
Claudia murka saat mendengar berita dari anak buah Beni. Menurut kabar yang ia dengar, Ken dan Azzura ingin rujuk lagi. Dia sangat marah sekali.
"Habisin Azzura itu mas, apa mas rela jika anak dari orang yang menyakiti mas bahagia begitu." ucap Mira.
"Hahahaha mereka masih tidak tau jika diantara mereka masih ada penyusup, jadi mereka merancang rujuk pura - pura, kamu tidak usah kuatir, mereka hanya ingin kita keluar dari persembunyian." jawab Beni tertawa puas.
"Jadi ini rencana mereka mas, kamu yakin?" tangan Claudia.
"Iya, bahkan mereka mau merilis berita tentang isu keretakan rumah tangga Alan dan Bella."
"Aku kira keluarga itu pintar - pintar, ternyata kamu lebih pintar mas dari mereka semua."
"Tentu, tapi kita harus waspada dengan Abian Arkarna, dan jika bisa kita buat mereka pecah, karena persahabatan mereka sungguh luar biasa."
"Tapi mas katanya anak dan menantunya Abian terkenal dengan strateginya menggantikan Abian."
"Ah tau apa anak bau kencur itu, yang kita waspadai pokoknya Abian itu, selalu ikut campur urusan Bella." ucap Beni kesal.
Claudia hanya diam mendengar jawaban dari Beni. Dia tahu bukan saatnya untuk melawan atau membantah Beni.
Claudia berjalan masuk ke kamarnya. Dia duduk di sofa sambil memainkan ponselnya. Tidak lama kemudian,masuklah Beni ke kamar nampak sibuk membereskan sesuatu.
"Ada apa?" tanya Claudia bertanya karena Beni nampak panik.
"Di luar banyak polisi, dan anak buah kita kalah banyak" jawab Beni.
"Kenapa bisa? kemana mereka?"
"Jangan banyak Tanya kamu, ayo segera pergi jika kamu tidak ingin di tangkap." ucap Beni.
Beni dan Claudia segera mengambil barang yang di anggap penting. Lalu mereka berjalan ke arah halaman belakang.
Mereka terkejut saat melihat di pintu belakang juga sudah banyak polisi.
"Sialan, kenapa bisa ketauan tempat ini, padahal ini tempat sangat aman." ucap Beni dengan kesal.
"Keluar kamu Beni, anda sudah di kepung." terdengar suara semakin dekat.
Beni lansung mengeluarkan pistol yang ada di di sakunya. Dia lansung menodongkan pistol ke arah kepala Claudia.
"Apa - apaan kamu mas?" tanya Claudia mulai ketakutan.
"Diam kamu jika ingin selamat, ikuti saja." ucap Beni.
Polisi sudah masuk ke ruangan di mana Beni dan Claudia berada. Polisi kaget saat Beni sedang menyandera seorang wanita yang juga buronan mereka.
"Letakkan senjata kalian atau saya bunuh wanita ini." ancam Beni membuat Claudia semakin takut.
Polisi meletakkan pistol yang ada di tangan mereka. Beni lansung berjalan segera keluar dari ruangan itu. Namun ketika di halaman rumah, dia lansung berhadapan dengan Alan dan Bella yang ada di situ.
Beni tersenyum melihat kedatangan kedua dari orang masa lalunya. Dia lansung mengarahkan pistolnya ke arah Alan.
"Akhirnya kalian datang juga, ini yang saya tunggu- tunggu." ucap Beni.
Namun Bella lansung menutup suaminya dengan tubuhnya.
"Kapan kamu insyaf Ben?kamu tidak pernah berubah dari dulu."
__ADS_1
"Setelah melihat kamu dan lelaki itu menjadi mayat, kamu terlanjur membuat aku sakit hati."
"Itu kesalahan kamu sendiri." ucap Bella mengingatkan Beni.
"Kau tidak butuh omong kosong kamu, aku butuh nyawa kamu." ucap Beni tersenyum. Dia rela jika tertangkap asal bisa membunuh Alan atau Bella.
"Langkahin dulu mayat aku." ucap
Azzam lansung berdiri di depan mamanya.
"Ohw ada pahlawan kesiangan, tidak masalah, melihat penerus Adha mati juga tidak masalah." jawabannya sambil tersenyum sambil melihat ke arah polisi.
Azzura berdiri di depan Azzam. Lalu Ken juga tidak mau kalah, dia berdiri di depan Azzura.
Melihat Ken terancam membuat Claudia tidak tinggal diam. Claudia takut terjadi apa-apa dengan Ken. Dia langsung mengambil ancang-ancang untuk mengambil pistol tersebut di saat Beni lengah.
Beni memberi kode kepada anak buahnya yang masih berdiri. Namun bukan ke arah keluarga Alan, anak buahnya malah menodongkan pistol ke arahnya.
"Hey kenapa kalian menodongkan pistol kepada tuan yang memberi kalian makan?" ucap Beni.
"Hahaha, kamu nanya? serius kamu bertanya - tanya? ini aku kasih tau ya, bahwa semua yang berdiri di sini sudah di ganti dengan anak buah Arkarna dan polisi." jawab Ken tersenyum.
"Kalian penghianat, tapi tidak masalah jika aku mati tapi berhasil membunuh salah satu keluarga Bella." ucap Beni tertawa.
Namun Beni tidak memperhatikan keadaan sekelilingnya, dia tidak mau ambil pusing siapa yang kena tembakannya yang membabi buta. Baginya dia lolos lalu menembak salah satu anggota keluarga Alan dan Bella.
Dooor
Namun tiba-tiba pistolnya terjatuh karena tangan Beni kena peluru. Beni melihat ke arah suara peluruh.
"Sial, aku terlalu meremehkannya." ucap Beni.
Setelah pistolnya jatuh, Beni mencoba mengambilnya, namun Ken menendang pistol itu jauh - jauh.
Karena tidak bisa mendapatkan pistol tersebut, akhirnya Beni mencoba kabur.
Namun polisi telah menembakkan peluru kearah kaki kiri Beni. Beni berhasil di lumpuhkan oleh polisi.
Setelah Beni berhasil di lumpuhkan, lalu polisi juga mengiring Claudia ke mobil polisi.
Salah satu polisi menghampiri Alfa dan Daffin yang berdiri tidak jauh dari mereka.
"Terima kasih pak atas kerja samanya." ucap sang polisi.
"Sama - sama pak, kami juga terima kasih kepada pak Andi." ucap Daffin tersenyum.
"Jika tidak ada kerjasama dari pak Alfa dan pak Daffin mungkin proses pencarian ini agak lama." ucap polisi.
"Itu berkat penyamaran pak Andi juga yang hebat sehingga mereka tidak menyadari ada polisi yang menyusup." ucap Alfa tersenyum.
Mobil polisi sudah pergi meninggalkan halaman rumah. Alan tersenyum karena berhasil menangkap Beni kembali.
"Terima kasih idenya Alfa, om nggak tau jika kamu nggak bantu." ucap Alan.
"Sama aku nggak om?" tanya Daffin.
"Tentu saja, kalian memang keluarga Arkarna sejati." ucap Bella juga berdiri di samping suaminya.
__ADS_1
"Ayok pulang, papa dan yang lain pasti sedang menunggu kita." ucap Daffin.
Mereka lansung menuju kediaman utama Arkarna. Disana sudah beberapa keluarga menunggu berita.
Mereka di sambut oleh semua yang ada di rumah itu. Ada Abian beserta semua anggota keluarga Arkarna, ada juga seluruh anggota keluarga Adha dan Kusuma, serta tidak kalah hadirnya besannya keluarga Kusuma yaitu Dion dan Feby sahabat Alan, Siska dan Dita.
"Akhirnya semua beres." jawab Alan tersebut memeluk sahabatnya satu persatu.
"Ini semua berkat ide Alfa yang cepat merubah rencana." jawab Abian .
"Aku hanya merubah tiba-tiba pa, aku melanjutkan ide papa, sebenarnya papa curiga ada yang menyusup menjadi orang Arkarna, makanya papa keluarkan ide dan aku sama bang Daffin hanya setuju saja, namun ketika di lapangan saya lansung ganti semua lewat pak Andi yang kebetulan sudah kenal dengan bang Daffin." jawab Alfa merendah.
"Tapi kamu memang luar biasa Alfa, itu karena kamu udah terbiasa memata - matai orang , nggak sia - sia kamu jadi asisten aku dulu." ucap Daffin tersenyum dan bangga.
"Suami siapa dulu." ucap Aya lansung memeluk suaminya dan mencium pipi suaminya.
Semua tertawa melihat Alfa nampak agak malu ketika di cium ditempat yang ramai.
Ken maju perlahan bersama dengan mama dan adiknya.
"Terima kasih atas bantuan semua, kami sekeluarga sangat terbantu, apalagi atas bantuan keluarga Arkarna yang sudah melindungi adik saya." ucap Ken.
"Sama - sama, kita sudah menjadi keluarga besar, maka jangan sungkan untuk meminta bantuan." ucap Daffin menepuk punggung Ken.
"Terima kasih juga kepada papa mertua yang sudah memaafkan saya, karena ini momen yang tepat, maka saya akan meminta izin untuk rujuk kembali dengan Azzura." ucap Ken tersenyum manis.
"Hey kenapa kamu begitu ngebet?" tanya Azzam mengejek.
"Ahk kamu bang Azzam macam nggak pernah menikah aja, jika bisa ya secepatnya." jawab Beby sehingga mendapatkan pelototan dari sang suami Zayyan Kusuma.
"Hahahahahaha." semua tertawa lagi melihat ekspresi Zayyan terkenal dingin seperti Daffin dan Alfa.
"Aku sudah menyiapkan semuanya, tinggal menikah." ucap Ken.
"Wowwww." ucap mereka serentak.
"Emang Azzura mau sama kamu?" tanya mamanya sendiri sehingga membuat yang lain tertawa lagi.
"Mau kan mama Syifa?" tanya Ken kepada Azzura.
Azzura hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Ken senang lansung menarik tangan Azzura saking bahagianya.
Mereka segera mengikuti arah Ken. Ternyata Ken membawa mereka ke hotel yang sudah ia sewa untuk resepsi pernikahannya kembali yang besar - besaran. Ide yang di berikan oleh Abian Arkarna, ia manfaatkan sebaik mungkin.
"Sahhhhhh." ucap mereka serentak.
Setelah mencium kening Azzura, Ken lansung memeluk Azzura saking senangnya.
"Terima kasih sayang sudah mau memberikan kesempatan kedua untuk aku, aku akan buktikan akan menjadi suami dan ayah yang baik." ucap Ken membuat Azzura tersenyum senang.
Mereka nampak saling senyum karena bahagia. Pernikahan yang awalnya di isi oleh penghianatan Ken, akhirnya berakhir bahagia kembali.
Selain Ken, nampak mempelai lainnya yang sedang duduk di pelaminan. Mereka adalah Azzam dan Shena.
Pernikahan mereka belum pernah di resmikan. Maka Alan dan Bella sepakat di barengi dengan Ken dan Azzura.
Tamat.
__ADS_1