
"Kak Sams, kita mau kemana ini bukan jalan pulang"tegur Leani saat Sams melajukan mobilnya.
"Bukankah kamu ingin bertemu Tuan dan Nyonya, kita akan pergi mengunjunginya"ucap Sams tetap fokus pada setirnya.
"Benarkah bukannya kak Sams hari ini akan ke kantor, karena ada pekerjaan yang sangat mendesak"ucap Rania.
"Lupakan hal itu, keinginanmu lebih utama"Sams tersenyum.
Rania tidak lagi menanggapi ucapan Sams kini pikirannya tertuju pada kedua almarhum orangtuanya.
Setelah menempuh beberapa menit perjalanan, akhirnya mereka tiba di sebuah pemakaman dimana Zacson dan Nadya dimakamkan.
"Papa, mama aku datang aku mengunjungi kalian"ucap Rania sambil jongkok di samping kedua makam orangtuanya dan meletakkan buket bunga yang sudah disediakan oleh Sams sebelumnya.
Sams juga ikut jongkok di samping Rania dan memandangi makam itu.
__ADS_1
"Papa, mama maafkan aku yang sudah melupakan kalian, aku tidak pernah mengunjungi kalian, aku terlalu lama larut dalam kesedihanku, jangan kecewa padamu maafkan aku"sesal Rania sambil menangis mengingat sejak pemakaman kedua orangtuanya dia tidak pernah datang berkunjung dan memilih mengurung diri didalam kamar.
Sams yang melihat kesedihan Rania ikut tersentuh bagaimana pun dia juga merasa terpukul apalagi Rania yang merupakan putri kesayangannya atasannya.
"Sudah jangan bersedih lagi, bukankah tujuanmu kemari untuk melepas rindu lalu kenapa kamu menangis"Sams mengelus punggung Rania agar dia tenang.
Rania tersenyum saat melihat perlakuan Sams padanya yang selalu baik dan sangat memperhatikan dirinya.
"Papa, mama terima kasih telah memberikanku kakak yang sangat baik, sangat sayang padaku tidak pernah membiarkanku kesepian"ucap Rania.
"Mama tahu dia sedikit menyebalkan,datar dan dingin tapi tidak denganku itu dia lakukan pada tante Vira dan kak Karin" Rania menceritakan sifat Sams yang tidak disukai orang lain.
Mendengar nama tante Vira dan Karin disebut membuat Sams menatap Rania dan penuh kebingungan.
"Siapa maksudmu, apakah ada orang lain?"tanya Sams curiga.
__ADS_1
"Lihatlah papa asistenmu ini menekanku aku bisa mati ketakutan, tetapi dia baik terima kasih papa dia kakak yang paling aku sayang" Rania tidak menanggapi ucapan Sams namun dia menyindir Sams, sekaligus memujinya.
Sams yang mengerti bahwa yang dimaksud Rania adalah dirinya bukan Karin senyum lebar pun terulas di wajah tampannya.
"Papa aku akan menyelesaikan tantangan papa yang berat itu, tapi itu bukan hanya aku saja tetapi asisten papa harus ikut membantuku jika tidak papa pecat saja dia"Rania kini tertawa.
Sams yang ingin menegurnya mengurungkan niatnya, karena sangat jarang sekali ia melihat Rania sebahagia ini. "Wahhh manis sekali dia benar-benar sangat cantik"batin Sams sambil memandangi wajah cantik Rania.
"Heyyy,,,, mengapa kamu menatapku seperti itu, apakah ada yang salah dengan wajahku yang imut ini? "tanya Rania sambil memegangi pipinya yang cubby.
"Sudahlah kau terlalu kegeeran"ucap Sams berusaha bersikap tenang walau detak jantungnya tak karuan.
"Ya sudah ayo kita pulang, sebelum kakak akan benar-benar sangat menyebalkan"ucap Rania sambil berdiri.
"Kamu duluan saja, kamu tunggu di mobil aku mau bicara dengan Tuan dan Nyonya,, oh tidak maksudku aku masih ingin disini ada hal yang ingin aku lakukan"ucap Sams.
__ADS_1
"baiklah sangat aneh sekali tapi aku sudah sangat capek, cepatlah aku tunggu di mobil jangan sampai membuatku bosan karena menunggu"ucap Rania dengan ketus dan berlalu pergi.