
Potongan Episode sebelumnya
*Sudut pandang Andreas
Andreas : " Slow aja , permintaan gue gak aneh aneh kok , gue cuman mau minta tiga hal untuk lo kabulin sekarang" (*´˘`*)♡
*Ni cewek bakal mikir apaan ya?? gue penasaran, apa dia bakal mikir macem macem?? ( batin gue bicara) (๑•ᴗ•๑)♡
➷➹➷➹➷➹
*Masih sudut pandang Andreas ya
Viona : " Hah , gak kebanyakan tuh? " (sambil tersenyum)
Aku : " hem... kebanyakan ya?? yaudah deh gue minta lo kabulin enam permintaan gue aja gimana??" ( ucap gue jahil sambil menaik turunkan alis gue )
*Bagi gue Semua Ekspresi Viona itu Cantik , bahkan wajah kesalnya pun cantik , jadi makin semangat untuk menggodanya (batinku)
Viona : "Kok malah dobel siih!!..." (kesal )
Viona melipat kedua tangannya , sambil menunjukan raut wajah kesal, Gue tau kalau sekarang Viona makin kesel sama gue , gue harap tuan putri es ini gak benci sama gue .
Karena Viona jarang berekspresi , jadi gue ngangguin Viona biar mukanya gak polos polos amat , tapi entah sejak kapan ngeganggu Viona malah jadi rutinitas sehari hari . Hari ini aku belum menjahilinya , tapi sekarang ada alasan bagus buat menjahili cewek garang ini, yaitu dengan alasan kekalahan dalam taruhan waktu itu....
Aku : "Yaudah kalo gitu sembilan deh?! he he he!! " (ucapku dengan wajah tak berdosa sambil cekikikan )
Viona : "Kok malah nambah?? " (wajahnya memerah karena kesal , matanya menatap tajam gue )
Aku : " Yaudah deh 3 "
Viona : "Yaudah apa??" (Ucapnya kehabisan kesabaran)
Aku : "Ok karena sesuai perjanjian , jadi yang kalah harus nepatin semua permohonan si pemenangnya "
Viona : "haah~ apa mau Lo , jangan bertele tele , capek gue dengernya , Lo mau apa ?"
➷➹➷➹➷➹
*Kembali ke sudut pandang Viona
Aku : "haah~ apa mau Lo , jangan bertele tele , capek gue dengernya , Lo mau apa ?"
*Nih cowok maunya apa sih?? lama banget ngomongnya , buang buang waktu tau gak?? (ucapku dalam hati )
Aku : "Cepetan ngomong..." (Ucapku kesal )
Andreas : "hah ha ha... lo kesel ya sama gue... gara gara kalah taruhan ... "
Aku : "Hem? gak juga sih , gue lebih terima kalau poin total Lo sama gue bedanya jauh , sedangkan ini cuman beda 1 poin doank . Tapi sekarang yang bikin gue kesel itu Lo , ngomongnya ribet amat " (ucapku terus terang)
Andreas : " Ouuu " ( Andreas menjawab sekenanya )
Aku : " O U O U , cepet ngomong ! Lo mau gue apa ??"
Andreas tersenyum dan memasang wajah menyebalkan , rasanya aku ingin menendang wajah itu .
Aku : "Yaudah kalau Lo gak mau ngomong , gue ke kelas , bentar lagi bel bunyi "
Tong.... Tong...Tong.... bunyi bell sekolah berbunyi menandakan jam istirahat telah berakhir
Aku: "Tuh kan , bye... bel udah bunyi... gue duluan ya!! "
Aku memutar tubuhku dan kakiku sudah siap melangkah menuju kelas meninggalkan bocah besar ini , tapi bocah besar ini tiba tiba menarik tanganku lumayan kencang sampai aku hampir jatuh ke belakang (ngejengkang) . Andreas terkejut , langsung menangkap ku dan memelukku .
__ADS_1
Rasanya waktu seakan berhenti, Jantungku berdebar- debar seakan akan mau meledak , sudah tidak tahan lagi, wajahku memerah seperti udang rebus . Aku takut Andreas melihat wajahku yang memalukan ini , reflek aku langsung memalingkan wajahku dan Cup sebuah kecupan mendarat di pucuk kepalaku .
Mukaku yang sudah merah jadi semakin memerah . Aku ingin bicara tapi mulutku tidak sanggup bicara , aku mendorongnya tapi dia menahan tubuhku diperlukannya . Kami hanya diam membisu dalam keheningan di koridor sekolah.
*Kok malah diem... lepasin... nanti ada yang liat... ( ucap ku di dalam hati sambil menutup wajah ku yang memerah )
Andreas : "Hei cewek galak... "
Ucap cowok itu membuat ku tersentak, suaranya memecah keheningan yang ada disekitar
Andreas : " Lo mau denger permintaan gue??" (lalu mengeratkan pelukannya padaku lalu mengecup pucuk kepalaku lagi )
Deg...deg...deg... entah punya siapa suara detak jantung ini , detak jantungku gak karuan ditambah aku yang berada dalam pelukannya , aku jadi bisa mendengar detak jantungnya juga .
Aku : " Le... Lepas dulu... nanti kalo ada yang liat gim_" ( Belum selesai bicara Andreas malah memotong ucapan ku)
Andreas : " Berarti kalo gak ada yang liat gak papa donk"( Ucapnya tersenyum dan melepaskan pelukannya)
Aku : " Ya.. gak gitu juga... " ( ucapku salah tingkah )
Aku membalik badanku lalu melanjutkan langkahku menuju kelas , berusaha menjauh dari Andreas .
Andreas : "Kenapa lo ngejauh dari gue?? lo malu??" (sambil tersenyum senang )
Aku ; "engak!! buat apa malu" . (ucapku mengelak )
Andreas : " kalo lo gak malu coba gue liat muka lo..."
Aku : "Muka gue rusak" (ucapku kehabisan kata kata )
Andreas : "Kalo lo gak liatin muka lo ke gue, gue bakal cium pipi lo " (ucap Andreas lantang)
*Dasar tidak tahu malu ( gumam ku kepada di bocah rese itu)
Mau gak mau gue menatap cowok itu dan cowok itu terkekeh
Entah kenapa rasa kesalku menghilang setelah melihat dia tertawa seperti itu , biarpun itu membuat ku semakin malu .
Aku : " Yaudah stop ketawanya , kita udah telat masuk kelas ! Bisa bisa dianggap bolos lagi kita " (ucapku serius )
Andreas : "Sesekali gak papa lah... sini ikut " (tersenyum dan menarik salah satu tangan Viona )
Andreas menarik tanganku , entah dia mau membawaku ke mana , aku hanya mengikuti kemana dia menarik ku saat ini . Ternyata dia membawaku ke atap sekolah , sebenarnya tempat ini tidak boleh dimasuki murid , tapi ada beberapa murid yang melanggar dan masuk ke sini .
Aku : " lo gila.. siswa kan dilarang masuk kesini... " (ucapku panik )
Andreas : "Gak apa apa , gak bakal ketauan kok, tenang aja kan ada gue " (ucapnya santai )
Aku : "Argh.... hari ini dosa gue nambah banyak , udah ngelanggar aturan masuk ke atap sekolah , terus bolos pelajaran pula..." ( Ucap kesal pada diriku dan Andreas)
Andreas : "Lebay banget sih lo, baru pertama kali ya kaya begini "
Aku :"Iya ini pertama kalinya, kenapa??" (Ucap gue sambil menatapnya tajam)
Andreas : "ouh gitu... " (menjawab dengan santai)
Aku : "Lo sih... kena masalah deh gue... susah banget sih ngucapin tiga permohonan lo itu..." (ucapku kesal)
Andreas : "Oke deh sekarang aja gue ngomongnya... "
ucap bocah rese itu
Aku: "CEPETAN NGOMONG!!" (Ucap gue dengan nada tinggi)
__ADS_1
Cowok itu mendekat ke arah ku, terus aku dipeluk dari depan, rasanya beda dengan pelukan yang ada di Koridor tadi, kali ini pelukannya lebih hangat.
Aku mencoba memberontak, tapi cowok itu kuat banget, Aku gak sanggup untuk memberontak keluar dari pelukan hangat cowok ini...
*hangat... kapan terakhir kali gue ngerasain pelukan sehangat ini (batinku)
Tanpa aku sadari, sepertinya Aku sangat menikmati pelukan hangat Andreas
"Cewek galak dengerin gue baik baik" Ucap Andreas kepada Viona, Viona yang sedari tadi memejamkan matanya langsung membuka matanya dan mendorong Andreas, namun Andreas masih sanggup menahan tubuh Viona dan mereka masih berpelukan sambil saling menatap
➷➹➷➹➷➹
Andreas : "Viona, apa yang kamu rasakan ketika kamu memelukku??" (ucapnya penasaran)
Aku :"hem.. aku merasa?? ha-hangat... "( dengan suara kecil)
Biar begitu Andreas mendengar nya dan dia pura pura tidak mendengar apa yang viona ucapkan
Andreas: "Apa kamu bilang?? aku gak denger suaramu kecil banget ", (sambil menahan senyum)
Aku :"Ugh... oke rasanya hangat~ " (sambil memalingkan wajah karena malu)
Andreas : "Kamu suka??" (Tanyanya penuh semangat)
Aku : "Su..suka..." (ucapku gugup)
Andreas : "Aku senang kamu suka , makanya permintaan pertamaku padamu adalah..." ucap Andreas sambil menatap Viona yang menunggu ucapanya
Aku : "Apa??" (ucapku tak sabaran)
Andreas : "Lo harus jadi pacar gue " ( sambil tersenyum hangat menatap Viona)
Blushh , wajah Viona memerah, Andreas yang melihat itu merasa senang karena ia berhasil melelehkan cewek dingin yang ada dalam pelukannya
Aku : "Pa...pacar?? Ini bukan hal yang konyol yang bisa dijadikan permainan bodoh..." (Ucapku kaget mendengar pernyataannya , aku juga ragu apakah yang dia ucapkan itu serius atau hanya sekedar candaan saja )
Andreas : "Gue serius Vi... gue hanya menggunakan taruhan sebagai alasan agar gue bisa dekat dengan lo lagi, sejak awal gue emang udah suka sama lo, bahkan sebelum gue pindah sekolah ke sini" (Ucap Andreas menjelaskan)
Aku: " Apa??" ( keheranan)
Andreas: "Kamu lupa sama aku vi?? denger ya vi aku suka sama kamu sejak aku kelas 4 SD... "
Aku : "Apa kelas empat SD?? Tapi... bagaimana bisa??"
*Aku gak paham sama sekali (batinku)
Andreas : "Hah~ lo udah lupa sama gue ya Vi??"
(Ucap Andreas lalu dia melepaskan pelukannya dengan Viona, lalu dia berjalan dan duduk di dekat pagar penghalang rooftop)
Andreas menepuk nepuk lantai yang ada disisinya, itu sebagai kode agar Viona duduk disampingnya
Viona menghampiri Andreas dan duduk didekatnya lalu Andreas melanjutkan ceritanya
TBC....
➷➹➷➹➷➹
Hai Readers!!....
Kalian suka gak episode kali ini?? Baca terus ya kisah Viona dan Andreas di novel
"Kisah cinta Viona & Andreas "
__ADS_1
*(Karyaku yang lain jangan lupa dibaca juga ya... hihihi~ 👻👻👻)
Jangan lupa like💓 , Comment ✍, and share 📲