobil Zacson yang mogok, dan kemudian mereka berteman baik hingga saat ini.


"Maafkan saya tuan, hanya saja saya sangat merasa heran kenapa tiba-tiba tuan berpesan seperti ini, apakah ini sebuah amanah atau wasiat dari tuan yang harus saya lakukan?"tanya Sams sedikit tersenyum.


"Ya, anggap saja ini wasiat dariku karena putriku sangat berharga bagiku jadi ini pesan terakhirku padamu yang sedikit memberatkanmu "ucap Zacson dengan datar.


"Wah wah seperti orang yang akan pergi jauh saja" canda Sams.


Seketika Zacson melemparkan balpoin ke wajah Sams.


"Sudahlah, kau terlalu berharap lebih aku tidak mungkin pergi jauh, apa mungkin aku akan membiarkanmu bebas dariku? "ucap Zacson sambil beranjak dari kursi kebesarannya.


"Ehhh tuan mau kemana bukankah sebentar lagi ada pertemuan dengan pak Santo? " Sams sedikit berteriak.


"Heyyy, jaga sikapmu ini kantor jangan berteriak, masalah ini aki serahkan padamu apa gunanya dirimu jika tidak bisa aku andalkan, aku akan menghadiri acara putriku jangan menelponku kalau kau melakukannya, maka bersiaplah bonusmu gak akan turun"ucap Zacson sambil berlalu.

__ADS_1


"Apa saya akan mengantar tuan?" tanya Sams lembut karena takut bonusnya hilang.


"Tidak perlu saya bisa menyetir sendiri" jawab Zacson lalu menghilang di balik pintu.


__ADS_2