
Khalifah langsung masuk kedalam ruangannya dan duduk dikursi kerjanya sembari menyenderkan punggungnya.
"Huftt".Khalifah menghemmbuskan nafasnya dengan kasar sambil memijit pelipisnya.
"Pria itu sangatlah tidak sopan.."
"Tok..tok..tok.."
"Masuk". ucap khalifah .
Ceklek
"Assalamu'alaikum dokter khalifah". ucap Dokter Rangga Tersenyum.
"Wa'alaikum salam Dokter Rangga".
"Ada apa yaa dokter?Tumben sekali dokter rangga datang". ucap khalifah tersenyum.
"Tidak apa-apa..saya kira dokter tidak datang hari ini". alasan rangga karena sebenarnya ia sangat merindukan pujaan hatinya itu.
"mengapa dokter bisa mengira saya tidak datang hari ini?". tanya khalifah melirik sekilas.
"Karena saya tidak melihat dokter satu harian ini". ucap rangga.
"Tadi saya hanya menangani pasien yang ada ruangan VIP". jawab khalifah
"Oh ya dokter..apa dokter melihat dokter hanum?. tanya khalifah karena dari tadi ia tak melihatnya.
"Tidak dokter". jawab rangga jujur.
"Baiklah kalau begitu terimakasih dokter". khalifah tersenyum.
"Ya..saya pamit dulu dokter khalifah..Assalamu'alaikum". ucap dokter rangga tersenyum.
"Wa'alaikum salam".
.
.
Ceklek
"Assalamu'alaikum tuan Reyhan ..Assalamu'alaikum tuan ...". khalifah tersenyum.
"Wa'alaikum salam..panggil saja dia Dino". reyhan membalas senyum khalifah.
__ADS_1
"Agh Ya..Assalamu'alaikum Tuan Dino..". ucap khalifah.
"Wa'alaikum salam dokter". balas dino sembari melihat wajah tuannya yang terlihat kesal.
"Bagaimana??apakah nyeri dikepala anda sudah mendingan tuan reyhan?".tanya khalifah yang melirik reyhan sekilas.
"Ya tentu..mungkin karena anda yang telah mengobati saya".
"Alhamdulillah syukurlah kalau sudah tidak ada rasa nyerinya lagi."
"Apakah Tuan saya sudah boleh pulang dok?" tanya Dino.
"Tentu saja..Jika masih ada nyerinya besok baru boleh pulang..cuma karna nyerinya sudah berkurang jadi tuan reyhan bisa pulang hari ini juga..nanti saya akan membuatkan resep penghilang nyeri". ucap khalifah.
"Baiklah".
.
.
"Khadijah".
"ya". jawab khalifah.
"memangnya aku kenapa?". tanya khadijah masih menatap lurus kearah depan.
"Kamu terlihat murung hari ini..memangnya kamu ada masalah?".
Khadijah langsung melirik khalifah.
"Ya..kamu benar.Aku sedang ada masalah".
"Masalah apa?"
"Kamu ingatkan pria yang kemarin aku ceritakan dengamu". ucap khadijah
"Ya..Terus apa hubungannya denganmu?". tanya khalifah.
"Hari ini aku tidak bertemu dengannya." jawab khadijah
Khalifah melongo tidak percaya.Jadi karna gara-gara dia tidak bertemu dengan pria itu makanya dia murung.Khalifah menahan tawanya.
"Jadi karna kau tidak bertemu dengannya masalahnya?".
"Ya".
__ADS_1
Khalifah tersenyum.Ia tahu saudaranya ini sedang jatuh cinta.
"Apa kau sudah mendapatkan no hpnya?. tanya khalifah.
"Sudah". ucap khadijah tersenyum.
"Lantas mengapa tak jau telpon saja dia.."
"aku malu".
"malu?".tanya khalifah.
"Em". khadijah menganggukkan kepalanya.
"mengapa?mengapa kau malu?kamu kan hanya ingin sekedar menanyakan kabarnya."
"Ya tapi aku malu khalifah..masa sebagai perempuan harus aku yang luan nelpon dia sih". ucap khadijah kesel
"Terus..kamu mau dia gitu yang nelpon kamu luan?. tanya khadijah.
"Ya gak gitu juga sih".
"Yaudah kalau begitu telpon saja".
"Hmm nanti akan ku telpon."
khalifah hanya mengangguk
"Kaku kenapa lif..kok kayak kesel gitu wajahmu". tanya khadijah terheran-heran.
"Aku lagi kesel khadijah". ucap khalifah
"kesel kenapa?tumben kamu kesel sama seseorang..pasti cowok ya?" khadijah hanya menebak.
Khalifah terdiam mendengarkannya.
"kenapa diem?benarkan cowok?" khadijah menyipitkan matanya.
Khalifah hanya mengganggukkan kepalanya.
"Kenapa?tumben loh kamu kesel sama cowok..baru kali ini aku dengar kamu kesal sama cowok".
"iya itu lelaki tersebut tidak sopan".
"Tidak sopan kenapa?. tanya khadijah penasaran.
__ADS_1