
Hari ini ada murid baru di kelasku , namanya Andreas Giovanni , dia laki laki yang menabrakku pagi ini dan meminta maaf dengan cara tidak sopan . yang membuatku kesal adalah , dia duduk dibelakang ku , entah apa yang akan terjadi dimasa depan , aku sudah gak peduli ...
➷➹➷➹➷➹
"Huhh... cowok muka dua ngeselin... jago banget sih aktingnya" pikirku.
Bell istirahat berbunyi...... tong... tong... tong....
Semua siswa dan siswi bergegas keluar kelas, ada yang ke kantin, toilet, lapangan dan tempat tempat lainya. Aku hanya diam dikelas karena hari ini aku membawa bekal dari rumah, begitu bell berbunyi aku lekas membuka kotak bekalku dan memakannya, saat aku mengeluarkan kotak bekalku, Andreas menepuk punggungku, tapi aku tidak menghiraukan apa yang dia lakukan dan terus menyantap makananku .
Andreas menepuk punggungku lagi , kali ini aku menoleh ke belakang dan menatapnya tajam.
Aku : " Apa?? lo mau??"
Andreas : "Gak deh, gua gak lapar, oh ya lo yang tadi pagi gue tabrakan ya?!... lo galak banget ya kalo marah kayak nenek lampir?!...."
Aku : "iya gue yang lo tabrak, terus bisa bisanya lo bilang muka gue kaya nenek lampir, huh.... pergi sana urus urusan lo, gue laper mau makan dulu, jangan ganggu gue?!..."
Aku berkata dengan ketus, lalu kembali menyantap makanan dalam kotak bekal yang kubawa, Andreas hanya tersenyum jahil melihat sikap ketusku padanya.
Andreas : "ketus banget sih... dasar nenek lampir??..."
Aku tidak membalas ucapannya , bagiku ledekan itu hanya terdengar omong kosong . Aku tidak peduli apa omongan orang lain. asal itu tidak merugikan ku , atau seperti rumor tidak bermoral yang merusak nama baik .
Andreas : "Gue gak tau nama lo?? jadi gue panggil lo nenek lampir aja ya?? "
Aku :" Viona"
Andreas : "oh nama nenek lampir ini Viona?? (dengan tatapan mata jahil dia bertanya seperti itu)"
Aku :" ...." (menatap tajam)
Andreas : iya nek, Andreas gak ganggu nenek lagi deh? hihihihi... (sambil menundukan kepala menahan tawa atas ucapan yang ia ucapkan dan tangan menutupi mulut)
Aku : "Au ah" (aku kesal tapi aku sangat malas membalas ucapan tak penting bocah ini )
__ADS_1
Andreas : " Gak seru ah~" (Pergi meninggalkan kelas)
Kesal sekali , baru kali ini aku ketemu sama laki laki kurang ajar kaya dia , bisa bisanya dia bikin aku kesal seperti ini, hah~ sudahlah , lain kali hiraukan saja anak itu , dari pada bikin darah tinggi.
➷➹➷➹➷➹
Bel berbunyi lagi , menandakan waktu istirahat telah berakhir .
Mata pelajaran selanjutnya adalah matematika , mata pelajaran membosankan bagi anak anak yang membenci rumus dan angka . Tentu matematika bukan masalah , asal berlatih dan memahami cara kerja rumus , matematika akan mudah untuk dikerjakan tanpa perlu dihafal seperti pidato atau kosakata bahasa.
Andreas : " Vio "
Aku : " Hem?"
Andreas : " Gue mau nanya "
Aku:" Apa??"
Andreas : " Lo punya cowok gak?"
Aku : ” Gue kira mau bahas rumus , eh gak taunya nanya hal gak penting "
Aku : " Gak"
Andreas : " Owh" (sambil mengangguk ngangguk )
Aku : " Kenapa emang??"
Andreas : " enggak , cuman pengen tau aja , Vio Lo kan cantik Pasti udah ada yang punya " (ucapnya sambil tersenyum)
Aku :" Gue sibuk , gak punya waktu buat hal gak penting kayak gitu"
Andreas :" Ah ~ iya juga ya , Lo kan murid teladan gak kayak gue-"
Aku : " Playboy"
Andreas: "...."
__ADS_1
Aku menoleh ke belakang dan melihat wajahnya yang tiba tiba tersenyum saat aku menatapnya , gak ada kata lain selain kata Tampan dan menyebalkan untuk mengomentari wajahnya saat ini .
Aku :" Benerkan , Playboy?"
Andreas mengangguk , lalu dia menunduk dan meminta maaf lagi soal tadi pagi ketika dia menabrakku dan meminta maaf karena sudah meledekku . Aku tidak mengerti ada apa dengan bocah ini , tiba tiba mood dan sikapnya berubah drastis . Apa dia punya masalah ??
Aku :" Iya deh, kali ini gue maafin lo ya.... dasar boc... Andre.... gue pukul lo pake penggaris kalo lo panggil gue nenek lagi?!...."
Andreas :" Iya iya , Lo juga panggil gue pake nama , jangan panggil gue bocah , gue bukan bocah?"
aku : "Maaf reflek... ”(Ucapku cuek sekenanya, lalu aku kembali mencatat)
Andreas : Lapar ya nek? (Ucapnya jahil dengan nada yang sangat menyebalkan )
Aku : "Hem??"
(dengan nada kesal, aku mengeluarkan penggaris dari dalam tas)
Andreas : "Maaf... maaf deh..... lupa....."
Aku : "...."
Hubungan kami menjadi lebih baik, kami berteman baik disekolah, Andreas sering mengikutiku seperti anak ayam dan menjahiliku , tapi dia juga sering berkumpul dengan teman teman lelakinya dikantin atau tempat tempat berkumpul lainnya .
Tapi gara gara aku deket sama tuh anak, jadi banyak yang ngira kalau sebenernya aku udah kenal dengan bocah itu sebelum dia pindah, ada juga yang bilang kalau aku pacaran sama tuh bocah...
Aduh... mereka itu kok bisa sih kepikiran kaya gitu... walau udah dijelasin (dijelasin nya sama andreas sih, bukan di jelasin sama gue, lagian gue males banget ngurusin mereka) tapi tetep aja gak percaya dan malah rumornya makin aneh lagi....
TBC....
➷➹➷➹➷➹
Hai Readers!!....
Kalian suka gak episode kali ini?? Baca terus ya kisah Viona dan Andreas di novel
"Kisah cinta Viona dan Andreas "
__ADS_1
*(Karyaku yang lain jangan lupa dibaca juga ya... hihihi~ 👻👻👻)
Jangan lupa like💓 , Comment ✍, and share 📲