
Potongan Episode Sebelumnya
" Sejak kapan kamu disini Dre??..." tanya Viona yang kaget Andre tiba tiba nyambung dari belakang
" Baru sih... abis bayar traktiran, yang lain udah ada yang pulang tuh.." ucap Andreas
" Biarin aja pulang" ucap Viona dingin
" Aku tadi nanya dia lompat gak??" tanya Andreas lagi
" Ya iya lah lompat, tapi ternyata dibawah ada kasur penyelamat / kasur darurat, jadi gak apa apa dianya" kata Viona
" Makanya kamu sebut gila karena cara dia ngancem kamu kayak orang gila ya.. hahaha..... " Andreas membayangkan bagaimana si Andy itu melakukan hal nekat kayak gitu
" Lgian, kalau dia lompat dari atas apartemen, aku gak peduli toh yang mati dia bukan aku " Ucap Viona sebal
➷➹➷➹➷➹
Andreas : "Vi... kamu aku antar pulang ya"
Aku : "Hem?? gak ah..." (jawabku sekenanya)
Andreas : " Lah?? kenapa??"
Aku : "Belum sore kok?? baru jam 4 juga , jalan jalan dulu ya...." (Ucap Viona sambil tersenyum hangat ke arah Andreas)
Deg...
*Ugh.... senyumannya itu (batin Andreas)
Andreas merasa heran dengan apa yang Viona katakan, karena Andreas sudah lama sekali tidak melihat senyuman hangat Viona, setidaknya sebelum dia pindah dulu, Viona masih sering tersenyum hangat tapi sekarang ketika dia kembali untuk menemui Viona
Viona sudah bukan seperti yang dulu dia kenal, Viona yang sekarang memang masih cantik ( makin cantik malah) tapi sifatnya yang semakin tak acuh ( cuek) dan dingin tapi juga hangat, ramah sih... tapi gak suka diganggu
* Gue bingung sama sifat Viona yang kadang berubah ubah?? apa dia punya sifat ganda ya?? soalnya kadang sifatnya manis, ramah murah senyum , dan mudah diajak bicara . Tapi kadang juga dingin dan ketus, tapi kalo ketemu masalah kayak preman atau orang yang dia gak suka (atau orang yang dibenci) sifatnya berubah jadi semakin kejam dan tak berperasaan ( Batin Andreas )
Aku : "Kenapa diem?? " ( Viona melirik Andreas kesal)
Andreas: "Ah enggak??" (Andreas kaget)
Aku : "Lamunin apa kamu Dre ??" (Tanya ku curiga)
Andreas: " ah.. hehe... gak... enggak kok, gak mikirin apa apa?? hehehe" (Ucap Andre gagap karena panik)
Aku : "Huh?!" ( mendengus kesal)
Karena tidak puas dengan jawaban Andreas aku mendengus kesal , Aku tahu kalau Andreas sedang memikirkan sesuatu dan tidak mau mengatakannya . Entah kenapa itu membuatku kesal
Andreas : " Em... kita pulang aja yuk??"( Tawar Andreas sambil menatap lurus ke jalanan)
Aku : "Hah?? kan aku udah bilang aku tuh lagi males di rumah.... masa pulang sih..."( Ucap Viona tak suka )
Andreas : "Iya kita pulang, mandi, ganti baju biar wangi , terus ntar pergi lagi..."( Ucap Andreas menjelaskan)
Aku : "Emang mau pergi kemana?? Kemana hayo??" ( Tanya Viona antusias)
Andreas: "Hemm..... kemana ya??" (Kata Andreas sok bingung)
Padahal dia sudah merencanakan untuk kencan pertama mereka itu nonton bioskop dan jalan jalan di Mall .
Andreas : "Nonton bioskop yuk??"
Akh : "Hem?? nonton apa??"
Andreas : " Liat aja entar" (lalu berjalan mendekati motornya)
Andreas menaiki motornya dan Aku duduk di jok belakang, lengannya memegang pinggang Andreas
Ditengah perjalanan menuju rumahku, di daerah jalan yang sepi Andreas sengaja menaikan kecepatan motornya, aku kaget dan hampir saja terjengkang kebelakang , dengan cepat aku memeluk erat Andreas karena takut terjatuh dari atas motor dengan kecepatan tinggi.
Andreas merasa puas karena Aku memeluk dirinya, tapi dia juga merasa bersalah atas tindakan berbahaya yang bisa saja membuat mereka berdua celaka.
Aku: "Woyy... Jangan ngebut!!" (sambil berteriak)
Andreas: "Sorry, mumpung sepi heheh..."
*Huh... kalau mau modus jangan gitu juga kali, dasar bocah sialan ( Batin Viona mengumpat)
"Hah~ kalo ngebut mening turunin aku aja disini , aku naik angkutan umum aja...." Ucap Viona kesal
"Hahah... iya iya~ jangan marah ya?!" Ucap Andreas
__ADS_1
Andreas menurunkan kecepatan , menjadi kecepatan normal
*Viona susah banget sih di modusinnya( Batin Andreas )
➷➹➷➹➷➹
sesampainya didepan rumah viona
Andreas: "Vi jangan lupa siap siap ya, dandan nya jangan kecantikan , ntar jam 7 aku jemput"
Ucapan Andreas membuatku bingung
*Dasar, apaan sih?? (batin gue)
Aku: "Terserah, kamu juga hati hati ya.... , dandan yang cakep biar akunya makin suka " (Ucap ku sedikit menggombal sambil tersenyum menatapnya)
Andreas: "Ouh... itu pasti~" (Ucapnya dengan nada percaya diri)
* Dasar bocah sok ganteng ( Batin gue)
Aku terkekeh dengan sikapnya yang seperti anak anak itu. Dia berjalan menuju motornya, saat aku mau menutup pintu pagar, dia membalik dan mengedipkan matanya ° ͜ʖ ͡ – ✧ cling
*Matanya bermasalah ya?? ( batin ku berbicara)
"Yaudah lah... sekarang masuk terus mandi" Ucapku pada diriku sendiri sambil berjalan masuk kedalam rumah
➷➹➷➹➷➹
Sudut pandang Silvia ( mama Viona)
"Bunda" Ucap si kecil Vanezio
"Anak bunda udah bangun, Shasa mana?? masih bobo ya??" tanya Silvia kepada anak laki lakinya
"Iya bun, Shasa masih bobo " jawab putranya itu membuat Silvia gemas sendiri
"Unda~ hwaaaaaa~" Terdengar tangisan dari kamar atas, kamar si kembar
Silvia bergegas naik ke lantai atas, menemui putri bungsu nya itu
"Shasa kenapa nangis??" Tanya sang ibunda sambil tersenyum hangat
"Bunda, tadi shasa mimpi buruk bunda, shasa mimpi ayah masuk rumah sakit " Ucap Si bungsu yang masih sesegukan
Silvia kaget mendengar pengakuan mimpi dari putri bungsu nya itu, walau orang orang bilang itu cuman mimpi dan mereka akan mengatakan kepada anaknya Itu cuman mimpi sayang, jangan dipikirkan , tapi bagi Silvia itu bagai sebuah kode ke khawatiran
Bagaimana tidak khawatir, setiap si bungsu Vallesha bermimpi buruk tentang sesuatu yang masuk akal itu pasti akan terjadi
contohnya dulu saat usia Vallesha berumur satu setengah tahun dia pernah bermimpi
Flashback
"Hwaaaaaa, ndaaaa.... sasa impi kak Ona Hiks... , kak Ona manyak lalah hiks..., belalah palanya hiks.... lalah ni mana mana " Ucap si kecil Vallesha sesegukan
"Sayang itu cuman mimpi, itu tidak nyata " Ucap Silvia meyakinkan anak bungsu nya
"Unda.... sakit , lasanya sesak hiks...." Ucap Vanezio
"Sayang kamu sakit??" Tanya Silvia khawatir
"Shasa atut unda, zio bisa lasa, lasa sasa atut secuatu teljadi sama kak Ona unda" Ucap si kecil Vanezio
Tak lama setelah itu ponsel Silvia berdering, nomor tak dikenal
* Siapa yang nelpon ?? ( Tanya Silvia bingung)
Untuk mengurangi rasa penasaran atas siapa penelpon itu, Silvia langsung mengangkat panggilan tersebut
"Halo??" Ucap Silvia
"Permisi bu... saya Nurdin" Ucap pak Nurdin dibalik telpon rumah sakit
"Ada apa ya pak Nurdin??" Tanya Silvia
Entah kenapa perasaan Silvia semakin tak enak, dia menatap si kembar rupanya Vallesha sudah berhenti menangis karena ditenangkan oleh kembaran nya
"Begini bu... maaf ... karena kelalaian saya saya tidak sengaja menabrak putri ibu kalau tidak salah namanya Viona " Ucap pak Nurdin
"APA!!!! Putri saya dimana sekarang pak?? Apa dia baik baik saja??" Tanya Silvia penuh ke khawatiran
"Tenang aja bu... jangan panik,dokter sedang memeriksa putri ibu di UGD , lebih baik ibu ke rumah sakit Santo Yusuf sekarang" Ucap pak Nurdin
__ADS_1
Silvia menutup telepon dan menitipkan si kembar kepada pengasuh dan para pembantu dirumah mereka , Silvia bergegas menuju rumah sakit
◎◎◎◎◎◎
sesampainya dirumah sakit
Silvia berlari masuk kedalam rumah sakit menuju ruang UGD...
Didepan pintu terdapat seorang pria berbaju seragam hitam dan seorang anak laki-laki , kalau dilihat sepertinya seumuran dengan putrinya
"Permisi... apa bapak adalah pak Nurdin??" Tanya Silvia memastikan
"Ibu pasti ibunya anak perempuan itu" kata pak Nurdin
k**lek.... suara pintu UGD terbuka . Silvia , Pak Nurdin dan anak laki-laki itu menoleh ke arah pintu
" Permisi, ibu adalah orang tua anak perempuan itu??" Tanya dokternya
" Iya... saya adalah ibu dari anak perempuan itu, bagaimana keadaanya dok??" Tanya Silvia
"Dokter, Vio baik baik aja kan??" Tanya anak laki laki itu
" Em... begini, karena pendarahan di bagian kepalanya, anak perempuan ibu kekurangan darah , anak ibu membutuhkan donor darah secepatnya , karena stok darah yang sesuai dengan darah anak ibu sudah habis dirumah sakit ini " Ucap sang dokter
"Kalau begitu, pakai darah saya saja dokter " Kata Silvia
"Apa golongan darah ibu AB Negatif ??" Tanya dokternya
"Iya " Kata Silvia dan Silvia segera melakukan pendonoran darah untuk putrinya sulungnya itu, semua biaya ditanggung oleh pak Nurdin selaku penanggung jawab
Flashback off
Reflek Silvia menelpon suaminya, tapi tak ada jawaban .... ponselnya tidak aktif. Suaminya terkadang pulang terlambat, tapi biasanya memang tak se terlambat ini
Silvia menelpon salah satu teman suaminya yang bekerja sama dengan suaminya. Silvia mencari cari Buku nomor yang berisi nomor nomor ponsel yang mungkin berguna.
Ketemu
Lekas Silvia menelpon nomor tersebut
" Halo" ucap Silvia
" Halo, Ada apa ya bu?? Ada yang bisa saya bantu??" Ucap pria itu formal
"Lucas, benarkan nama anda Lucas agler skenz ??" Tanya Silvia
"Benar ada apa??" Tanya Lucas yang kaget diseberang sana
"Luc... Kamu tahu dimana suamiku kan?? Dia baik baik saja kan?? " Tanya Silvia
" Tunggu jangan jangan kamu, Silvia??" Tanya Lucas kaget ketika mengetahui wanita yang menelponnya itu adalah Silvia, istri dari sahabatnya
" Iya ini aku?? coba jawab aku Lucas dia baik baik saja kan??" Tanya Silvia lagi
"Untuk saat ini dia baik baik saja, dia baru saja melewati masa kritisnya, kau tak perlu khawatir??" Ucap Lucas diseberang telepon
" Apa yang terjadi padanya Lucas?? " Tanya Silvia penuh dengan ke khawatiran
" Tadi dia terkena serangan jantung, jantungnya sudah lemah jika dia tak cepat dibawa ke rumah sakit mungkin bisa terjadi hal yang gawat , mungkin penyebabnya adalah kelelahan begitu sih kata dokter " Ucap Lucas
" Untuk kedepannya hanya bisa melihat kondisi saja, apa akan membaik atau memburuk " sambung Lucas
Silvia masih merasa khawatir tapi setidaknya sudah sedikit merasa lega karena mengetahui suaminya sudah baik baik saja
"Syukur lah kalau begitu, aku titipkan suamiku pada mu ya lucas " Ucap Silvia kepada Lucas
"Ya tentu... ah... aku masih ada kerjaan, setelah ini aku akan menggantikan suamimu untuk rapat, jadi..." Ucap Lucas terpotong oleh Silvia
"Ya aku mengerti... terimakasih untuk segalanya Lucas " Ucap Silvia
Lucas hanya mengatakan iya dan menutup sambungan telepon, Silvia merasa sedih atas apa yang ditimpa suaminya, tapi dia merasa lega karena setidaknya sekarang suaminya sudah baik baik saja
TBC....
➷➹➷➹➷➹
Hai Readers!!....
Kalian suka gak episode kali ini?? Baca terus ya kisah Viona dan Andreas di novel
"Kisah cinta Viona & Andreas "
__ADS_1
*(Karyaku yang lain jangan lupa dibaca juga ya... hihihi~ 👻👻👻)
Jangan lupa like💓 , Comment ✍, and share 📲