Kisah Cinta Viona & Andreas

Kisah Cinta Viona & Andreas
Ch 19


__ADS_3

Potongan Episode sebelumnya


Silvia masih merasa khawatir tapi setidaknya sudah sedikit merasa lega karena mengetahui suaminya sudah baik baik saja


"Syukur lah kalau begitu, aku titipkan suamiku pada mu ya lucas " Ucap Silvia kepada Lucas


"Ya tentu... ah... aku masih ada kerjaan, setelah ini aku akan menggantikan suamimu untuk rapat, jadi..." Ucap Lucas terpotong oleh Silvia


"Ya aku mengerti... terimakasih untuk segalanya Lucas " Ucap Silvia


Lucas hanya mengatakan iya dan menutup sambungan telepon, Silvia merasa sedih atas apa yang ditimpa suaminya, tapi dia merasa lega karena setidaknya sekarang suaminya sudah baik baik saja.


➷➹➷➹➷➹


Terdengar suara motor di depan rumah, Silvia tahu itu pasti putrinya yang pulang diantar oleh Andre.


"Anak ini.... tumben gak bilang kalau mau pulang telat, tapi syukurlah dia aman bersama anak itu " Ucap Silvia sembari mengintip keluar jendela


Klek....


"Eh Bunda??" Ucap Viona kaget


"Tumben telat" kata Silvia sambil melipat tangannya


"Ayo dari mana??" Tanya Silvia lagi


"Ah~ tadi abis traktir temen bunda, heheh... jadi pulangnya telat " Ucap Viona jujur sambil tersenyum


" Ouh... abis traktir temen " Ucap Silvia sambil mengangguk anggukan kepalanya,


Silvia menatap Viona putri sulungnya dengan mata jahilnya "Bukannya abis kencan ya sama siapa itu An~Dreee~" Goda Silvia kepada putrinya


Wajah Viona memerah, dia menggelengkan kepalanya


" Tidak...Tidakkkk, Tidak bunda tadi itu bukan kencan.... serius deh bunda... tadi itu traktir temen sekelas" Ucap Viona gelagapan


"Masa??" Ucap Silvia lagi


" Bunda kok gak ditraktir sih??" Ucap Silvia lagi dengan wajah sok sedih


"Temen temen kamu ditraktir, tapi bunda kok enggak" Ucap Silvia lagi sembari menatap anaknya


"Ah~ bunda mah gak usah ditraktir " Ucap Viona


"Kakak!!! " Ucap si kembar kepada Viona


Viona menoleh dan menyambut sambutan pelukan dari si kembar, Silvia yang memperhatikan itu merasa senang karena anak anak mereka lumayan akur, dan jarang bertengkar


Jadi lebih banyak terdengar tawa dari pada tangisan anak anaknya dirumah ini


"Hem?? Tadi abis ditagih pajak jadian ya vi??" Tanya Silvia


"Terus kencannya kapan donk??" tanya Silvia lagi , menggoda putrinya


"Ntar jam 7 " Ucap Viona malu malu, Viona melirik ke arah bundanya


"Boleh kan bunda" Ucap Viona memelas


Silvia mengangguk setuju dan Viona yang melihat itu merasa senang dan meminta izin untuk bersiap di kamarnya


➷➹➷➹➷➹


Hah~ Viona menghembuskan nafas berat


* Gue kira gak bakal diizinin tadi ( batin gue berbicara)


*Nah sekarang pakai baju apa?? ( pikirnya)


Sebelum mandi Viona mengobrak-abrik isi lemarinya, mencari pakaian yang pas dan sesuai dengan kencannya malam ini....


Blussss (⁄ ⁄•⁄ω⁄•⁄ ⁄)


setiap dia mengingat soal kencan wajahnya memerah seperti udang rebus

__ADS_1


"Ahh~ sudah lah.... nanti lagi saja?? aku akan mandi dulu " Ucapnya dalam hati setelah 30 menit mengobrak-abrik lemarinya


Viona mandi dan membiarkan bajunya berserakan berantakan di kamarnya


Silvia memasuki kamarnya ( Viona) dan mengomelinya yang masih dikamar mandi


" Viona!!! Kenapa kamar kamu berantakan kayak kapal pecah... ampun~ ini bunda capek capek nyetrika , sama kamu malah diacak acak lagi, Viona.... " Ucap sang ibunda


"Iya~ Bunda~ maaf ya... nanti Viona beresin kok bunda~" Ucap Viona yang masih berada didalam kamar mandi


Silvia geleng geleng kepala


* Hah~ Dasar anak puber (Ucapnya dalam hati)


30 menit kemudian....


"Vi... jangan lama lama mandinya, nanti keriput loh " Ucap Silvia


Silvia mengetuk pintu kamar mandinya, Viona sudah mandi selama setengah jam tapi belum juga keluar dari dalam kamar mandi


"Vioooo!!" Teriak bundanya


"Bentar bunda lagi pakai handuk" Saut Viona dari dalam


Klek suara pintu kamar mandi terbuka , rupanya ketika Viona keluar kamar mandi ibundanya itu masih berada di kamarnya dan sedang membereskan pakaian pakaian yang sudah dia berantakin tadi


* Bunda~ Padahal tadi vio udah bilang nanti vio yang beresin ( Ucap Viona dalam hati)


* Bunda ini bener bener gak suka liat yang berantakan sedikit ya( batinnya berbicara)


Viona merasa terharu sih... tapi juga merasa bersalah karena dia mengacak acak lemari kamarnya , mengeluarkan pakaian tapi tidak ia gunakan....


" Bunda~ " Ucap Viona manja


Silvia menoleh ke arah putrinya itu, dan memberikan satu set pakaian yang terkesan manis tapi cuek , sesuai dengan seleranya


➷➹➷➹➷➹


Sementara itu Andreas


Rupanya rumahnya saat ini sedang sepi.... tidak berpenghuni....


*Mama kemana?? Laila juga kemana?? lah... aku mau kemana??( Tanya Andreas dalam hati kepada dirinya sendiri)


Andreas masuk rumah lalu langsung masuk ke dalam kamar nya untuk membersihkan dirinya, tak lupa tutup dan kunci pintu


Setelah mengunci pintu ketika ia berjalan menaiki tangga ada seseorang dari luar yang mengetuk pintu rumahnya


Tok...Tok....Tok....


*Hah~ Siapa sih??( tanyanya dalam hati)


Mau tak mau Andreas menghampiri pintu dan mengintip siapa yang datang kerumahnya melalui lubang pengintip pintu


*Stevani , sedang apa dia disini?? ( Andreas kaget dengan tamu yang datang kerumahnya itu )


*Ah ~ Bodo amat.... gue mending mandi dulu ~ Tuh anak biarin aja diluar ( Ucap Andreas cuek meninggalkan pintu)


Andreas jalan ke lantai dua menuju kamarnya dan mandi dikamar orang tuanya dulu yang berada dipojokan , sengaja biar gak kedengaran suara air dari kamar mandi keluar rumah


Selesai mandi dan berpakaian rapi... Andreas menatap jam di dinding kamarnya


"Baru satu jam gak ketemu aja gue udah kangen sama lo vii.... Gak sabar deh nunggu 2 jam lagi" Ucap Andreas


klek... terdengar suara pintu terbuka, Andreas turun ke lantai satu dan melihat siapa yang datang, firasat nya sih mamanya dan adiknya datang tapi Andreas kaget karena diruang tamu Stevani juga ada disana


"Halo beb" Sapa Stevani sambil melambai kepada Andreas


Stevani melihat Andreas yang turun dari lantai 2 , Stevani pun menghampiri Andreas


Andreas tak mempedulikan kehadiran Stevani, dia langsung memasuki dapur melewati Stevani begitu saja seolah Stevani tak ada di ruangan itu


Stevani mendengus kesal dengan sikap Andreas yang tak mempedulikan nya, Stevani narik tangan Andreas dan Bergelayut manja disana

__ADS_1


Andreas semakin merasa jijik dengan sikap Stevani yang kurang ajar itu, dia (Stevani) itu tipe cewek yang segala keinginannya harus terpenuhi apa pun caranya


*Cewek yang menjengkelkan (Batinnya)


"Lepas!!.... Ngapain sih lo?? Jijik gue sama sikap lo ( Ucap Andreas kasar)


Deg....


Stevani kaget melihat tatapan sinis yang sangat dingin, Tapi tidak se terkejut saat pertama kali melihat tatapan itu


" Andre~ Gue suka sama lo" Ucap stevani mempererat tangan Andreas di pelukannya


"Lo bilang berapa kali pun, gue gak bakal bilang suka sama lo " Ucap Andreas sinis sambil menarik tangannya kasar hingga Stevani melepaskan genggamannya


"Tapi kan gak ada jaminan lo gak bakal suka sama gue" Ucap Stevani


"Gak bakal" Ucap Andreas sinis


"Kakak" panggil Laila


"Apa lai" saut Andreas


Laila menghampiri Andreas dan bertanya


" Kakak kok galak banget sih sama kak Stevani??" Ucap anak itu


"Lagian Kak Stevani kan gangguin kakak terus... kakak gak suka digangguin " jelas Andreas


"Kakak beneran gak suka sama kak Stevani, kak Stevani kan cantik" Ucap Laila


"Enggak" ucap Andreas santai


Stevani merasa kesal atas sikap Andreas yang kasar dan cuek, Stevani menangis dan meninggalkan rumah Andreas tanpa pamit


"Yah~ Nangis~" Ucap Laila


"Biarin aja " Ucap Andreas


"Kakak kok bisa sih gak suka sama kak vani yang cantik kaya lagi" Ucap Laila heran


"Kamu ngomong kayak kita orang miskin aja " Ucap Andreas


"Heheheh, Maksud Laila itu kan biar selevel sama kita " ucap Laila


"Siapa sih yang ngajarin kamu soal nilai orang dari fisik dan kasta??" Tanya Andreas heran


"Entah ya?? Semua teman temanku selalu memikirkan pasangan dengan cara seperti itu" Ucap Laila Menjelaskan


"Yang kayak begitu itu jangan ditiru " Ucap Andreas menasehati adiknya sambil mengusap kepalanya


"Kenapa??" Tanya si adik


"Kok tanya kenapa sih?? dalam menjalin sebuah hubungan itu yang penting adalah cinta, tanpa cinta hubungan itu gak akan berkembang dan tanpa cinta hidup itu akan sangat menyedihkan,menikah dengan orang yang berstatus sosial setinggi apa pun kalau kita tidak mencintai nya sih percuma, hanya akan membuat hidup kita seperti beban" Ucap Andreas


Laila memandang kakaknya dia berfikir Yang kakak bicarakan benar juga


Laila menatap kakaknya serius, lalu bertanya


"Kak?? Apa kamu sudah memiliki orang yang kakak suka??Kakak cintai??" Tanya adiknya itu dengan wajah serius


"Tentu saja ada" Ucap Andreas


"Kapan kapan akan aku ajak kau menemuinya, dia sudah pernah bertemu denganmu , kau mungkin lupa karena masih kecil waktu itu" Ucap Andreas sambil mengusap kepalanya lalu dia meninggalkan adiknya di dapur


TBC....


➷➹➷➹➷➹


Hai Readers!!....


Kalian suka gak episode kali ini?? Baca terus ya kisah Viona dan Andreas di novel


"Kisah cinta Viona & Andreas "

__ADS_1


*(Karyaku yang lain jangan lupa dibaca juga ya... hihihi~ 👻👻👻)


Jangan lupa like💓 , Comment ✍, and share 📲


__ADS_2