Ketulusan Cinta Sang Cassanova

Ketulusan Cinta Sang Cassanova
07.Kejutan Papa dan Mama


__ADS_3

Keadaan Rania sudah lebih membaik dari sebelumnya, karena Karin selalu menemani dia, Sams yang selama ini meminta Karin untuk mememani Rania.


"Karin terima kasih banyak, kamu telah membuat Rania sedikit mengalami kemajuan dia tidak lagi terpuruk seperti dulu, meskipun kesedihannya belum sepenuhnya hilang namun kau mampu menguranginya" Ucap Sams pada Karin.


"Sams kamu jangan terlalu memujiku, dan tidak perlu berterima kasih aku memang harus melakukan itu, karena Rania adalah adik sepupuku,aku sangat menyayanginya"jawab Karin.


"Kamu sangat baik Karin, bagaimana Rania membenci tante Vira tapi kamu tidak sakit hati atau ikut membenci Rania."


"Tentu saja aku tidak merasa tersinggung dengan hal itu, ya Rania membenci mama itu karena kesalahan mama sendiri dan aku tidak terlalu memikirkan itu, biarkan itu menjadi urusan antara mama dan Rania"jawab Karin.


"Hemmm,,, aku yakin suatu saat akan ada ptia yang sangat beruntung memiliki kamu"Sams tersenyum dan memalingkan wajahnya hingga dapat melihat wajah merona Karin.


"ohh astaga Sams memujiku terlalu berlebihan, bagaimana ini OMG jantungku"batin Karin sambil memegang dadanya.


"Ada apa kenapa kamu seperti gugup apa aku salah bicara?" tanya Sams.


"Tidak, sepertinya aku harus menemui Rania dia terlalu lama aku tinggal sendiri"ucapnya sedikit terbata.


Sams mengangguk dan membiarkan Karin pergi meninggalkannya.


"Rania,, kamu sedang apa?"tanya Karin saat sampai di kamar Rania.


"Aku sangat merindukan mama, sangat rindu mereka, apa aku bisa bertemu dan memeluknya? "tanya Rania sambil memeluk foto Zacson dan Nadya.


''Rania,, mereka juga sangat rindu padamu, mereka memelukmu dari sana kmu juga memeluk mereka bukan, nah kalian sedang berpelukan, peluk jauh"ucap Karin dan memeluk Rania.


Rania tersenyum dan menyeka air matanya.


"Sudh jangan menangis, kakak tidak menyukainya"Karin melerai pelukan mereka.


"iya kak, aku tidak akan menangis lagi"Rania tersenyum tipis.


"Rania kakak pulang dulu ya, sudah terlalu lama aku meninggalkan mama"pamit Karin.


"iya kak, hati-hati jangan lupa datang kemari jika ada waktu luang"


"Ya aku akan datang menemuimu"ucap karin sambil berlalu pergi.


***


"Kak Sams, ngapain kakak disini? "Rania mengejutkan Sams dari lamunannya.


"Rania ada apa?"tanya Sams


"tidak aku hanya ingin duduk disini saja"


"Kemarilah" Sams mengajak Rania duduk di sebelahnya.


"Kak Sams, aku rindu mama dan papa, aku ingin memeluk mereka"ucap Rania dengan tatapan fokus ke depan.


"Baiklah ayo aku antar"ajak Sams.


"Kemana, aku ingin bertemu mama dan papa itu mustahail, jangan memberiku harapan"ucap Rania.


"Sudah tidak perlu banyak bicara ayo bersiap-siap kakak tunggu di depan" Sams beranjak daei tempat duduknya.

__ADS_1


"Kemana dia akan mengajakku sudahlah aku ikuti saja"Rania pun beranjak dan pwrgi bersiap-siap.


"Ayo naik"pinta Sams.


Rania pun menuruti perintah Sams, sepanjang perjalanan mereka sibuk dengan pikirannya sendiri, banyak pertanyaan yang berputar-putar di kepalanya.


''Ayo turun kita sudah sampai" kini Sams yang membuat Rania tersedar dari lamunannya.


"Sudah sampai cepat sekali"gumamnya.


''Rania kita satu jam dalam perjalanan kamu bilang cepat sekali ada apa denganmu?"tnya Sams heran, karena Rania yang biasa menempuh jarak 15 mwnit saja sush mengatakan bahwa itu sangat lama.


"Hemmm maafkan aku" Rania mulai menyadari kebodohannya.


kak Sams rumah siapa ini, indah sekali"seru Rania saat memasuki pekarangan rumah yang tidak terlalu mewah namun sangat indah.Halamannya yang cukup luas dan tersapat taman kecil di samping rumah, juga sebuah kolam kecil dengan beberapa jenis ikan.


"Masuklah kamu nanti akan tahu"kata Sams sambil memberikan kunci rumah.


Rania mengangguk dan melangkahkan kakinya ke dalam rumah Sams juga mengikuti Rania dari belakang.


Saat Rania membuka pintu tiba-tiba bunga bertaburan dari atas memenuhi tubuhnya.


Rania tersenyum senang dan dia melanjutkan langkahnya disana dia melihat bingkai fotonya dan kedua orangtuanya dengan tertawa lepas, dan beberapa foto lainnya mulai dari foto Nadya mengandung, foto Rania kecil hingga foto saat ini, bahkan foto kebersamaan mereka bertiga pun terpajang disana saat wisuda Rania beberapa bulan lalu.


"Papa mama"air mata Rania kini tidak terbendung lagi dia menangis dan memeluk salah satu foto itu.


"Aku merindukan kalian sangat rindu, maafkan aku melupakan kejutan yang sangat indah ini"ucapnya sambil terisak.


"Sudah jangan menangis ini belum berakhir"ucap Sams dan berhasil menghentikan tangis Rania.


Terdalat tulisan antara tantangan dan kejujuran, Rania memilih tantangan. Sams menunjukkan beberapa balon disana yang dibagi menjadi dua antara tantangan dan kejujuran. Rania mengambil balon kuning dari balon tantangan dan memecahkannya disana terdapat tulisan"papa mama menantangmu ubtuk menjadi kuat, mandiri dan mampu berdiri di kaki sendiri" Rania tersenyum miring membacanya.


"papa dan mama curang kalian pasti tahu jika aku akan memilih balon kuning"gumamnya.


Dan Rania di pinta untuk memilih satu balon lagi Rania tidak ingin dijebak oleh kedua orangtuanya lagi dia memilih balon yang tidak disukainya yaitu warna pink, heran biasanya perempuan idiidentik dengan warna pink namun berbeda dengan Rania, dia sangat tidak menyukai warna pink.


Saat Rania membuka balon pink terdaat kertas kecil yang berisi tantangan lagi.


"rumah sakit, dan perusahaan diserahkan padamu, kamu harus mampu memegangnya dan memajukannya, kami tidak ingin hal buruk terjadi".


Rania tertegun


"apakah ini sebuah perintah,oh tidak ini sebuah tantangan yang harus aku selesaikan" gumamnya.


Dia tertarik dengan sebuah cahaya dalam ruang tamu


"Kak Sams cahaya apa itu mengapa gelap sekali"tanyanya pada Sams.


"Ayo ikut"Sams mengenggam tangan Rania


"Make a wish"ucapnya saat tiba disana.


"kue ulang tahun siapa yang ulang tahun" tanya Rania heran.


"Kamu,,dihari wisuda kamu adalah hari spesial kamu juga, kamu melupakannya?"tanya Sams.

__ADS_1


Sams menghidupkan lampu dan Rania takjub dengan pemandangan di depannya.


*Happy birthday sayang, mama papa doakan yang terbaik untukmu*


Rania sangat terharu dengan persiapan papa dan mamanya rumah yang indah dan ruangan yang di tata sangat rapi dan indah membuat Rania kembali mengingat kebersamaannya dengan kedua orangtuanya.


"owh astaga kakak benar aku sudah berulang tahun, dan kali ini aku melupakannya"ucapnya sambil memukul jidatnya.


"sekarang make a wish"ucap Sams lagi.


"Rania memenjamkan matanya dan beberapa saat dia membuka mata dan meniup lilinnya.


"Selamat ulang tahun"ucap Sams dan memberikan hadiah pada Rania.


"Apa ini kak?"


"Buka saja"


"cincin, kakak melamarku?"tanya Rania dengan tawa lepas.


"Anggap saja seperti itu" ucap Sams dan berlalu pergi.


"Kak siapa yang menyiapkan ini semua?"tanya Rania penasaran.


"Tentu saja tuan dan nyonya"jawab Sams singkat.


"What,, jangan bercanda ini kan sudah berapa bulan semenjak kepergian ppa dan mama tidak mungkinmasih seperti ini" sanggah Leani.


"Iya kamu benar tidak mungkin masih seperti ini, taoi itu menurutmu, kamu tahu aku setiap hari kesini untuk membersihkan debu yang menempel, menganti lilinnya, termasuk juga kue ulang tahunmu, tidak mungkinkan itu masih bulan yang lalu"jelas Sams.


"Berarti kakak dong yang menyiapkan ini semua"ucap Rania lagi.


"Tidak, aku sudah mengatakan tidak, kamu jangan keras kepala"Sams sedikit kesal.


"Ya bukan kakak yang menyiapkan, tapi kakak yang merawatnya terima kasih"Rania melempar senyum pada Sams.


Deg....


lagi-lagi detak jantung Sams semakin cepat dia tak karuan menahan rasa di dadanya.


"Sudahlah kau terlalu lebay"ketus Sams untuk menutupi rasa gugupnya.


"Terima kasih mama, papa maafkan aku yang terlalu lama mengurung diri hingga melupakan sesuatu yang telah kalian siapkan untukku dan untuk tantangannya Rania akan berusaha papa, mama


aku sangat menyukai kejutan kalian"ucap Rania tersenyum seraya memeluk foto Zacson dan Nadya.


"Ayo kita pulang lain kali kita kemari" lagi ajak Sams


"Apa kita masih bisa berkunjung kesini lagi? "tanya Rania.


"Tentu saja, inikan rumah kamu milikmu"jelas Sams.


"Apa sejak kapan ini menjadi rumahku"Rania tampak heran.


"Sejak ulang tahunmu, ini adalah hadiah dari tuan dan nyonya untukmu, dan juga semua aset yang tuan dan nyonya sudah menjadi milikmu seutuhnya termasuk rumah sakit dan perusahaan"Sams kembali menjelaskan pada Rania.

__ADS_1


"Terimakasih untuk semua Tuhan, walau di hari ulang tahunku aku kehilangan kedua orangtuaku, tapi aku yakin kau pasti menguatkanku, dan merencanakan yang terbaik untuk hidupku"batin Rania dan berlalu meninggalkan Sams.


__ADS_2