
Azzura sangat marah kepada Azzam saat mengetahui bahwa Azzam membawa anaknya untuk bertemu dengan Ken. Dia tidak menyangka saudara kembarnya akan mengkhianatinya seperti ini.
Azzura mengetahui saat sang anak bilang ketemu papanya. Dan yang memperkuat semuanya saat seseorang mengirimkan foto tersebut kepadanya.
"Azzam benar - benar keterlaluan." ucap Amel sedang mencari Azzam.
Dia mencari Azzam sampai ke ruang kerjanya. Azzam kaget saat melihat kembarannya masuk kedalam ruang kerja tanpa mengetuk pintu.
"Kamu apa - apaan Zam bawa anakku tanpa seizin aku."
"Kan aku sudah izin kamu."
"Kamu membawa Syifa tanpa izin aku, aku sudah bilang sampai kapanpun aku tidak akan Sudi mempertemukan Syifa dengan Ken." ucap Azzura mengikuti langkah kaki Azzam menuju ruang tengah.
"Kamu tidak boleh egois seperti itu, Ken punya hak atas Syifa."
"Kamu bilang punya hak? lalu kemana dia saat aku hamil anaknya? bukankah dia mencampakkan aku dengan berselingkuh."
"Ken pernah salah, tapi dia sudah berubah, bahkan dia bangkit kembali setelah kita membuatnya bangkrut, semua atas pembuktian keseriusan dirinya sama kamu." jawab Azzam.
"Aku tidak butuh keseriusan dari lelaki macam dia, dia tidak boleh ketemu anakku."
"Kamu egois wa, anak kamu butuh sosok seorang ayah."
"Kau bisa mencarikan anakku seorang ayah, aku akan menghapus Ken dalam cerita anakku besar nanti."
Azzam heran dengan cara berpikir sang adik. Dia tidak tau kemana sang adik tidak memikirkan anaknya.
"Syifa akan butuh Ken untuk menikah nanti, dan kamu tidak akan bisa menutup semua itu dari Syifa, anak kamu berhak tau siapa ayahnya."
Azzura berdiam mendengar ucapan Azzam. Ia membenarkan ucapan Azzam. Namun hatinya masih belum bisa menerima kenyataan bahwa Ken bertemu dengan anaknya. Dia ingin menghukum lelaki itu lebih lama lagi.
"Belajar memaafkan Ken demi anak kamu, Ken memang pernah salah, namun dia berubah."
"Ohw aku baru sadar kenapa kamu sangat membela Ken, kan kamu dulu sama bejatnya dengan Ken." ucap Azzura.
"Setiap manusi pasti punya sisi buruk, begitu juga dengan Ken dan Aku."
Azzura hanya tertawa saat mendengar pembelaan Azzam.
"Itu karena Shena terlalu baik sama kamu Zam, lelaki sama aja." ucap Azzura.
"Azzura Adha." panggil papanya Alan Adha yang baru saja keluar dari kamarnya.
"Papa tidak suka dengan ucapan kamu, karena papa juga lelaki."
__ADS_1
"Papa beda." jawab Azzura merasa bersalah.
"Papa juga punya masa lalu sebelum dengan Mama kamu,tapi apakah papa seburuk itu? apakah setiap orang tidak boleh memperbaiki hidupnya ke arah yang lebih baik." ucap Alan duduk di sebelah Azzam.
"Jadi papa dulu juga selingkuh?" tanya Azzura.
"Hatib- hati bicara Azzura, suami mama bukan lelaki seperti itu, kamu bisa mama laporkan atas pencemaran nama baik."
Azzura kaget saat mendengar ucapan sang mama. Mamanya akan melaporkan dirinya karena pertanyaannya.
"Aku kan cuma bertanya ma, karena papa sendiri yang bilang bahwa papa punya masa lalu."
"Setiap orang punya masa lalu, tapi liat dia di masa sekarang,apakah ada perubahan ke yang lebih baik."
"Kok semua seolah membela Ken di sini? apa semua lupa bagaimana Ken menyakiti aku?"
"Kamu tidak membela Ken, dan kami tidak lupa atas apa yang dilakukan oleh Ken kepada kamu." jawab sang mama.
Azzura diam sambil secara kasar. Dia tidak mungkin menang saat berdebat bersama sama mama dan papanya sendiri.
"Kamu juga jangan salahkan Azzam, Ken memang punya hak atas anak kamu, Ken emang gagal menjadi suami yang baik terhadap kamu, tapi jangan buat Ken menjadi ayah yang gagal untuk anaknya." ucap sang mama lagi.
"Tapi ma aku belum siap bertemu dengan Ken."
"kamu masih mencintai Ken kan wa?" tanya Azzam.
"Mana ada begitu." jawab Azzura dengan cepat.
"Jika ia juga tidak apa-apa, Ken juga sudah berubah." jawab sang papa.
"Biar aja pa, aku sudah tidak tertarik lagi." ucap Azzura meninggalkannya Azzam, mama dan papanya di rumah tengah.
Azzura ingin bersiap untuk pergi bersama dengan Rey. Azzura sudah berjanji memberikan kesempatan untuk Rey untuk mendekati dirinya.
Azzura ingin memberikan kesempatan kepada Rey yang menyukainya. Dia tidak mau jatuh ke lubang yang sama.
Tidak kurang dari tiga puluh menit Azzura nampak sudah bergaya cantik. Dan Rey sudah menunggu di ruang tamu.
Mereka pergi untuk makan siang. Rey bahagia sekali karena Azzura sudah mulai membuka hati untuk dirinya.
Namun saat di jalan Rey merasa ada yang mengikuti mobil mereka. Rey mencoba membawa agak mengebut.
Namun mobil tersebut juga nampak semakin laju. Saat mau tepi Danau, tiba - tiba sebuah mobil besar tampak ada di belakang mobilnya dengan laju yang cepat.
"Kenapa kencang sekali rey?"
__ADS_1
"Sepertinya ada yang mengikuti kita." jawab Rey.
Azzura melihat kebelakang dan melihat mobil besar melaju dengan kecepatan tinggi.
Azzura nampak kaget saat mobil tersebut mendahului mereka dari sebelah kanan. Dan mobil tersebut tidak kunjung mendahului mobil mereka. Mobil tersebut nampak sengaja menyenggol body mobil Rey. Sehingga mobil Rey lansung oleh ke sisi kiri.
"Awas Rey." mobil Rey oleng ke kiri dan Rey lansung panik sehingga mobil tersebut berputar di sisi kiri jalan, dan tiba sebuah mobil menghantam mobil sebelah kiri. Sehingga mobil Rey tidak jadi masuk Danau.
Azzura melihat dengan kepalanya sendiri bahwa mobil yang menghantam mobil tersebut sengaja menabrakkan diri agar mobil Rey tidak masuk ke danau.
Akan tetapi mobil tersebut yang masuk ke danau. Azzura hanya bisa berteriak dan menangis.
Apalagi saat melihat Rey sudah berdarah - darah di sebelah kanannya.
Banyak orang yang menolong mereka. Azzura di bawa sebuah mobil pribadi seseorang menuju rumah sakit. Sedangkan ia tidak tau bagaimana dengan Rey ataupun pengemudi yang masuk ke danau.
Azzura bisa pastikan jika tidak ada mobil itu maka mobil yang ia tumpangi akan masuk ke danau tersebut.
Azzura melihat keluarganya datang mengunjungi di rumah sakit.
"Kamu nggak apa-apa?" tanya papanya kepada anaknya.
"Aku nggak apa-apa pa, gimana dengan Rey?" tanya Azzura.
"Rey meninggal di tempat, ini Azzam sedang menyelidiki kecelakaan itu." ucap Alan Adha.
"Innalilahi wa innailaihi Raji'un." dada Azzura merasa sesak saat tau Rey sudah tiada.
"Bagaimana kejadiannya tadi?" tanya papanya.
"Pa." tegur istrinya karena takut sang anak masih syok.
"Nggak apa-apa ma."
Azzura lalu menceritakan dengan detail. Tidak ada yang terlewat satupun dari mulutnga. Termasuk tentang mobil yang sengaja melindungi mobilnya agar tidak masuk kedalam danau.
"Pengemudi mobil yang masuk ke danau tersebut koma, dia juga parah." ucap sang papa.
"Pa nanti tolong bawa aku ke ruangan dia pa, aku mau ucapkan terima kasih."
"Dan aku juga mau melihat Rey pa."
"Iya nanti papa akan antarkan ya." janji papanya.
"Kamu istirahat dulu."
__ADS_1