
"Zia". ucap reyhan.
Zia dan Khalifah pun menoleh kearah sumber suara yang diyakini zia itu adalah suara reyhan.
"Om Reyhan". ucap zia senang.
"Om reyhan udah selesai?". tanya zia
khalifah yang melihat interaksi kedua orang tersebut membuatnya ingin pergi dari situ tapi ia tak tega melihat zia karna zia menyuruh nya untuk tunggu sebentar.
"Iya udah siap,nih obat nya..". ucap reyhan sambil menunjukkan obat nya.
"Eumm..Om Reyhan kenalin ini Dokter Cantik yang selalu Zia kenalin sama Om reyha.". ucap zia tersenyum.
**Khalifah hanya tersenyum melihat kearah Zia tanpa memandang Reyhan sedikitpun.
Reyhan pun melirik khalifah dengan tatapan kagum.
*sangat cantik~Reyhan***
"Oh iyaa jadi ini dokter cantik yang kamu bilang..Ehemm kenalin saya Reyhan Oom nya zia". ucap rwyhan memperkenalkan diri sembari mengulurkan tangan nya ke khalifah.
"Assalamu'alaikum saya Khalifah". ucap khalifah tersenyum menangkup kan kedua tangannya didepan dada dan hanya melirik reyhan sekilas lalu mengalihkan pandangannya melirik zia.
Reyhan yang merasa jabatan nya tidak dibalaspun segera menarik tangannya.Baru kali ini ada seorang wanita yang menolak berjabat tangan dengan nya bahkan tak melirik dirinya.Gadis itu hanya melirik kearah zia.Apakah wanita didepannya ini tidak sedikitpun tertari padanya pikir reyhan.
"Ah iya..Wa..Wa..Wa'alaikum salam". ucap reyhan sembari terseyum kikuk karena tak pernah ada orang yang mengucapkan salam kepadanya.
"Zia kalau begitu dokter pergi dulu ya..pekerjaan dokter masih banyak". ucap khalifah terseyum.
reyhan yang melihat senyum tulus khalifah membuat hatinya terenyuh.
"Iya dokter cantik..sampai jumpaa". ucap zia membalas senyum khalifah.
"Kalau begitu saya permisi dulu tuan..Assalamu'alaikum". ucap khalifah menundukkan kepalanya tanpa melirik reyhan sedikitpun. Lalu memandang zia "Assalamu'alaikum Zia sayang". ucap dokter khalifah melirik zia sembari tersenyum cantik.Lalu pergi meninggalkan reyhan dan zia.
"Wa'alaikum salam dokter cantik." ucap zia.
"Wa'alaikum salam". ucap reyhan pelan.
*Wa**nita yang sangat menarik.Baru kali ini ada wanita berhijab yang tak tertarik padaku..Hmm bahkan dia sangat sempurna.Tidak pernah kujumpai wanita seperti itu~Reyhan*
"Om reyhan ayo kita pulang". ucap zia membuyarkan lamunan reyhan.
"Ah iyaa..Mari". ucap reyhan .
__ADS_1
Malam harinya dikediaman Rumah Abi Zaki
"Duarr". teriak khalifah mengejutkan khadijah.
"Eh copot-copot" . kaget khadijah.
khalifah tertawa pelan karena rencananya berhasil membuat khadijah terkejut.
"Iss..Apaan sih Khalifah...Kamu ini suka banget ngejutin aku". ucap khadijah cemberut.
"hahaha iyaa-iya aku minta maaf deh..Habis nya kamu sih ngelamun aja kerjaannya". ucap khalifah sembari duduk dibibir ranjang kamar khadijah.
"Ngelamunin apaan sih khadijah..sampai senyam-senyum gitu dari tadi". ucap khalifah penasaran.
"Kepo banget sih". kata khalifah yang pipinya sudah memerang seperti kepiting rebus.
"ooo aku tauu sekarang...kamu lagi mikirin kaum adam kan?". tanya khalifah yang mengerti gerak gerik kakaknya itu.
"Eumm..iyaa". jawab khadijah menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.
"astaghfirullahal'adzim khadijah..kamu mau menfapatkan dosa karna memikirkan seseorang yang sama sekali bukan mahram mu."sudah berulang kali khalifah menasehati kakaknya yang selalu memikirkan yang bukan mahramnya.
"Tapi kali ini beda khalifah..Dia itu sangat-sangat tampan.Baru kali ini aku jumpa dengan pria yang setampan dirinya." ucap khadijah senyam-senyum sendiri memikirkan reyhan yang tersenyum padanya tadi siang.
"Oh ya?kenapa gak kamu suruh aja dia buat khitbahi kamu..". ucap khalifah enteng.
"Lah..kenapa?". tanya khalifah penasaran.
"Masalahnya aku baru ketemuan sama dianya tadi siang". ucap khadijah.
"Oo jadi cinta pada pandangan pertama nih ceritanya". ucap khalifah menggoda khadijah
"Eumm..Iyaa". khalifah menyengir menampakkan gigi putihnya.
"Ada no telponnya?". tanya khalifah.
"Ga ada". singkat khadijah.
"Kenapa?".
"Ga sempat..dianya keburu udah pergi". ucap khadijah sedih
"Kamu jumpa dia dimana?".
"Di sekolah".
__ADS_1
"ngapain dia disekolah??..atau jangan-jangan dia masuk kembali kemasa kecilnya lagi". lirih khalifah sembari tertawa kecil.
"Iss enggaa khalifah..Dia ngejemput keponakannya..kebetulan keponakannya itu muridku disekolah". ucap khalifah dengan nada kesal.
Khalifah terdiam mendengarkannya.
"Yaudah mana tau besok dia ngejemput keponakannya kembali..nah kamu tinggal minta no hp dia deh..kalau dia bilang untuk apa tinggal kamu bilang aja kalau misalkannya terjadi apa-apa dengan muridmu itu maka kamu bisa dengan mud
ah memberitahunya.". ucap khalifah panjang lebar sembari tersenyum.
"Benar juga kata kamu..aaa terimakasih adikku". ujar khadijah memeluk khalifah.
"Ada mau nya aja baru bilang adikku". ucap khalifah mengerucutkan bibirnya.
"Hehe iyaa juga sih kamu benar". ucap khadijah melepaskan pelukannya.
"Yaudah aku masuk kedalam kamarku..udah ngantul bangett nih". ucap khalifah
"Lah cepat banget". khadijah cemberut.
"Aku tuh ngantuk gara-gara kamu yang curhat nya panjang lebar". canda khalifah.
"yee enak ajaa..Yaudah sana-sana pergi aku juga udah ngantuk sih sebenarnya".
"yaudaa kalau begitu..good night khadijah".
"Good night too khalifah..jangan lupa tutup rapat-rapat tuh pintu kalau keluar".
"Iya-iya bawel".
.
.
.
**hai readers maaf ya kalau ceritanya kurang menarik.
semoga kalian suka yaa..
Oh ya kalian bisa mengkomentar jika mau memberikan saran..saya akan dengan senang hati menerimanya.
maaf ya baru sampai part ke 7 soalnya Author banyak tugas sekolah..jadi gaa sempat buat part yang panjang-panjang dan banyak.
terimakasih..jangan lupa vote,coment,and like yaa teman-teman semua..Saya masih pemula..
__ADS_1
sampai jumpa di parti berikutnya**.