Ketulusan Cinta Sang Cassanova

Ketulusan Cinta Sang Cassanova
03.Kecelakaan Maut


__ADS_3

"Rani!!" panggil sisil dan Niora sahabat Rania.


"Ehh kalian udah datang ayo sini" Rania mengajak kedua sahabatnya duduk didekatnya.


"Gimana papa mama kamu belum datang juga?" tanya Sisil.


"Belum" papa sih udah di jalan, tapi mama aku masih ada urusan di rumah sakit dan sebentar lagi jalan kok, kalau kalian berdua gimana?" Rania balik bertanya.


"Tenang aja kalau orangtua kita berdua udah datang dari tadi, iya kan Ra" ucap Sisil dan Niora menganggukkan kepala.


Selang beberapa menit akhirnya Zacson tiba di gedung kampus. Setelah memarkirkan mobil miliknya, Zacson memasuki aula yang akan digunakan sebagai tempat acara wisuda mahasiswa tersebut.


"Papa??" dahi Rania mengernyit saat melihat panggilan dari Zacson.


"Papa sudah ada di aula, kamu dimana kemarilah"Pinta Zacson lalu memutuskan panggilan.


"Ra, Sil sebaiknya kita kembali ke aula deh papa. aku udah ada disana dan sebentar lagi acaranya akan dimulai, ayo" ajak Rania.


Mereka bertiga pun bergegas meninggalkan taman dan beranjak menuju aula.


" Papa!!" Rania mencium punggung tangan Zacson.


"Mama dimana pa, kok lama banget ya? "tanya Rania penasaran.


" Sudah, sebentar lagi mama datang tadi mma bilang dia udah di jalan,mungkin terkena macet jadi sedikit terlambat" jelas Zacson pada Rania.


"Tidak terasa sebentar lagi putri papa sudah sangat dewasa, dan akan terjun kedunia kerja" ucap Zacson sembari mengelus lembut rambut Rania.


"Ihhh papa jangan dong, aku kan udah cantik papa jangan berantakin deh ntar aku harus ke salon lagi" ucap Rania sambil menghindari gerakan tangan Zacson.


Zacson tersenyum melihat tingkah putrinya yang mengemaskan.


"Rania, apa rencana kamu setelah ini sayang?"tanya Zacson serius.


Rania melirik wajah Zacson dan mengerti jika saat ini Zacson sedang bicara serius dengannya.


"Rania mau kerja pa, Rania rencana mau magang di sebuah rumah sakit atau Rania keluar negeri saja" ucap Rania sambil memandang wajah Zacson yang masih terlihat gagah dan tampan.


"Rumah sakit mana, apakah rumah sakit mama?"tanya Zacson.


Untuk saat ini kamu sebaiknya jangan keluar negeri dulu papa dan mama masih ingin dekat denganmu"ucap Zacson lagi.


"Tidak pa, Rania tidak mau disana nantinya Rania sangat disegani dan dihormati karena Rania merupakan puteri dari pemilik rumah sakit, jadi Rania kan gak bisa merasakan gimana dunia kerja yang sebenarnya, dan lagian disana kan ada tante vira sama kak karin yang mengurus rumah sakit milik mama.Jadi Rania mau di tempat lain saja dan menyembunyikan identitas Rania. Masalah luar negeri gak apa-apa deh mungkin lain kali Rania kesana, karena Rania juga belum siap jauh dari papa dan mama" tutur Rania dengan percaya diri.

__ADS_1


"Ya papa setuju denganmu, agar putri semata wayang papa ini tidak manja dan bisa mandiri walau tak harus jauh"ucap Zacson sambil menoel hidung Rania.


Terdengar suara MC memberi kata sambutan bahwa acara akan segera dimulai, bersamaan dengan itu Nadya tiba dan segera menghampiri anak dan suaminya berada.


Suara riuh tepuk tangan memenuhi aula saat nama Rania Clia Raharja disebutkan sebagai mahasiswi tahun ini, tak kala juga dengan ekspresi Zacson saat mendengar bahwa putrinya lulusan terbaik. Nadya dan Zacson memeluk bangga Rania saat Rania telah turun dari podium.


"Sayang mama bangga padamu"ucap Nadya


"Papa juga sangat menyayangimu" ucap Zacson mereka bertiga saling berpelukan.


"Hmmm,, papa dan mama ada kejutan yang sangat indah, mama yakin kamu sangat suka"ucap Nadya setelah pelukan mereka lepas.


"Iya, nanti kita ketemu disana ya, ini kunci mobil papa kamu bisa menggunakannya, papa dan mama nanti diantar sopir" ucap Zacson sambil menyodorkan kunci mobil kepada Rania.


"Kenapa kita tidak bareng saja"Tanya Rania


"Tidak, kita bertemu disana saja nanti mamamu akan mengirim lokasinya" sahut Zacson.


"Terus, mobil mama gimana pa?"tanya Nadya.


"Nanti biar papa yang urus" ucap Zacson sambil menggandeng tangan Nadya.


"Sampai bertemu disana sayang" ucap Nadya pada Rania sambil memeluknya lagi.


"Sampai bertemu disana kesayangan papa" ucap Zacson juga tak mau kalah daei Nadya dan mencium kening Rania, mereka melambaikan tangan sambil menghampiri aopir yang ternyata sudah menunggu mereka.


"Hmmm,,,"


Seketika Rania menoleh kesamping


"Ehh Rian bikin kaget aja" Rania tersenyum kikuk.


"Selamat ya kamu jadi mahasiswi terbaik" ucap Rian sambil mengulurkan tangannya.


"Makasih Rian" Rania menyambut uluran tangan Rian.


"Rania, aku mau ajak kamu kesuatu tempat apa kamu ada waktu?" tanya Rian.


"Maaf Rian tapi aku ada urusan" ucap Rania dan beranjak dari tempatnya.


"Rania!!! kapan kamu kasih aku kesempatan, sampai kapan akan seperti ini, mengapa kamu selalu menghindar aku benar benar mencintaimu Rania"ucap Rian sedikit teriak.


Rian adalah pria yang sangat di sukai dan dikagumi oleh kaum hawadi kampus Rania, tak sedikit wanita sekampus Rania yang bertengkar bahkan bermusuhan hanya karena Rian. Namun Rian tak peduli akan hal itu dia tetap bersikap biasa saja, dan sangat dingin kepada semua wanita selain Rania.

__ADS_1


Rania menghentikan langkahnya dan berbalik, selama ini Rian memang mengagumi Rania dia sudah lama jatuh hati pada Rania, dan Rania selalu menolak ungkapan cinta Rian, namun Rian selalu berusaha mendekati Rania, walau Rian tau Rania selalu menghindarinya.


"Rian maafkan aku, tapi aku ada urusan" ucap Rania.


"Tapi sampai kapan Rania, tidak bisakah kau menaruhku sedikit saja di hatimu?" tanya Rian.


"Sudahlah aku tidak ada waktu sekarang, aku harus segera pergi"


"Baiklah tapi aku akan menunggumu, jangan membuatku seperti ini, aku benar-benar mencintaimu" ucap Rian sambil mengenggam tangan Rania.


"Rian, sebaiknya aku pergi" ucap Rania dan melepaskan tangan Rian.


"Biar aku antar" Rian menarik lengan Rania.


"Tidak perlu, aku bawa mobil papaku"Rania langsung melepas tangan Rian lalu beranjak pergi.


"Maafkan aku Rian, aku juga menyukaimu, tapi aku tidak mau sahabat aku terluka"batin Rania sambil menghapus jejak air matanya dan melajukan mobil milik ayahnya.


"Papa kenapa kita tidak bareng dengan Rania saja tadi? "tanya Nadya sambil mengelus tangan Zacson yang menggenggam tangannya sedari tadi.


"Karena ini kejutan mama, biar dia sedikit penasaran"ucap Zacson sambil mencium punggung tangan Nadya.


"Ternyata putri kita sudah dewasa ya pa, mama merasa waktu begitu cepat dulu, Rania masih kecil masih harus di gendong tapi sekarang dia sudah dewasa bahkan mungkin dia akan menikah" Nadya menyandarkan Kepalanya di dada bidang Zacson.


Zacson mengerti dan memahami bahwa Nadya sangat menginginkan Rania selalu di sampingnya, oleh sebab itu Zacson tidak mengizinkan Rania keluar negeri.


" Sudahlah ma, Rania kecilku akan tetap ada dengan kita, sekalipun dia sudah dewasa dia tetap putri kecil kita bukan" ucap Zacson sambil mengelus lembut pipi Nadya.


"Pak Roy, bolehkah mengurangi kecepatannya, sepertinya ini terlalu laju, aku ingin menikmati pemandangan sepanjang perjalanan ini" ucap Nadya.


"Baik Nyonya" Pak Roy pun mengurangi kecepatannya.


"Maaf tuan, nyonya kenapa tiba-tiba mobilnya seperti ini, remnya blong"ucap pak Roy sedikit panik.


"apa-apan kamu, bukankah kamu sudah mengecek mobil ini sebelum menggunakannya? "tanya Zacson sambil memeluk Nadya yang terlihat panik.


"Maaf tuan tadi dari rumah saya sudah mengeceknya, semua baik-baik saja saya tidak tau kenapa sekarang tiba-tiba seperti ini" ucap Roy yang ketakutan dan sangat panik.


"Tetap Fokus pada setirmu, perhatikan kendaraan lain jangan sampai kau menabraknya" ucap Zacson yang ikut panik.


Namun naas taak berselang lama mobil mereka yang mereka tumpangi menambrak truk besar bermuatan batu.


Aaaaa.......

__ADS_1


Bruukkkk......


Kecelakaan pun tidak dapat dihindarkan,kini mobil yang dikendarai Zacson dan Nadya hancur parah dan terpental di pinggir jalan setelah dihantam truk besar itu.


__ADS_2