Khalifah & Khadijah

Khalifah & Khadijah
Pertanyaan Konyol Khadijah


__ADS_3

Merekapun menoleh kearah sumber suara tersebut.


"Ustadz Fikri?". ucap khadijah kaget.


Ustadz Fikri yang melihat ada khalifah dan khadijah pun terkejut dan langsung menyapanya.


"Apa kabar khalifah,khadijah?". tanya ustadz fikri.


"Alhamdulillah baik ustadz". ucap khadijah tersenyum.Sedangkan khalifah hanya tersenyum saja tanpa menjawabnya.


"Apa yang sedang kalian lakukan disini?". tanya ustadz fikri.


"Kami hanya ingin berkunjung ketempat pengajian anak-anak ustadz sebab sudah lama kami tak berkunjung". khadijah tersenyum cantik sembari menatap intens wajah ustadz fikri yang tampan.


Sedangkan ustadz fikri hanya tersenyum mendengar jawaban dari khadijah.Ia melirik kearah khalifah yang dari tadi masih enggan membuka suaranya dan menundukkan pandangannya.


"Ustadz apakah ustadz yang akan menggantikan ustadzah maemunah?". tanya anak laki-laki yang berambut botak.


"Ya..ustadzah maemunah mengatakan untuk sementara ustadz menggantikan selama dia sakit." jawab ustadz fikri.


"Baiklah kalau begitu kami pamit dulu ya ustadz". ucap khadijah.


"Mengapa terburu-buru?" tanya ustadz fikri.


"Umi dengan Abi pasti sudah mencari kami". ucap khalifah dengan tersenyum lembut.


Ustadz fikri tersenyum senang karena akhirnya khalifah membuka suaranya juga.


"Baiklah..hati-hati dijalan".


"Assalamu'alaikum semuanya". ucap khadijah dan khalifah bersamaan.


"Wa'alaikum salam". jawab mereka semua.

__ADS_1


Khadijah dan khalifah pun telah pergi meninggalkan tempat pengajian anak-anak.


"Ustadz". ucap bocah perempuan yang bertubuh mungil.


"Ya". jawab fikri menatap anak tersebut.


"Sepertinya ustadz menyukai kakak khalifah". ucap anak tersebut dengan polos.


"Tau darimana kamu?" tanya ustadz fikri tersenyum.


"Dari cara ustadz menatap kak khalifah".


astaghfirullahal'azim apa yang telah aku perbuat ya Allah...Ampunilah dosa hambamu ini yang telah menatap yang bukan mahram hamba~Ustadz Fikri.


"Lebih baik kita mulai saja pengajian kita...mari semuanya masuk kedalam". kata ustadz fikri.


.


.


.


"Ya". sahut khalifah yang masih berjalan sambil menunduk.


"Apaa kau tidak bosan menunduk terus". ucap khadijah ketus.Khalifah yang mendengarkan nya pun tersenyum mendengar perkataan yang keluar dari mulut saudarinya.


"Mmm tidak". jawab khalifah.


"Haiss kau ini...baiklah-baiklah terserah padamu saja". kesal khadijah.


"Kau sepertinya ingin mengatakan sesuatu?" tanya khalifah.


"Ya...memang benar aku ingin mengatakan sesuatu padamu". jawab khadijah.

__ADS_1


"Apa?" khalifah menoleh kearah khadijah.


"Mengapa kau hanya terdiam saja saat ustadz fikri tadi bertanya?".tanya khadijah.


"Memangnya kenapa??". khalifah menanyakan balik pertanyaan dari khadijah.


"Kau ini...apa tadi kau tak melihat ustadz fikri yang terus saja menatapmu". jawab khalifah kesal karena adiknya ini sangat tidak peka dengan laki-laki.


"Lalu,kenapa jika dia menatapku??". tanya khalifah polos.


"Aisshh kau ini...Oh ya ngomong-ngomong ustadz fikri semakin tampan saja yaa sejak kembali dari kairo". ucap khadijah tersenyum.


"Lalu?? Apa kau menyukainya?". tanya khalifah.


"Tentu saja tidak...Dia memang tampan tetapi lebih tampanan pujaan hatiku tau..". ucap khadijah spontan.


Khalifah yang mendengarkannya hanya tersenyum saja tanpa mengucapkan kata sepatah pun.


"Khalifah..". belum sempat khadijah melanjutkan kata-katanya,khalifah sudah memotongnya.


"Sudah sampai dirumah...simpan saja pertanyaan konyolmu itu". ujar khalifah tersenyum menatap khadijah.


Khadijah mengerucutkan bibirnya mendengar perkataan dari khalifah.


"Khadijah". panggil khalifah.


"Ya". ucap khadijah.


"Apakah kau masih ingin berdiri didepan pintu?". tanya khalifah yang melihat khadijah masih mematung sambil mengerucutkan bibirnya.


Khadijah hanya menggelengkan kepalanya merespon ucapan dari khalifah.


"Yaudah.Ayo masuk". ucap khalifah menahan senyumnya.

__ADS_1


Khadijah pun masuk melewati khalifah karena masih kesal dengan khalifah.


__ADS_2