Killing Murder

Killing Murder
40


__ADS_3

“Betul. Saya menemukan tongkat yang Anda pakai di Andover dan Chuiston di dalam sebuali lemari di Combeside. Sebuah tongkat biasa dengan pegangan bulat yang kokoh. Sebagian kayunya dibuang dan di bekas lubang diisi dengan timah. Foto Anda dipilih dari setengah lusin foto lainnya oleh dua saksi yang melihat Anda meninggalkan gedung bioskop pada saat Anda seharusnya sedang melihat pacuan kuda di Doncaster. Anda terlihat berada di Bexhill, pada hari terjadinya pembunuhan, oleh Milly Higley dan seorang gadis dari Scarlet Runner Roadhouse, ke mana Anda membawa Betty Barnard makan malam pada malam naas itu. Dan terakhir yang paling biadab dari semuanya Anda melalaikan satu tindakan pencegahan yang paling mendasar. Anda meninggalkan sidik jari pada mesin tik Mr. Cust mesin tik yang, bila Anda tidak bersalah tidak mungkin Anda pegang.”


Clarke duduk diam sejenak, lalu katanya, “Rouge, impair, manque Anda menang, Mr. Poirot! Namun tidak ada salahnya untuk mencoba!”.


Dengan gerakan yang begitu cepat ia mencabut sebuah senjata kecil otomatis dari sakunya dan mengarahkannya pada kepalanya sendiri. Aku berteriak dan tanpa sadar menjauhkan diri sambil menunggu letusan.


Namun tidak terdengar letusan picunya berbunyi, tetapi tidak terdengar letusan. Clarke memandangnya heran dan menyumpah-nyumpah.


“Tunggu, Mr. Clarke,” ujar Poirot. “Mungkin Anda memperhatikan saya mempunyai seorang pembanxu laki-laki hari ini teman saya seorang , copet ahli. Ia mengambil pistol dari saku Anda, membuang isinya dan mengembalikannya lagi tanpa setahu Anda.” “Kurang ajar! Orang asing cebol!” teriak Clarke yang merah karena gusar.


“Ya, ya, itulah perasaan Anda. Tidak, Mr, Clarke, tak ada kematian yang mudah bagi Anda. Anda mengatakan pada Mr. Cust bahwa Anda nyaris tenggelam. Anda tahu apa artinya Anda dilahirkan untuk sebuah nasib yang lain.”


“Kau ”


Tak ada kata-kata yang bisa diucapkannya. Wajahnya pucat-pasi. Tangannya terkepal penuh ancaman. Dua detektif dari Scotland Yard muncul dari ruang sebelah. Salah satunya adalah Crome. Ia maju dan mengucapkan salamnya, “‘Saya peringatkan Anda bahwa semua yang Anda katakan bisa dipakai sebagai bukti.”


“Ia telah cukup banyak berbicara,” kata Poirot, lalu menambahkan kepada Clarke, “Anda banyak memiliki kelebihan-kelebihan yang picik, tetapi saya pribadi menganggap kejahatan Anda sama sekali tidak bersifat elegan, tidak jujur, tidak sportif Akhirnya.


Aku harus mengakui bahwa begitu pintu tertutup setelah Franklin Clarke dibawa pergi, aku tertawa histeris. Poirot memandangku dengan sedikit kaget.


“Aku tertawa karena kau mengatakan kepadanva kejahatannya tidak sportif,” aku berkata di tengah tawaku.


“Itu benar. Memuakkan bukan karena ia membunuh saudaranya namun kekejamannya yang membuat orang yang malang itu mendapat hukuman mati tapi dibiarkan hidup. Menangkap seekor mbah dan memasukkannya ke dalam kotak serta tak pernah melepaskannya lagi Itu bukan le sport V Megan Barnard berdesah panjang.

__ADS_1


“Saya tak percaya tidak. Benarkah?”


“Ya, Mademoiselle. Mimpi buruk telah berlalu.” Gadis itu menatapnya dan wajahnya semakin memerah.


Poirot menoleh kepada Fraser.


“Selama ini Mademoiselle Megan dihantui ketakutan bahwa Andalah yang melakukan kejahatan kedua.”


Donald Fraser berkata tenang, “Dugaan saya sendiri juga begitu pada suatu saat.”— “Karena mimpi Anda?” Poirot mendekati orang muda itu dan ia bicara dengan penuh keyakinan suaranya direndahkannya. “Mimpi Anda punva penjelasan yang amat wajar. Anda mendapati bahwa bayangan seorang gadis lenyap dari kenangan Anda dan tempatnya telah digantikan oleh saudara perempuannya. Mademoiselle Megan menggantikan adiknya dalam hati Anda, namun karena Anda tidak mau berpikir baliwa Anda dapat begitu cepat menghilangkan kesetiaan terhadap si mati, Anda berjuang untuk menekan pikiran semacam itu, dan membunuhnya! Itulah penjelasan mimpi Anda.” Mata Fraser menatap ke arah-Megan.


“Jangan takut melupakannya,” ujar Poirot lembut. “Gadis itu tidak begitu berharga untuk dikenang. Kepribadian Mademoiselle Megan hanya satu di antara seratus un coeur magnifi-que hatinya benar-benar baik!”


Mata Donald Fraser bercahaya.


“Saya yakin Anda benar.”


“Beberapa di antaranya adalah simplement une blague hanya untuk mengecoh. Tetapi aku mendapatkan satu hal yang ingin kuketahui bahwa Franklin Clarke berada di London pada saat surat pertama dikirimkan dan juga aku ingin melihat wajahnya pada saat aku — bertanya pada Mademoiselle Thora. Ia kurang hati-hati lagi. Aku melihat kedengkian dan kemarahan dalam matanya.” “Anda tidak sedikit pun memperhatikan perasaan saya,” ujar Thora Grey.


“Saya tidak berharap Anda akan menjawab sava dengan jujur, Mademoiselle,” kata Poirot acuh tak acuh. “Dan harapan Anda yang kedua dikecewakan. Franklin Clarke tidak akan mewarisi uang saudaranya.” Thora Grey mendongakkan kepalanya.


“Apa perlunya saya tinggal di sini bila hanya untuk mendapat penghinaan?”


“‘Tidak ada penghinaan,” ujar Poirot sambil dengan sopan membukakan pintu bagi gadis itu.

__ADS_1


“Sidik jari itu membereskan segalanya, Poirot,” kataku serius. “Ia langsung kalangkabut waktu kau menyebut hal itu.” Ia menambahkan,


“Aku menyebutnya untuk menyenangkanmu, monami.”


“Tapi, Poirot,” seruku, “tidakkah itu benar?” “Sedikit pun tidak, monami,” ujar Hercule Poirot.


Aku harus menceritakan kunjungan Mr. Alexander Bonaparte Cust kepada kami beberapa hari kemudian. Setelah menyalami Poirot kuat-kuat dan dengan sikap bingung berusaha mengucapkan terima kasih kepada Poirot tetapi tanpa hasil, Mr. Cust berdiri tegak dan berkata, “Tahukah Anda, sebuah surat kabar benar-benar menawari saya seratus pound seratus pound untuk cerita dan sejarah kehidupan saya. Sava saya benar-benar tidak tahu apa yang harus saya lakukan.”


“Kalau saya, saya pasti tidak akan mau menerima jika hanya seratus,” kata Poirot.


“Tegas saja. Katakan bahwa Anda menghendaki lima ratus. Dan jangan membatasi diri pada satu surat kabar saja.”


“Apakah Anda benar-benar berpikir bahwa saya akan?"


“Anda harus menyadari,” kata Poirot tersenyum, “Anda orang terkenal. Mungkin oiang yang paling terkenal di Inggris saat ini.” Mr. Cust sedikit menegakkan badannya lagi. Wajahnya berseri-seri senang.


“Saya rasa Anda benar! Terkenal! Di semua surat kabar. Saya akan menuruti saran Anda, Mr. Poirot. Uang itu paling cocok paling cocok. Saya akan berlibur…. Lalu saya ingin memberikan hadiah perkawinan yang cantik kepada Lily Marbury gadis yang baik benar-benar gadis yang baik, Mr. Poirot.” Poirot menepuk-nepuk bahu Mr. Cust dengan sikap hangat.


“Anda benar. Bersenang-senanglah. Dan sedikit saran bagaimana kalau Anda menemui dokter mata. Sakit kepala itu, mungkin Anda membutuhkan kaca mata baru.” “Menurut Anda, itukah penyebabnya selama ini?”


”Ya.” Mr. Cust menyalami tangan Poirot dengan hangat.


“Anda orang besar, Mr. Poirot.”

__ADS_1


Seperti biasa Poirot tidak mengelakkan peng-haigaan itu. Ia bahkan tidak berhasil untuk tampak rendah hati. Pada waktu Mr. Cust melenggang keluar dengan bangga, sahabatku tersenyum ke arahku.


“Jadi, Hastings kita pergi berburu sekali lagi, bukan? Vive le sportl”


__ADS_2