Ketulusan Cinta Sang Cassanova

Ketulusan Cinta Sang Cassanova
09. Jatuh Hati


__ADS_3

Setelah pulang dari makam Nadya dan Zacson, Rania langsung menuju kamar dan merebahkan tubuhnya karena merasa sangat lelah.


Sementara itu Sams yang juga merebahkan tubuhnya di sofa dan hendak memejamkan kedua matanya tiba-tiba ia urungkan karena ada pesan masuk di ponselnya.


"Arghhh aku sampai lupa kalau hari ini aku ada janji dengan dia"gumam Sams saat membaca isi pesan yng ternyata dari Karin.


Sams janji bahwa hari ini dia akan mengajak Karin untuk jalan-jalan seperti yang biasanya.


***


"Heyyy Karin kamu kenapa?"tanya Vira saat melihat putrinya senyum-senyum sambil memeluk ponselnya.


"Ahkk,,, mama aku kaget tahu"ucap Karin saat melihat mamanya yang tengah berdiri disampingnya.


"Kamu kenapa, kok senyum-senyum seperti itu? "Vira memgulangi pertanyaannya kembali karena sangat penasaran dengan sikap putrinya akhir-akhir ini.


"Sudahlah ma, nanti saja aku mau siap-siap dulu sebentar lagi Sams akan sampai"ucap Karin sambil beranjak menuju lemari pakaian.


Vira yang melihat anaknya yang sibuk dengan pakaianmya hanya mampu mengelengkan kepalanya dan menghampiri.

__ADS_1


"Karin sayang, apakah kamu akan keluar dengan Sams? " tanya ibu Vira sambil membantu Karin memilih pakaiannya.


"Iya ma,, aku dan Sams akan pergi menikmati udara luar"ucap Karin dengan sangat bersemangat dan tetap fokus memilih pakaiannya.


Vira yang melihat hal itu seeikit khawatir karena ia sangat yakin kalau saat ini Karin benar-benar jatuh hati pada Sams, sementara itu bu Vira bisa menilai bahwa Sams tidak menyukai putrinya, karena sangat jelas di mata Sams ada wanita lain dan Vira dapat melihat itu walau ia tidak tahu siapa perempuan itu.


"Mama kok bengong sih, ini cocok gak buat aku pakai"tegur Karin saat melihat mamanya yang sedang melamun.


"sepertinya kurang menarik"ucap Vira yang sesikit kaget dan melihat penampilan Karin yang menurutnya sedikit norak.


"Kok mama bilang gitu, masa iya sih aku lihat bagus kok"ucap Karin sambil berputar-putar memperhatikan penampilannya di depan cermin.


"Tapi mama rasa kurang deh Karin, coba kamu pakai ini aja deh"ujar mama Vira sambil menyodorkan baju gaun sebatas lutut dengan lengan pendek berwarna biru dongker.


Karin menerima dengan sedikit ragu, karena dia merasa penampilannya sudah sangat oke.


"Sudah sana kamu coba, pasti sangat cantik"tutur Vira sambil mengelus kepala putri kesayangannya itu.


Karin menngangguk dan pergi ke ruang ganti.

__ADS_1


Sementara Karin di ruang ganti, pikiran Vira ntah kemana-mana rasa khawatir menjuluri pikirannya, dimana saat ini Karin yang tidak pernah membuka hati pada pria mana pun setelah pengkhianatan sang kekasih kini berubah setelah bertemu dengan Sams.


"Memang diakui Sams sangat baik, tampan, dan sangat di segani oleh banyak orang, namun Vira tidak yakin dengan perasaan Sams apakah benar Karin ada di hatinya seperti saat ini Karin yang tengah menaruh hati pada Sams.


"Mama bagaimana?" tanya Karin setelah keluar dari ruang ganti.


"Sempurna,,, benar-benar sempurna"puji Vira saat melihat Karin sangat cantik dan nampak sangat berkharisma Vira mendekati Karin dan memeluk putrinya itu.


"Apakah kamu benar-benar mencintainya?" tanya Vira kembali.


"Ya ma, sepertinya aku menyukai Sams" Ucap Karin jujur dengan perasaannya.


"Mama tidak ingin kamu terlalu menaruh hati untuknya, belum tentu juga dia menaruh kamu di hatinya, mama tidak ingin kamu terpuruk seperti dulu lagi"ucap Vira mengingatkan Karin.


"Mama tidak perlu bicara seperti itu, aku yakin Sams adalah pria yang baik dan pria yang tepat pantas untuk dicintai" ucap Karin dan memeluk erat tubuh Vira.


Vira yang tidak ingin mengusik kebahagiaan Karin hanya mengangguk dan tersenyum mendengar penuturan putrinya.


"Ya, Sams memang pria baik saya akui itu Karin dia juga pria yang tepat tapi itu tidak untukmu" batin Vira sambil memandang lekat wajah gembira putrinya.

__ADS_1


__ADS_2