Kisah Cinta Viona & Andreas

Kisah Cinta Viona & Andreas
Sedih gak bakal nyembuhin sahabat lo itu


__ADS_3

➷➹➷➹➷➹


Setelah dokter itu memberi kabar dan keluarga Naomi masih menunggu di ruangan , ayah dan ibunya Naomi rupanya mengenal pak Anton dan Bu Sania.


Rencana kami menonton bioskop pun sirna, hari yang cerah ini jadi kacau. Seharusnya kami bersenang senang sekarang berbelanja dan menonton Bioskop , tapi kesenangan itu sirna karena sahabat kami mengalami kecelakaan dan terluka cukup parah.


Sore hari kami disuruh pulang oleh Orang tua Naomi , kami sudah tenang karena ada yang menjaga Naomi tapi kami masih khawatir karena Naomi masih belum juga sadar dari tidurnya walau sudah melewati masa kritisnya.


➷➹➷➹➷➹


keesokan harinya....


Hari ini tak seperti biasanya , moodku sangat jelek dan tidak bersemangat . sedari kemarin aku tak banyak bicara. Anak anak itu merasa bahwa hari ini aku sangat dingin dan sulit didekati .


Andreas merasakan ke ganjalan dengan sikapku dan dia seorang yang mampu merasakan keanehan pada sikapku


karena menurut teman temannya tidak ada yang berubah denganku selain auraku yang terasa lebih dingin dari biasanya.


Yah...~ mereka seperti itu karena tidak terlalu dekat dengan Viona , karena Viona memang bukan anak yang mudah didekati , ditambah tatapan sinis nan dingin nya yang menusuk seperti pisau... sifatnya yang cuek membuatnya misterius dan membuat orang ingin tahu tentang dirinya, dia cantik, pintar ,berbakat ... lalu apa lagi yang kurang??


yang kurang itu adalah "senyumannya" . Saking jarangnya tersenyum kepada orang asing , dan hanya tersenyum kepada orang orang yang dekat dengannya , dia mendapatkan julukan Si Putri Dingin , karena wajahnya cantik seperti putri tapi sifatnya dingin.


seandainya Viona adalah gadis remaja yang murah senyum pasti dia akan lebih populer dari sekarang...


Dia dengan tipe cewek yang jarang senyum aja udah jadi Bintang sekolah atau jadi seorang Putri disekolah itu dan tidak hanya terkenal disekolah nya, tapi dia juga terkenal dibeberapa sekolah, bukan hanya karena kecantikan nya tapi juga karena prestasinya.


Sifatnya lah yang membuat orang orang yang ingin berkenalan enggan untuk mendekati nya. Seolah ada tembok penghalang yang mengelilinginya .


Menurut kalian kalau aku (Viona) menjadi anak yang supel dan murah senyum bakalan setenar apa??


Entahlah.... tak terpikir....


➷➹➷➹➷➹


Andreas :" Vio.... mau gue traktir gak nih?? " (ucapnya dengan nada menggoda)


Aku mendengar ucapannya yang duduk di depanku tapi aku tidak mempedulikannya, aku masih memikirkan Naomi?? apa dia sudah bangun?? apa dia baik baik saja...?? kuharap dia baik baik saja....


Andreas : "Hei Vi... Gue rasanya jadi orang gila nih... ngomong sama patung tak berjiwa"


Aku : "Bukanya emang gila, kapan lo waras??" (Ucapku datar)


Andreas : "Ngomong juga lo!!.. "(Ucapnya seraya menatap ku)


Aku : " Sana gih... !!! " (aku mengusirnya, tapi anak itu masih tak beranjak juga dari tempatnya)


Andreas : "Lo ada masalah?? ada apa sih?!... Lo aneh hari ini... ada apa hayo... lo sedih ya?? di putusin pacar kah?!... (Dia seperti biasa bertanya dengan nada khasnya yang menyebalkan)


Aku : "..." (tidak membalas ucapannya )

__ADS_1


Aku tahu Andreas hanya ingin memancing emosiku saja....


Andreas : ”Eh iya lupa gak mungkin seorang Viona galau gara gara pacar, apa lagi sekarang kan sedang menyandang status JOMBLO!!" (Ucapnya sambil menekankan namaku dan kata Jomblo)


Aku : " Aku lagi gak ada mood untuk debat sama kamu, sana pergi , ganggu orang aja " (Usir ku lagi dengan nada malas dan memalingkan wajahku ke tempat lain)


Andreas : " Kamu sedih kan?? aku tahu kamu sedang sedih??" (Ucapnya lagi seakan mengerti apa yang aku rasakan )


*Nih anak Cenayang yah... Tapi kenapa ngomong nya mendadak aku kamu, rasanya jijik banget deh... Bleeee 😝


Aku : (Aku menoleh menatapnya) " Kenapa lo ngomong nya mendadak jadi aku kamu?? " (Tanyaku)


Andreas : " Kan lo yang duluan pake aku kamu?? emang kenapa?? Gue sih cuman ngikutin orang yang jadi lawan bicara gue , kalo orang itu bicara formal ya... gue formal kalo gak ya gak..." (jelasnya sambil mengerutkan keningnya)


Aku : "O" (Ucapku malas)


Andreas : "Lo sedih kenapa sih?! makin lama lo diem , terus cuekin gue, itu bukan nya bikin gue berhenti ganggu lo, tapi malah bikin gue ke tantang buat gangguin lo?! "


Aku : "Lama lama gue benci beneran sama lo?! "


(Ucapku sebal dengan sikapnya yang bener bener Sok itu)


Andreas hanya menatap gue dan kembali bertanya, ya... mau gak mau gue harus jawab pertanyaan tuh anak yang dari tadi nanya terus ... soalnya gue udah males banget meladeni tuh anak, cerewet banget sih...


Andreas : " Lo sed---? "


Belom selesai Andreas mengatakan pertanyaannya , karena aku udah tau tuh anak bakal nanya dengan pertanyaan yang sama aja dengan sebelumnya, jadi aku langsung jawab


Andreas : " Ouh Cuman gara gara sahabat lo masuk rumah sakit gara gara kecelakaan , itu doank ??" ( terdengar seperti meremehkan )


Aku : " Cuman lo bilang!!... Dia itu sahabat gue dari gue kecil.... Lagian dari mana lo tau kalo gue sedih gara gara sahabat gue yang masuk rumah sakit karena kecelakaan!!... lo nguntit gue ya kemarin??" (Ucapku dengan nada tinggi / setengah berteriak )


Andreas : " Bukanya gue bermaksud buat nyinggung lo, tapi lo sedih sendiri, galau sendiri disini juga gak guna tau gak "


(Ucapan Andreas tepat sasaran.... dia berbicara dengan nada tegas yang sedikit meninggi dari biasanya )


JLEEB (Panah kata langsung menusuk titik vital Ku )


Andreas : " Lo sedih juga gak ada gunanya, sedih lo itu gak bakal bikin dia sembuh balik, dan kalo sahabat lo tahu lo sedih begini gara gara mikirin dia , emang lo pikir sahabat lo bakal seneng apa?? bakal bangga?? ya enggak lah... yang ada malah bikin sahabat lo itu sedih gara gara sikap kekanak-kanakan lo itu " (Ucapnya tegas sambil menatapku tajam)


Aku : "Iya sih "(Ucapku pasrah)


Andreas : "Gue heran , lo yang katanya paling pinter seangkatan, kok bisa bego gini ya... rumornya di lebih lebih kan kali ya?!.... "


Aku : " Terserah lo deh, Tapi... Andre... makasih ya.. buat celotehan lo hari ini, sungguh berguna sekali dibanding biasanya "


Andreas : "Lo muji apa ngehina gue nih... BTW barusan lo ngucapin terimakasih kan ya?! sorry gue gak denger... coba lo ucap ulang" (pintanya dengan nada jahil )


Aku : " Idih OGAH!... lagian lo bukan orang tuli... gue yakin lo denger semuanya tadi!! "(Ucapku cuek sambil membuang muka ke arah lain)

__ADS_1


Andreas : "Momen langka sih lo ngucapin terimakasih ke gue"


Aku : "Amazaaa!!..... "(Ucapku sambil tersenyum kecil melihat nya...)


Aku : "Ouh iya... lo belum jawab pertanyaan gue?? darimana lo tahu kalo gue kemarin ke rumah sakit dan gue sedih gara gara temen gue kecelakaan??"


Andreas : "Ah itu?? 😅"


◆♤♤♤◆


*Sudut pandang Andreas


kemarin....


Dirumah sakit....


"Hah~ Ya sudah toh sudah terjadi, tidak bisa dicegah lagi... kalau gitu bisakah bapak jelaskan apa yang terjadi??"(ucap Viona lebih tenang)


Andreas: "Eh suara ini kayak kenal?? siapa ya?? eh bentar itu bukanya Viona , sedang apa disini??ada perlu apa dia dirumah sakit ?? (menguping dari kejauhan)


Andreas : "Ouh jadi sahabatnya masuk rumah sakit gara gara ketabrak ya , dia pasti sedih , kuharap sahabatnya itu baik baik saja "


" Sudahlah... tak apa?! jangan salahkan diri kalian , lagi pula kata siapa kalian tidak bisa memberi contoh kepada yang lebih muda... hari ini saya belajar dari kalian untuk memiliki sifat bertanggung jawab atas kesalahan yang telah diperbuat , namun melakukan kendaraan dengan kecepatan tinggi itu beda lagi ceritanya. " (Viona tersenyum kepada mereka)


Andreas : "Tuh cewek bisa senyum ramah juga ya"


◆♤♤♤◆


Aku : "Ohh... jadi kemarin lo ada dirumah sakit juga rupanya " (sambil mengangguk angguk mengerti)


Andreas : "Iya gitu, sorry ya gue nguping percakapan lo sama mereka" (merasa menyesal)


Aku : "Yaudah lah gak papa, lagian udah ke lanjut tau , gak bisa dihapus juga dari ingatan lo, emngnya lo robot bisa di setting?!"


Andreas : ";Lo itu baik ya walau galak judes judes gimana gitu !! lo perhatian, tapi aura dingin,b lo itu bikin kesan yang berbeda dengan apa yang keliatan dan seperti apa sikap lo sebenarnya??" (jelas Andreas terus terang )


Aku : "Masa?? kenapa lo bisa main nyimpulin gitu aja tentang sifat gue??"


Andreas : "Soalnya...."


TBC....


➷➹➷➹➷➹


Hai Readers!!....


Kalian suka gak episode kali ini?? Baca terus ya kisah Viona dan Andreas di novel


"Kisah cinta Viona & Andreas "

__ADS_1


*(Karyaku yang lain jangan lupa dibaca juga ya... hihihi~ 👻👻👻)


Jangan lupa like💓 , Comment ✍, and share 📲


__ADS_2