
Azzam pulang ke rumah sebelum sore. Sang istri nampak kaget saat melihat Azzam pulang lebih cepat dari biasanya.
"Kenapa kamu pulang lebih cepat mas?" tanya Shena kepada sang suami.
"Kenapa? emang nggak senang suami pulang cepat?" tanya Azzam lansung memeluk sang istri.
"Bukan gitu mas, bisa kamu pulang paling cepat sore." jawab Shena.
"Lagi kangen aja sama kamu."ucap Azzam mencium pipi istrinya.
"Ah jadi bisa aja kamu mas." ucap Shena.
"Shen, kenapa kamu masih belum hamil - hamil ya?"tanya Azzam membuat Shena terdiam.
Azzam melihat istrinya sedang terdiam. Sang istri nampak sedang berpikir.
"Apa kamu meminum obat pencegah hamil?"tanya Azzam menyelidiki Shena.
"Kok kamu bicara seperti itu,aku belum hamil mungkin karena belum rezeki aja." jawab Shena mencoba meyakinkan sang suami.
Shena memang menggunakan pil kontrasepsi. Dia masih takut ketika hamil lalu sang suami meninggalkannya kembali.
Dia masih trauma melahirkan hanya ditemani oleh sahabatnya. Dia masih takut kejadian hamil pertama terulang kembali.
"Gimana kalau kita konsultasi aja ke dokter sayang?" tanya Azzam.
"Iya kapan - kapan aja, lagian kita sudah punya Fatih."
"Aku mau kamu hamil lagi agar bisa mengulang saat kamu melahirkan, menemani kamu di rumah sakit, dan merasakan jadi ayah siaga." ucap sang suami.
"Iya, jadi kamu pulang hanya untuk membahas itu?"tanya Shena kepada sang suami.
"Kangen juga dan malas bertemu Ken Di kantor."
"Ken?"tanya Shena.
"Iya Ken, dia kembali bangkit dan juga meminta bantuan agar bisa membuat Azzura kembali."
"Trus kamu setuju adek kamu balikan lagi sama dia?" tangan Shena.
"Entahlah, aku hanya menemukan dia dengan Azzura aja, selebihnya aku tinggal tengok saja sejauh mana dia berusaha."
"Jika Azzura tidak mau lagi nggak usah di paksa mas." ucap Shena menasehati sang suami.
"Iya ." jawab Azzam.
...****************...
Azzura sedang duduk di taman sambil melihat anaknya main boneka. Sang anak nampak asik bermain.
"Boleh duduk di sini?" tanya seseorang lelaki yang merupakan teman dekat Azzura.
"Apaan sih Rey, bertanya seperti itu." jawab Azzura sambil tersenyum
"Habisnya kamu nampak seperti sedang melamun saja." ucap Rey.
__ADS_1
"Aku lagi liat Syifa aja Rey, eh kamu gimana dengan pekerjaan kamu?" tanya Azzura.
"Alhamdulillah baik, aku hanya nunggu jawaban kamu saja lagi."
"Jawaban apa?" tanya Azzura sambil tertawa.
"Kamu udah siap nggak menikah lagi?" tanya Rey.
"Masa aku di lamar di sini?" tanya Azzura tertawa lepas.
"Jadi mau dilamar? benaran? jika iya akan aku siapkan lamaran yang mewah." jawab lelaki itu senang.
"Hahahahahaha, jika lamarannya bisa membuat aku menganggukkan kepala." ucap Azzura.
"Ah, nanti bisa malu jika kamu nggak nganguk."
"Payah, belum apa-apa udah menyerah." jawab Azzura.
"Liat aja nanti, kamu akan terpesona dengan aku ketika aku membawa kamu ke acara lamaran kita."ucap Rey.
Rey dan Azzura adalah teman semasa SD. Mereka bertemu kembali setelah sidang perceraian Azzura dan Ken.
"Wa." panggil Azzam tiba - tiba ada di belakang saudara kembarnya.
"Kenapa Zam?" tanya Azzura kepada sang kakak.
"Boleh nggak aku ajak Syifa jalan ajak main." ucap Azzam.
"Ya udah ajak aja lah Zam, emang mau kemana?" tanya Azzura.
"Ajak main ke mall aja, kamu mau ikut?" tanya Azzam.
Azzam lansung membantu keponakannya membereskan mainan.
Setelah selesai berkemas, Azzam lansung menggendong ponakannya menuju mobilnya
Azzam lansung membawa mobilnya menuju pusat pembelanjaan. Azzam lansung masuk ke restoran yang ia janjikan.
"Akhirnya kamu datang juga." ucap lelaki yang sudah duduk di meja.
"Ini anakmu Syifa, sesuai janji jika kamu sukses kembali maka aku akan mempertemukan kalian." ucap Azzam.
Ken nampak senang saat bisa melihat anaknya. Sejak anak itu lahir dia belum pernah melihat wajah anaknya sejak lahir.
Azzura sang ibu menutut semua media. Dia benar-benar menghukum Ken saat itu sampai saat ini.
"Ini pertama dan terakhir ya, karena jika Azzura tau, dia bisa marah sama aku." ucap Azzam.
"Iya, makasih telah pertemukan aku dengan Syifa."
Ken juga mengambil foto bersama sang anak. Anak yang berumur baru berumur dua tahun lebih itu hanya diam.
Setelah melihat hasil fotonya, Ken tersenyum karena sang anak sangat mirip dengan dirinya.
"Ini papa kamu." bisik Ken kepada Syifa.
__ADS_1
Syifa hanya diam makan es krim yang di belikan oleh Ken.
...****************...
Azzura sedang memainkan ponselnya di kamar. Dia melihat Azzam masuk ke kamar sambil mengendong anaknya.
"Tidur dia ya Zam?" tanya Azzura.
"Iya, sepertinya kelelahan."
"Tadi kamu pergi berduaan aja sama Syifa? kenapa Fatih nggak di ajak?" tanya Azzura baru tau sang keponakan tidak ikut Papanya.
"Tadinya mau ajak Fatih sekalian, namun tiba-tiba Fatih tidur, jadi jalan sama Syifa aja."
"Kamu nggak berantem sama Shena kan Zam?"
"Nggak, siapa yang berantem."
"Baguslah, jaga istri sebelum dia pergi, karena jika perpisahan terjadi maka yang menderita adalah anak."
"Jadi kamu mau kembali bersama Ken demi Syifa?"
"Apaan sih, Kok malah bahas Ken?"
"Kan kamu tadi bahas penderitaan anak jika terjadi perpisahan."
"Tapi kenapa harus bahas Ken, dia sudah bahagia dengan istrinya."
"Istrinya yang mana, dia nggak jadi menikah, orang Claudia bukan hamil anaknya, Claudia sendiri yang meninggalkan dia setelah Ken aku buat bangkrut." ucap Azzam menjelaskan.
"Heran ya, jadi cinta karena harta aja."
"Nggak heran ma dengan wanita setipe Claudia, neneknya aja dulu simpanan orang kaya, wajar dia juga seperti itu."
"Mungkin itu sudah jalan hidupnya."
"Jadi gimana?"
"Gimana apanya?"
"Kamu mau kembali bersama Ken lagi? kasih Syifa nanti tanya papanya." ucap Azzam dengan antusias. Bahkan lelaki itu sampai harus duduk di sebelah Azzura.
"Nggak ah, aku sudah nggak mau lagi bersama dengan Ken."jawab Azzura membuat Ken tidak heran.
"Kenapa?"
"Aku lebih baik menikah lagi dengan lelaki lain untuk papa Syifa, Rey jauh lebih baik dari Ken."
"Rey? tapi kamu yakin sama dia? apa dia nggak memanfaatkan kamu?" Azzam kurang suka dengan lelaki yang bernama Rey.
Rey adalah teman lama Azzura di bangku SD. Sejak kecil Azzam memang tidak suka Azzura berteman dengan kembarannya.
Dia merasa lelaki itu hanya memanfaatkan Azzura sejak di bangku dasar. apalagi setelah bertemu Azzura lagi, lelaki itu seperti mencari ketenarannya melalui Azzura.
"Kamu sejak dulu negatif thinking aja sama dia, dia nggak memanfaatkan aku kok, Rey baik."
__ADS_1
"Kamu hati - hati menentukan pilihan, jangan sampai kamu gagal lagi kedua kalinya."
"Hahaha kamu serius sekali,tadikan aku berandai jika harus kembali bersama dengan Ken." jawab Azzura tertawa.