Kisah Cinta Si Kembar Adha

Kisah Cinta Si Kembar Adha
Bab 27


__ADS_3

Azzura sedang mengunjungi Ken dirumah sakit. Dia ingin menjenguk lelaki yang pernah di hatinya itu.


Walaupun harus menghadapi wajah cemberut mama Ken, namun ia tidak peduli. Dia niatnya baik hanya untuk menjenguk.


Azzura duduk di kursi sebelah ranjang sambil menatap Ken yang sudah dua Minggu belum sadarkan diri.


"Ken, ayo bangun, kamu nggak ingin ketemu Syifa anak kita." ucap Azzura.


Azzura mencoba memegang kangen Ken dengan lembut. Dia mengusap tangan itu agar Ken. Isa merasakan.


"Katanya Azzam kamu sayang banget sama aku, katanya kamu mulai berjuang untuk aku dari tiga tahun yang lalu, tapi kenapa kamu nggak mau bangun."


Azzura teringat ucapan dokter yang mengatakan bahwa pasien tidak ada semangat untuk bangun kembali.


"Aku memang tidak bisa janji apa - apa sama kamu, karna kamu memang pernah menghancurkan aku, tapi jika kamu benar-benar serius, kenapa kamu patah semangat, kamu bisa mencoba mengejar-ngejar aku."


"Atau kamu bangun menunggu aku menikah dulu, jika itu mau kamu nggak masalah sih, aku akan menikah secepatnya, jika aku udah menikah maka jangan harap mau melihat kamu lagi ya."


Namun Ken masih tertidur terlelap tanpa menjawab ucapan Azzura. Azzura mulai putus asa karena masih belum ada kemajuan terhadap Ken.


"Ternyata kamu Memang mau aku menikah secepatnya, jangan nyesal loh, aku akan pertimbangkan jika kamu bangun sekarang." ucap Azzura semakin putus asa.


"Jika kamu nggak bangun, aku nggak mau menjenguk kamu lagi ke sini, habisin waktu aku aja, mending aku senang - senang di luar sana ketemu banyak lelaki."


Azzura mulai bangkit dari duduknya. Dia melangkahkan kakinya meninggalkan Ken. Namun ucapannya tidaklah benar seperti itu.


"Ra."


Azzura terhenti ketika mendengar suara di ruangan itu.


"Ra."


Azzura membalikkan badannya dan kembali berjalan menuju ranjang pasien.


"Kamu udah sadar?" tanya Azzura tertawa senang.


"Tunggu, aku akan panggil dokter."


Azzura segera memencet tombol agar memanggil dokter. Tidak lama kemudian, dokter dan perawat masuk kedalam kamar.


Dokter memeriksa Ken yang masih terbaring. Dia hanya diam sambil menatap Azzura.


"Alhamdulillah, pak Ken akhirnya bangun." ucap sang dokter tersenyum.


"Gimana dok?" tanya Azzura.


"Pasien baik - baik aja, akan tetapi masih perlu di rawat beberapa hari untuk pemulihan."


"Baik dok."

__ADS_1


Dokter masih belum melepaskan Kanal oxigen cannula atau selang oksigen karena oksigen di dalam tubuh Ken masih kurang.


"Nanti jika ada yang mau ditanyakan ruangan saya, saya tinggal dulu." ucap dokter.


sang dokter langsung keluar dari kamar inap ken setelah azura menjawab ucapan dokter.


Setelah dokter pergi, Azzura tersenyum melihat Ken, sedangkan Ken hanya menatap Azzura dengan sendu.


"Kamu nggak apa-apa?" tanya Ken kepada Azzura.


"Aku kenapa memang? harusnya aku yang bertanya kepada kamu, udah jangan banyak ngomong dulu, istirahat aja." ucap Azzura.


"Aku ingat saat mobil kamu ditabrak truk, apakah kamu nggak apa-apa?" tanya Ken memastikan lagi.


"Aku tidak apa-apa, kamu liat sendiri aku duduk di sini, sedangkan kamu berbaring di sini." ucap Azzura kesal dengan kecerewetan lelaki itu.


"Aku hanya kuatir."


"Kuatirnya sama diri sendiri aja dulu, cepat sembuh." ucap Azzura.


"Jika sembuh memang dapat apa?" tanya Ken.


"Dapat menghirup oksigen dengan bebas, kamu nggak mau ketemu Syifa?" tanya Azzura.


"Emang boleh?"


Ken lansung tidak menjawab lagi. Ia takut ditinggal wanita itu. Dia merasa rela untuk sakit jika memang harus ditungguin oleh wanita itu apalagi sampai di rawat.


Azzura kembali pulang setelah Ken tertidur kembali. Dan saat itu mama Ken telah kembali lagi.


"Saya harap walaupun Ken ingin bersama kamu, kamu tidak perlu menerimanya kembali, karna saya tidak akan Sudi punya menantu yang ingin memasukkan anak saya ke penjara."


"Baik."


"Saya yakin Kaylin tidak melakukan apa-apa, saya kenal beber dengan anak saya."


"Biarkan penyidik yang berbicara." jawab Azzura lalu meninggalkan mama Ken.


...****************...


Azzam terduduk terdiam saat menemukan sesuatu di meja laci kamarnya. Dia mencoba mencari apa yang dia temuin.


Namun ia kaget saat menemui fakta bahwa istrinya mengonsumsi pil KB. Baru sekarang ia tau bahwa Shena mengonsumsi pil begituan.


"Pantas ia nggak hamil - hamil."ujar Azzam agak kecewa dengan sang istri.


Dia padahal berkali - berkali berbicara dengan Shena sangat ingin punyak anak kembali. Namun yang di lakukan wanita itu membuat hatinya hancur.


Brakkkk

__ADS_1


Shena masuk ke dalam kamar. Ia mendapati Azzam sedang memegang pil Kontrasepsinya.


"Zam."


"Apa yang kamu lakukan Shen? kenapa kamu tega sama aku?" tanya Azam.


"Aku minta maaf, tapi aku punya alasan."


"Alasan apa? alasan apa Shen?" tanya Azzam.


"Aku belum siap hamil anak kamu." ucap Shena duduk di pinggir ranjang.


"Belum siap?"


"Belum siap? kamu lucu sekali."


"Kamu nggak ngerti jadi aku, aku belum siap karena aku takut kamu meninggalkan aku di saat aku hamil, di mana saat itu badan aku melar."


"Atau kamu meninggalkan aku seperti hamil di masa lalu, aku takut menghadapi hamil dalam kesendirian dan menakutkan."


"Kamu tidak sendirian, aku memang salah, tapi aku tidak akan mengulang hal yang sama seperti dulu."


"Kamu tidak tau, bahkan kamu masih belum mengerti dengan aku."


"Kau ini cemburu melihat kamu berdua atau mengobrol sama Aya, hati aku sakit Zam, aku takut kamu kembali mengejarnya kembali."


Azzam melihat betapa takutnya istrinya saat melihatnya bersama Aya. Dia baru paham trauma yang di alami sang istri.


"Ya sudah aku minta maaf." ucap Azzam memeluk tubuh Shena. Lalu setelah itu Azzam menghapus air mata istrinya.


"Aku sudah jatuh hati sama kamu, jadi tidak akan mungkin jatuh hati dengan Aya lagi, di mataku saat ini, hanya ada kamu." ucap Azzam menyakinkan Shena.


"Tapi aku bukan berkulit putih."


"Aku tidak memandang itu, aku nyaman dengan kamu, di pikiran aku hanya ada kamu dan anak kita." ucap Azzam membawa Shena kedalam pelukannya.


"Jangan pernah berpikir untuk macam-macam lagi ya." ucap Azzam kepada Shena sambil mengusap kepala istrinya.


"Kamu Janji tidak akan meninggalkan aku?"


"Nggak sayang, hanya maut yang bisa memisahkan kita, jangan cemburu lagi sama Aya, Diakan Sahabat kamu, apalagi Aya juga sudah beranak 4, dan dia juga milik Alfa."


"Tolong jangan pakai itu lagi ya sayang, aku sangat ingin anak lagi."ucap Azzam.


"Aku tidak memaksa secepat mungkin, namun aku sangat berharap kamu paham." ucap Azzam kepada sang istri.


"Aku akan coba Zam."


Azzam tersenyum mendengar jawaban dari sang istri.

__ADS_1


__ADS_2