
Khalifah langsung masuk kedalam kamarnya membaca Al-Qur'an sedangkan khadijah langsung merebahkan dirinya diatas king size nya.Ia masih kesal dengan khalifah yang mengatakan pertanyaannya adalah pertanyaan konyol.
"Huffttt...menyebalkan sekali". kesal khadijah memejamkan matanya untuk menenangkan pikirannya.
"Ah sebaiknya aku menelpon reyhan saja". ucap khadijah tersenyum.Lalu mengambil ponselnya yang berada di atas meja rias.
"tut..tut..tut.."
"tut..tut..tut.."
"Loh..kok gak diangkat sih". khadijah kesal nomor reyhan tidak diangkatnya.
"Apa dia sedang sibuk ya?". khadijah bertanya-tanya mengapa reyhan tak mengangkat telponnya.
.
.
.
Reyhan yang baru keluar dari dalam kamar mandi dengan pakaian yang sudah lengkap dan rambut yang masih basah,ia usap rambutnya dengan handuk.Dan mengambil hp nya diatas kasurnya yang empuk.Saat membuka handphone nya reyhan melihat ada 3 panggilan tak terjawab dari nomor yang tak dikenal.Reyhan mengeryitkan alisnya.Ia tak mengenal nomor tersebut,tapi ia tak mempermasalahkan itu,mungkin itu nomor salah sambung menurutnya.Ia melanjutkan aktifitasnya lagi saat hendak merebahkan badannya dikasurnya yang empuk.Tiba-tiba ia mendengar suara handphone nya berdering.Ia melihat nomor yang tak dikenal.
Nomor siapa sih ni..Ganggu orang mau tidur aja...Ah angkat aja lah dulu mana tau penting~Reyhan.
"Halo". ucap reyhan.Namun tak ada balasan dari penelpon tersebut.
"Hallo". ucap reyhan sekali lagi namun juga tak ada jawaban dari si penelpon.
"Beraninya kau mempermainkan seorang Reyhan Arisandi". geram reyhan.
"Ah ya hallo". ucap orang diseberang sana karena terkejut mendengar perkataan reyhan yang marah.
__ADS_1
Reyhan yang mendengarkan suara penelpon pun mengeryitkan alisnya.
Suara perempuan~Reyhan.
"Siapa". tanya reyhan to the point.
"A..aku Khadijah". jawab khadijah gugup.
"Oh iya aku kenal.Kamu gurunya Zia bukan?". tanya reyhan.
"Ya kamu benar..kukira kau sudah melupakanku". ucap khadijah terus terang.
"Tentu saja aku mengingatmu..Kamu kan wanita tercantik yang pernah kutemui". ucap reyhan menggoda khadijah.
Bagaimana mungkin aku melupakanmu jika kau saja akan menjadi kakak iparku kelak~Reyhan.
Khadijah yang mendengarkan ucapan dari reyhan langsung blushing.Sakingkan senangnya.
"Aku sudah sembuh...apakah kau khawatir?". tanya reyhan.
"Tentu saja aku khawatir padamu". ucap khadijah spontan.
"Jadi kau mengkhawatirkanku?". tanya Reyhan.
"Aaa tidakk..tidakk..maksudku aku mengkhawatirkanmu karena kau sudah kuanggap seperti temanku sendiri". ucap khalifah mengelak.
"Baiklah". ucap reyhan manggut-manggut.
"Emm..reyhan apa besok kau ada acara?". tanya khadijah.
"Tidak..emang kenapa?". ucap reyhan jujur.
__ADS_1
"Bisakah kita bertemu?". ucap khadijah.
"Bertemu??untuk apa?". tanya reyhan lagi.
"Anggap saja kita sekarang berteman jadi aku ingin mengajak temanku mencari angin sebentar". khadijah mencari alasan agar bisa bertemu dengan reyhan.
"Teman?" ucap reyhan mengulangi kata-kata khalifah.
"Ya teman..anggap saja sekarang kita berteman". jawab khadijah.
"Baiklah sekarang kita berteman...Dimana kau ingin bertemu denganku?". tanya reyhan.
"Di cafe xx bagaimana?".
"Baiklah aku setuju". ucap reyhan.Reyhan yang mendapatkan kesempatan emas pun tidak tinggal diam.Ia bisa menjadikan khadijah sebagai pion nya agar bisa lebih dekat dengan khalifah.
Reyhan langsung memutuskan teleponnya secara sepihak.
.
.
.
"tut..tut..tut.."
"Ighh..kok dimatiin sihh..padahalkan masih kangen". ucap khadijah cemberut.
"Tapi gak papa lah yang penting besok ketemua dengan reyhan". ujar khadijah tersenyum senang.Khadijah berguling-guling dikasur empuknya karena sakingkan senangnya dapat menelpon pujaan hatinya itu.
**I Love You All
__ADS_1
Jangan Lupa Like and Coment yaa man teman❤**