
Setu bulan telah berlalu, keadaaan Rania benar-benar down, dia yng berniat untuk melanjutkan cita-citanya tak lagi kesampaian. Hari-harinya selalu ia habiskan di dalam kamar saja, kepala pelayan yang bertugas menjaga dan memenuhi semua keperluan Rania sudah tidak sanggup, bahkan dalam 1 minggu Rania hanya makan 2 atau 3 kali saja.
"Bi Inar bagaimana keadaan nona Rania" tanya Sams setelah dia pulang dari kantor.
Semenjak kepergian Zacson dan Nadya, Sams tinggal di kediaman Zacson atas permintaan Rania yang tidak mau jauh darinya.
Perusahaan juga sepenuhnya di handle oleh Sams, Zacson sangat beruntung memiliki seorang asisten yang sangat hebat, terampil, jujur dan baik hati.
"Maaf tuan, keadaan nona Rania masih sama seperti hari sebelumnya saya bingung dan tidak tahu harus berbuat apa, karena nona Rania benar-benar tidak mau menyentuh makanannya" ucap bi Inar menyerah.
"Baik bi, serahkan nampan makanan itu pada saya biar saya mencoba membujuknya untuk makan".
Bi Inar memberi Sams nampan makanan dan Sams segera pergi menuju kamar Rania.
Sams sudah biasa masuk ke kamar Rania, walaupun awalnya Sams sangat berat hati melangkahkan kakinya ke dalam kamar Rania, apalagi saat Zacson dan Nadya masih ada Sams sama sekali tidak pernah memasukinya.
__ADS_1
Namun karena keadaan Rania saat ini, Sams tidak lagi memikirkan rasa segannya, dia segera melangkah dan mendekati Rania yang sedang duduk di sofa sambil memandang taman yang nampak jelas dari jendela kamarnya.
"Rania,, sudah waktunya makan ayo makan dulu"
Suara Sams mengejutkan Rania dari lamunannya,seketika dia menyeka air mata yang membasahi pipinya.
"Kak Sams, sejak kapan kakak pulang, ini masih siang" ucap Rania tanpa memandang Sams.
"Kakak mengkhawatirkan adik kakak satu-satunya, jika dia belum makan, maka kakak juga tidak bisa makan" ucap Sams sambil menata makanan yang dia bawa tadi.
"Aku belum lapar kak" ucap Rania saat Sams menyendokkon nasi ke mulutnya.
''Tidak kak, aku tidak lapar" tolak Rania.
"Baiklah kakak juga tidak akan makan biarkan saja seperti ini"ucap Sams lalu meletakkan kembali piringnya si atas meja.
__ADS_1
"Kak Sams berhentilah bertingkah seperti anak kecil, aku benar-benar tidak lapar jangan memaksaku"bentak Rania.
"Tapi kakak ingin kamu makan sedikit saja, kakak khawatir dengan kamu" Sams tetap berusaha membujuk Rania.
"Sekarang kak Sams keluar dari kamarku, aku ingin tidur" usir Rania.
"Tapi.... "
"Pergilah usaha kakak tidak akan bisa membuatku mengubah keputusan, sekarang pergilah"Rania menunjuk pintu sebagai tanda Sams untuk keluar.
"Tuan Zacson, kenapa putrimu keras kepala sama denganmu ku mohon beritahu aku gimana cara menakhlukkannya" batin Sams.
"Kak Sams, keluarlah" panggil Rania yang nth kapan sudah berada di depan pintu dan telah membukanya agar Sams segera keluar.
Sams segera keluar tanpa berkata apapun, dia sudah cukup lelah dengan tanggung jawab yang sedang di pikulnya saat ini.
__ADS_1
"Arhhhhhh,,, apa yang harus aku lakukan ini sudah lebih satu bulan namun Rania masih saja seperti ini, bagaimana aku bisa membuat dia seperti dulu, Zacson pasti kecewa denganku saat ini"Batin Sams.
"Huuhhh,,,, berat sungguh berat Zacson maafkan aku yang tidak bisa menjaga Rania, tapi aku akan berusaha"Gumamnya dan merebahkan tubuhnya di atas ranjang, dia sungguh merasa lelah dengan keadaan saat ini namun harus tetap kuat dan berusaha untuk memperbaiki semua yang terjadi.