
Angga tidak menoleh kebelakang,dia hanya bisa pasrah menerima semua itu,untuk menjelas kan nya dia rasa semua nya percuma.
Akhyra yang melihat Angga pergi dan tidak memandang nya hanya bisa menangis dan meratapi nasib nya,dia sudah tidak bisa membendung rasa hancur berkeping-keping karena di tinggal oleh orang yang di cintai nya,kini dia sudah merasakan pahit nya mencintai orang yang sudah di miliki orang lain.
Pengunjung yang melihat nya,hanya bisa bertanya-tanya dalam hati,karena posisi mereka berjauhan dengan tempat Akhyra,sehingga mereka hanya bisa melihat kejadian tadi,tanpa mendengar apa yang mereka bicarakan.
Akhyra berusaha menguatkan diri,namun percuma,dia hanya bisa menangis dan menatap kosong lurus ke depan,terpancar rasa sedih di raut wajah nya,hari yang ia harapkan akan menjadi hari bahagia nya,ternyata menjadi hari paling menyakit kan untuk nya.
Untuk bangun saja dia sudah tidak sanggup,dan akhir nya dia tergeletak begitu saja di atas rumput-rumput yang sengaja di tata rapi di sana,rambut yang semula tergerai indah,kini menjadi sasaran emosi Akhyra,dedaunan yang ada di pohon,tepat di atas Akhyra pun berguguran, seakan-akan mengekspresi kan emosi Akhyra yang sedang hancur dan berguguran.
Menangis tanpa suara sangat lah menyakitkan, wajah-wajah frustasi tampak menyelimuti wajah gadis itu.
Sampai Menjelang Malam
__ADS_1
Akhyra tak kunjung bangun dari posisi nya,dia seperti patung yang menangis,karena dia tidak bergerak setitik pun dari posisi nya.
Pengunjung tadi siang sudah pulang beberapa jam yang lalu,saat mereka melewati Akhyra,mereka hanya bisa memandang Akhyra dengan beribu pertanyaan,karena mereka tidak berani bertanya dengan seseorang yang bersangkutan dengan Angga Kurniawan.
Di Kediaman Pratama.
"Pahh,diamana Akhyra...??"Pertanyaan itu sudah terlontarkan beribu kali di mulut Zalifa,dia tampak khawatir terjadi sesuatu kepada putri semata wayang nya.
"Sabar maa,orang suruhan papa sedang mencari Akhyra,percayalah kepada mereka,lebih baik mama tenang dulu...!!"Ujar Bagus.
Drtt...drrtt...!!
Ponsel Bagus berdering,dia segera mengangkat nya dan memencet tombol loudspeaker.
__ADS_1
"Hallo,tuan saya sudah menemukan Nona muda,dia tergeletak di suatu taman dan menangis,dia tidak bergerak sama sekali,apa yang harus kami lakukan...??"Tanya salah satu orang suruhan Bagus.
"Angkat saja dia dan bawa kemari,dan cari tau apa yang terjadi dengan dia...!!"Perintah Bagus.
Para orang suruhan Bagus tidak akan memegang atau pun menggendong Akhyra tanpa izin dari Bagus,karena itu sudah menjadi peraturan bagi mereka.
10 Menit Berlalu.
Mereka pun sampai di kediaman Pratama dengan cepat,karena memang jam sudah menunjukkan pukul 9 malam,sehingga jalan tidak terlalu ramai.
Mereka segera mengangkat Akhyra dan membawa nya masuk ke dalam mansion keluarga Pratama.
"Akhyraaaa...!!"Zalifa berteriak dan berhamburan mendekati Akhyra yang di baring kan di sofa.
__ADS_1
Tampak Akhyra masih membuka mata nya,namun dia mengeluarkan air mata tanpa henti, dengan tatapan kosong dan wajah frustasi membuatnya semakin seperti mayat hidup.
Zalifa memeluk Akhyra dan menangis sekencang-kencangnya,dia memanggil nama Akhyra dengan keras, seakan-akan Akhyra sudah meninggal kan mereka.