Kisah Hidup Si Gadis Malang

Kisah Hidup Si Gadis Malang
bab9


__ADS_3

Alfian marah besar smelihat Mutia bertemu Bayu, pertemuan Bayu dan Mutia adalah ulah Dina, Dina sangat berambisi menghancurkan rumah tangga Mutia dan Alfian ...


Ting masuk chat ke ponsel Alfian, Alfian pun membukanya mutia berani sekali kamu di belakang saya bermain pada laki2 lain...


saat sore hari Mutia sedang berada di kamarnya bersama putri kecilnya itu dari mana kamu siang tadi kata lagian cuma belanja ke supermarket mas kata Mutia....


Alfian pun menunjuk kan ponsel miliknya mengapa kamu bertemu dengan Bayu berduaan tanpa izin saya kenapa masih suka sama Bayu silahkan balik lah...


saya ga butuh perempuan yg diam diam berhubungan dengan pria lain kata Alfian, mas tidak mas aku tidak berhubungan dengan pria lain aku hanya menjelaskan pada Bayu dan meminta dia untuk melupakan aku...


oh ya kata Alfian terserah apa alasan mu aku gak perduli sama kamu dan anak ini Mutia yg mendengar kan ucapan Mutia bagaikan terajam perih Mutia pun memeluk putri kecilnya dan menciumi dengan penuh kasih sayang bababbaba putri kecil Mutia mengomel tanpa berhenti...n



mutiapun memeluk putri kecilnya dan menangis


Alfian begitu sangat marah dengan Mutia, Alfian pun enggan mau bicara pada nya mas aku sudah bilang aku tidak memiliki hubungan apapun terhadap Bayu, Alfian membalikan tubuhnya dan mendakati Mutia lalu apa urusan nya denganku itu urusanmu aku tidak perduli dengan mu...


mas bisa kah sekali ini saja kau menggendong anak kita menaruh rasa perduli dan kasih sayang untuknya, anak kita kata Alfian aku tidak pernah menginginkan anak ini dari awal, kamu urusan saja anak itu aku tidak perduli ..


pernikahan ini bentuk permintaan orang tuaku hanya sebatas status jadi apa pun yg kau lakukan aku tidak perduli kamu urus saja Bayu kekasih hati kmu kata alfian ...

__ADS_1


kalau kamu menikahi aku hanya bentuk permintaan orang tuamu ceraikan saja aku, aku tidak menginginkan pernikahan di atas paksaan, aku hanya menginginkan pernikahan yg menjadi rumah bagi aku dan anak ku, kalau kau tidak perna menginginkan kannya setidaknya jangan bicara didepan dia seperti ini itu hanya melukai hati seorang anak yg tidak perna di harapkan oleh ayah nya sendiri...


mutiapun pergi menggendong anaknya meninggal kan Alfian Mutia duduk di taman belakang rumahnya...


sayang anak ku dri dalam kandungan dia tidak di inginkan oleh ayahnya senditi dia selalu menjadi sasaran dari orang yg membenciku, Mutia mengingat lagi saat Dina menyerang Mutia dan menghantukan kepala Mutia di dinding, dan menarik rambut anaknya begitu sangat kuat hingga membuat dia menjerit menangis ..


Mutia pun memeluk putri kecil nya begitu hangat dan penuh kasih sayang...


Melly dan Reyhan datang kerumah orang tua mereka melihat Mutia duduk termenung..


Mutia panggil Reyhan iya kak tanya sahut Mutia kenapa kok bersedih Alfian masih bersikap dingin dengatmu tanya Reyhan masih kak sahut Mutia...


anak ku selalu menjadi korban kebencian mamah Rossa dan kakak ku Dina mereka sering menyakiti aku dan anak ku, kini anak ku harus menerima ayahnya tak pernah memperdulikan dia bahkan tidak pernah mengharapkan dia,...


Alfian yg kini berada di rumah Reyhan langsung menghampiri Alfian apa kah kamu tidak ada rasa sayang kamu untuk Anisa, kakak tahu kau tidak mengharapkan anak itu tapi dia telah ada,..


kau harus menerima nya, kasihan anakmu fi dia begitu nasip nya begitu kurang beruntung selama ini, maka buatlah anak merasa dia di kau oleh ayahnya sendiri...


Melly mengajak Mutia untuk masuk kedalam rumah Mutia yuk kita masuk iya kak kata Melly Mutia pun maduk dengan menggendong anak dan duduk di tengah keluar Wijaya...


saat Mutia hendak ke dapur mencuci piring Alfian menghampiri Mutia kamu bicara apa sama Melly dan kak Reyhan tanya Alfian apapun yg terjadi di Mataram kita tidak perlu kau menceritakan pada orang lain kata Alfian..

__ADS_1


alfian pun langsung pergi meninggal kan mutia, Mutia iya mah Uda siap kata putri udah mah yuk kita kan makam sama sama, mamah Uda masak banyak karna hari ini Reyhan dan Melly akan datang....


pukul 12:00 Adi pulang eh papa sudah pulang kata putri iya mah, eh pada ngumpul kata adi...


setelah selesai makan Mutia kembali menggendong putri kecilnya itu mamamama celotehan bahasa pelanet anak Mutia....


Rossa begitu marah melihat anak kesangan nya Dina sakit hati mah aku tidak terimah kata Dina iya nak Uda mamah yg akan beri perempuan itu pelajaran ...


Rossa pun kerumah Adi Wijaya untuk menyerang mutia, Mutia keluar kau dasar perempuan ****** Rossa berteriak memanggil Rossa ...


Alfian pun keluar mau ibu Rossa kemari kata Alfian mana Mutia suruh keluar perempuan ****** itu ibu Rossa dan Dina kena senang sekali mencari perkara apakah ibu tidak suka hidup damai kata Alfian ...


bagai mana saya bisa hidup tentram sedangkan anak saya hampir depresi gara gara perempuan ****** itu...


Melly pun begitu marah Rossa cukup ibu Rossa jika anda begitu membi ibu kami kenapa harus anda lampiaskan kepada Mutia, Mutia tidak mengetahui yg telah di lakukan orang tuanya kata Melly, hey Melly...


lebih baik kau diam saja kau urus saja suami dan anakmu tidak Uda ikut campur urusan ini atau kau akan menyesal kata Rossa...


Hay ibu Rossa kau sungguh keterlaluan kau menyisa orang yg tak bersalah lebih baik kau pergi jangan buat keributan di rumah mertua ku...


Melly pun sangat berani menentang Rossa kau pikir kau siapa berani mengancam istri ku kata Reyhan berani kau menyentuh istri dan anak ku kau berurusan dengan ku kata Reyhan....

__ADS_1


kau pikir aku takut dengan ancaman kali Reyhan aku tak takut kalian semua adalah musuh ku kata Rossa, Rossa pun pergi....


__ADS_2