Kisah Hidup Si Gadis Malang

Kisah Hidup Si Gadis Malang
BAB15 Mutia di culik


__ADS_3

saat malam hari keluarga Wijaya sedang bersantai di taman tiba2 ada yg melemparkan asap ke arah penjaga keamanan dirumah lalu mereka pingsan...


lalu para penjahat bereaksi menyeret Mutia dan anak nya untuk ikut, mutiapun menjerit tapi tidak ada satu pun yg mendengar Mutia terus menjerit sambil menggendong erat putri kecilnya..


saat Rizal keluar kamar mandi Rizal menjerit Woi Rizal pun me ngejar...


eh bius perempuan ini kata rival Mutia pun di bius hingga tak sadar kan diri lalu para penjahat ini menggendong anak Mutia, Anisa menangis ye ye ye diam kata rival Anisa pun mengis semakin kencang diam rival pun membentak ..


lalu rival membawa Mutia ke tempat penyekapan Mutia dan anaknya di Kururug di sebuah penjarah Mutia mulai sadar saat mendengar jeritan suara anaknya...


Anisa Mutia pun memeluk bayi mungilnya itu Mutia begitu ketakutan lepaskan saya kata Mutia, diam jangan betis atau aku akan merobek mulut mu kata rival, Mutia memeluk putrinya yg tengah ketakutan...


Reyhan pun keluar saat mendengar suara rizal dari rumah saat hendak keluar Reyhan melihat para penjaga keamanan pada pingsan semua, loh ada apa ini Reyhan pun membanguni...


lalu Alfian pun bertanya ada apa ini kak kenapa mereka, kakak jga ga tau Al kata Reyhan Mutia sama Anisa mana, di mana mereka Alfian pun begitu panik melihat Mutia dan Anisa tidak ada di teman...


lalu Rizal berlari, Rizal dari mana kamu apa yg terjadi kata Reyhan, pak saya mengejar orang yg membawa mba Mutia dan Anisa tapi saya tidak berhasil, mereka melemparkan asap tebal pak sehingga yg lain tertidur, saya tadi dari kamar mandi saya kembali saya melihat mbak Mutia di bawa paksa, maafkan saya pak saya tidak berhasil kata Rizal...


Alfian pun begitu panik mendengar Mutia di culik orang ini pasti ada hubungan nya dan Dina dan Rossa mereka begitu membenci Mutia, aku harus menemui mereka ...


Alfian pun datang mencari Dina dan Rossa tapi mereka tidak ada dirumahnya kemana mereka Dina berani kamu menyentuh istri dan anakku, kupastikan kau tak akan bernafas lagi hari esok...

__ADS_1


Dina datang menemui Mutia, Hay jahanam kata Dina lepaskan aku kata Mutia ouhh lepas kan kamu, kamu fikir semudah itu kah suami mu telah berani memukul ku aku akan menjak anak ini, Dina pun menarik rambut milik Anisa, Anisa pun menangis kencang...


lepaskan anakku lepaskan Anisa menangis begitu kencang lepaskan anak ku, Mutia pun menggigit tangan dina, aw Dina pun menjerit dan mendorong Mutia dasar perempuan ****** berani kali kau menggigit tangki, Mutia pun menjambak Mutia...


sakit lepaskan aku kata Mutia lepaskan Anisa pun menangis dan Dina pun menepok kepala anisa dengan tangannya, Anisa pun mengis hingga menggeluarkan air mata...


Dina pun pergi meninggalkan Mutia lepaskan aku kata Mutia, bye kata Dina dengan senyum kelicikan nya itu...


Anisa terus menangis tanpa henti sayang nak sayang ada ibu di sini Mutia pun memeluk putri nya dengan erat kenapa nak haus ya kata Mutia...


hey berikan susu untuk anak ku kata Mutia ahh berisik kata rival anak ku ke Hausan tolong berikan dia susu, rival pun berdiri bukan urusanku kata rival...


apa kau tega melihat anak sekecil ini menjadi korban kejahatan kalian kau punya istri dan anak bukan bayangkan anakmu sedang membutuhkan susu apa kau tega melihatnya menangis ...


ini susu anak mu kau diam kan anak itu berisik kata rival Mutia pun langsung memberikan susu untuk anaknya, Anisa pun meminumnya dengan lahap Anisa begitu sangat ke Hausan, terakhir dia minum susu pagi sebelum makan...


berikan roti untuk anak ku dia tidak cukup hanya meminum susu rival pun berdiri dan marah kau selalu merepotkan anak ku harus tetap makan dia belum makan dari tadi siang kata Mutia, 1jam kedepan nanti anak ku menangis kelaparan..


1 jam terlewatkan Anisa pun kembali menangis karena dia terasa lapar Anisa terakhir makan nasi jam 07.00 sedangkan sekarang telah jam 9malam ....


sayang nak lapar ya sabar ya ibu kasih susu dulu ya nak Mutia pun memberikan susu lagi pada Anisa, lapar ya nak Mutia puncium kening anaknya dan memeluknya hingga tertidur...

__ADS_1


Alfian pun begitu khawatir memikirkan Mutia dan Anisa bagai mana mereka apa kah sudah makan, bagai mana dengan Anisa apakah dia ada meminum susu apa anak ku kelaparan di sana...


hallo lek ya pak kata Alex apa kah ada yg mencurigakan gerak gerik Dina, pak tadi saya mengikuti Dina dan Dina menemui seorang laki laki bernama Irfan, setelah saya selidiki irfan ada lah adik dari Bu Rossa tadi saya mengikuti Dina masuk ke sebuah rumah pak kata Alex...


kamu lihat Dina masuk ke sebuah rumah kata Alfian benar pa saya tak dapat melihat ada aktifitas apa pak di dalam tapi saya melihat Dina masuk kedalam rumah itu kata Alex, rumah itu di daerah mana tanya Alfian...


rumah itu di jalan rambutan pak no 350 pak kata Alex baik Lex makasih, apa Mutia dan Anisa di sekap di jalan rambutan ya batin Alfian...


baik Lex kamu pantau gerak gerik rumah itu dan pantau semua yg berkaitan dengan Dina dan Rossa bila ada yg mencurigakan beri tahu saya, kata Alfian, baik pak..


Alfian panggil putri, iya mah jawab Alfian apa kamu telah menemukan petunjuk keberadaan Mutia dan Anisa, mamah khawatir terutama pada Anisa dia selalu menjadi sasaran kejahatan orang kata putri, belum mah sahut Alfian...


Alfian akan berusaha menemukan mereka mah besok Alfian akan mencari tahu lagi kata Alfian..


keesokan paginya Mutia pun di berikan makan Mutia pun makan menyuapi anak nya, anaknya begitu sangat kelaparan belum ada makan dari kemarin,akan yg kenyang ya nak kata Mutia...


rival yg melihat Anisa sedikit merasa tidak tega menjadikan anak sekecil ini rival pun berniat untuk membebaskan Mutia...


saat anak buah rival berada di luar rival pun menyampaikan kepada Mutia bahwa dia akan membebaskan Mutia, saya tidak tega melihat anak kamu saya teringat anak saya sendiri, saya punya anak yg masih kecil sebesar anak kamu kata rival...


Irfan pun datang bos panggil rival, om rival Hay Mutia rival pun memberi kode pada Mutia, suami saya pasti akan mengeluarkan saya dari sini Irfan pun tertawa, Irfan teralih kan pada gadis kecil Mutia yg sedang duduk pegang boneka...

__ADS_1


rival ya pak jaga perempuan ini jangan biarkan dia kabur bila perempuan ini melawan kamu siksa saja anaknya kata Irfan, irgan pun kembali pergi saat esok pagi nanti saya akan berusaha mengeluarkan kamu dari sini kata rival...


__ADS_2