Kisah Cinta Si Kembar Adha

Kisah Cinta Si Kembar Adha
Bab 21


__ADS_3

Azzam baru saja pulang dari bulan madunya bersama Shena.Dia sangat marah ketika mengetahui bahwa Azzura pulang ke rumah.


Azzam telah tau semua cerita tentang Azzura. Dia kecewa sekali dengan Ken yang merupakan temannya.


"Ini tidak bisa di biarkan, akan aku buat perusahaan lelaki itu bangkrut." ucap Azzam.


"Cari siapa wanita itu, dan kirimkan datanya sedetail mungkin." ucap Azzam kepada anak buahnya.


Azzam sangat marah sekali karena efek dari rumah tangga kembarannya membuat mamanya jatuh sakit. Dia tidak terima apa yang di lakukan Ken kepada Azzura.


Setelah asistennya pergi, papa Azzam keluar dari kamarnya membawa mangkok.


"Gimana mama pa?" tanya Azzam.


"Alhamdulillah udah mau makan, kamu buat perhitungan sama itu Ken, papa nggak terima anak papa di duakan begitu."


"Iya pa, aku juga nggak terima, walaupun bang Zayyan udah beri pelajaran, tetap aja aku belum puas pa."


"Kamu ambil hikmahnya dari kejadian ini, papa harap kamu bisa menjaga Shena, belajar mencintainya, walau bagaimanapun dia adalah ibu dari anak kamu."nasehat Alan Adha.


"Iya pa, Sekarang aku tidak akan menyia-nyiakan Shena pa." jawab Azzam.


Tidak lama setelah mereka bicara, tiba - tiba Azzam melihat Azzura berlari hendak keluar.

__ADS_1


"Kemana wa?" tanya Azzam.


"Gila, itu si Ken ngapain pakai datang ke sini segala zam, tolonglah Zam, nanti mama dengar pula." ucap Azzura.


Melihat mamanya yang sakit membuat Azzura menyesal telah pulang kerumahnya. Azzura baru paham seharusnya apapun yang terjadi dengan rumah tangganya,ia tidak boleh mengadu ke keluarga terlebih dahulu. Seharusnya dia menyelesaikan sendiri permasalahan rumah tangganya.


"Kamu di dalam aja, biar aku yang keluar." ucap Azzam.


"Papa ikut." ucap Alan.


"Nggak usah pa, papa di kamar aja jaga mama." jawab Azzam.


"Tapi papa masih sakit hati dengan dia, anak yang papa jaga selama ini dia sakiti seenaknya." ucap papa Azzam dan Azzura.


Azzam melihat Ken yang berdiri dari luar pagar rumahnya.


"Biarkan dia masuk pak." ucap Azzam kepada penjaga gerbang.


"Terima kasih Zam." ucap Ken segera masuk ke dalam mobil miliknya.


Ken memang punya rumah dan kendaraan di kota ini. Ken dan keluarga pindah dari kota ini setelah memindahkan kantor pusat ke kota lain.


Mobil Ken telah terparkir dengan rapi. Ia turun dari mobil sambil tersenyum menghampiri Azzam.

__ADS_1


Saat tiba di dekat Azzam, temannya itu lansung memberikan bogem mentah.


"Ini buat sakit hati yang kamu berikan kepada adikku."


Ken nampak tersungkur karena kencangkan tinju yang di berikan oleh Azzam.


"Ini untuk mama aku yang sakit karena ulah kamu." ucapnya setelah memberikan bogem berikut.


"Beraninya kamu meminta adikku untuk kamu sakiti, padahal kamu tau bahwa dia mencintai kamu sejak dulu." ucap Azzam benar - benar marah.


"Aku minta maaf, aku minta maaf sama Zura zam."


"Maaf? kamu pikir dengan meminta maaf bisa membuat semuanya utuh lagi?" tanya Azzam dengan nada tinggi.


Azzam membabi buta memukul Ken. Sedangkan Ken hanya terima takdirnya tanpa memberikan perlawanan sedikitpun.


"Kamu hancurkan hati wawaku, kami menjaganya sepenuh hati, tapi kamu malah memintanya hanya untuk kamu sakiti." ucap Azzam setelah Ken ambruk di tanah.


"Aku janji kamu akan membayar semua ini." ucap Azzam meninggalkan Ken yang terkapar di tanah.


Tidak lama kemudian, anak buah Azzam berlari menolong lelaki itu. Mereka nampak memapah lelaki itu ke dalam mobil.


Azzura hanya menangis melihat Ken tidak berdaya di bawa oleh anak buah keluarganya. Dia juga melihat lelaki itu hanya pasrah ketika di pukul oleh Azzam.

__ADS_1


__ADS_2