
"Khadijah". panggil khalifah.
"Agh yaa Khalifah". ucap khadijah.
"Udah ah jangan melamun terus..mending kita makan dulu nih pesanannya.kan udah nyampai nih pesanan nya...nanti keburu dingin lhoo". khalifah menghibur khadijah.
Khadijah hanya mengangguk menanggapinya.
.
.
.
"Loh khadijah inikan bukan jalan pulang kearah rumah kita". khadijah heran karena bukan pulang menuju arah rumahnya.
"Sudah sampai..turunlah". ujar khalifah.
"Eh..khalifah tunggu". teriak khadijah.
Sesampainya ditempat yang dituju.
"Khalifah...ini bukannya.." khadijah menggantung ucapannya sembari menoleh kearah khalifah yang berada disampingnya.
"Ya..bukan hanya kau saja yang merindukannya...tapi aku juga". lirih khalifah menahan isak tangisnya.Ia tak ingin menangis..karena apa setiap pertemuan pasti ada perpisahan.Ia telah mengikhlaskannya karena semua nya pasti akan kembali kepada Tuhannya.
Khadijah maju lalu berjongkok sembari memegang batu nisan yang bernama Aurora Natasya binti Hermansyah.
"Hikss Hikss Umi..Hikss Hikss". khadijah tak mampu menahan isak tangisnya dan buliran air bening lolos jatuh dipipinya.
Khalifah menghampiri khadijah dan memeluk saudarinya yang sedang rapuh itu.
"Khadijah..Kamu harus bersabar yaa..Allah sangat menyayangi Umi makanya ia mengambil umi dari sisi kita.
Khadijah hanya menangis didalam pelukan khalifah.
"Sudah..sudah..lebih baik kita pulang yaa..Umi pasti lagi nyariin kita..udah hampir jam 4 nih". ucap khalifah menenangkan khadijah.
Khadijah mengangguk lalu mereka pun pergi dari pekarangan tersebut.
.
.
.
"Assalamu'alaikum Umi". ucap khalifah dan khadijah sembari mencium tangan umi bergantian.
"Wa'alaikum salam...kalian darimana saja nak?". tanya Umi Ani.
__ADS_1
"Kami habis dari tempat pemakaman Umi Rora Mi.." jawab khalifah.sedangkan khadijah hanya menunduk.
"Yasudah..Kalian mandi lah dulu..Umi sudah menyiapkan kalian makan malam.".
"Baiklah mi.". ucap khalifah.
.
.
.
Ceklek
khadijah langsung tidur di king size nya.Fikirannya tak fokus.Ia sangat merindukan Uminya.Lalu ia berjalan mendekati laci dan mengambil foto dilaci tersebut.Foto Umi Rora saat bersama Khadijah waktu kecil.
"Umi..Hikss hikss...khadijah kangen". isak tangis khadijah.
"Khadijah". panggil khalifah lembut.
Khadijah segera memasukkan foto tersebut kedalam laci lagi.Dan mengusap air matanya yang mengalir dipipinya.
Khadijah menoleh kebelakang.
"Ya". ucap khadijah lirih.
"Ikhlaskan Umi..". ujar khalifah.
"Aku tau kau sangat merindukannya..tetapi kita juga tak boleh berlarut lebih lama dalam menghadapi ini semua".
"Aku tau". ucap khadijah melirik khalifah sekilas.
"Sebaiknya kamu mandi dulu..aku akan turun kebawah menemui abi". ujar khalifah.
Khadijah mengangguk.
.
.
.
"Umi..apakah abi sudah pulang?". tanya khalifah.
"Baru saja sayang..Mungkin Abi masih mandi". kata umi ani.
"Baiklah..apakah ada yang bisa khalifah bantu?".
"Tidak nak..sebaiknya kamu makanlah dulu".
__ADS_1
"Khalifah dan khadijah tadi sudah makan diluar umi..makan ditempat faforit kita dulu". ucap khalifah jujur.
"Baiklah nak.."
.
.
.
"Dino". panggil reyhan.
"Ya tuan muda". jawab dino sambil menunduk.
"Kapan mama dan zia akan pulang?". tanya reyhan dengan wajah yang datar.
"Belum bisa dipastikan tuan muda..nyonya dan tuan besar akan pulang bersama-sama". jelas dino.
"Baiklah..Bagaimana dengan Calon istriku?". tanya reyhan.
Dino menaikkan alisnya sebelah.
"Khalifah..bodoh!!" ujar reyhan geram.
"Semua berkasnya sudah ada didalam laci tuan.." . ucap dino.
"Aku ingin kau yang langsung mengatakan kepadaku tentang identitasnya".
"Khalifah Khumaira Hibsy.Anak dari Muhammad Zaki Hibsy dan Nurwani Humaira.Dan memiliki saudari tiri bernama Khadijah Aurora Hibsy anak dari Muhammad Zaki Hibsy dan Natasya Aurora.Khalifah Bekerja sebagai dokter bedah dirumah sakit Putri Bidadari.Dikagumi oleh semua orang baik muda maupun tuan karena keramahan dan kelembutannya.Termasuk wanita tercantik di negara ini karena pernah menjadi model wanita muslimah dengan wajahnya yang baby face.Banyak yang melamarnya tapi tidak pernah diterima olehnya..Kakaknya bernama Khadijah Aurora Hibsy seorang guru dari sekolah dasar Dharma Bangsa.Usia khadijahbdan khalifah terpaut hanya lebih tua satu tahun lebih dari khalifah.Memiliki wajah yang cantik.Dan juga dikagumi oleh semua orang.". ujar dino menjelaskan.
"Hibsy??perusahaan KK Hibsy Corp??. tanya reyhan.
"Benar tuan..Dan sekarang perusahaannua sedang mengalami krisis karena ada yang mengkorupsi uang perusahaan.". ucap dino.
"Dilamar??mengapa ia tolak?".
"Alasannya karena khadijah kakaknya belum juga menikah.ia tak mau melangkahi kakaknya.padahal juga banyak yang melamar kakaknya tapi juga ditolak oleh kakaknya".
"Menarik...Apakah kita ada menanamkan saham diperusahaan tersebut?". tanya reyhan lagi
"Ada tuan".
"Berapa persen?".
"Sekitar 30% tuan". ucap dino nenundukkan kepalanya.
"Bagus..kerja yang bagus...sekarang enyahlah kau dari hadapanku dino". ucap reyhan dingin.
"Baik tuan". dino memrikan hormat lalu keluar dari ruangan kerja pribadi reyhan.
__ADS_1
Baiklah sayang..jika kamu menolak semua lamaran orang,maka kali ini kamu akan menerima lamaran dariku..tunggu tanggal mainnya sayangku..~Reyhan tersenyum smirk.