Kisah Hidup Si Gadis Malang

Kisah Hidup Si Gadis Malang
bab7


__ADS_3

Mutia dan Alfian berantam hebat kamu butuh uang berapa biar saya berikan agar kamu dan anak ini tidak ada di hadapan saya Mutia marah besar, wahai tuan alfian saya tak butuh uang mu tanpa ada saya bisa membesarkan anak saya seorang diri, saya ga butuh uang anda saya masih mampu bekerja mata Mutia berkaca kaca...


Mutia pun menangis sambil memeluk putri kecilnya itu ayahmu tidak menginginkan mu nak bahkan dia tak sudih melitm nak batin Mutia m



mutia memeluk putri kecilnya dengan erat dan sakit hati dengan perkataan Alfian yg dia layangkan untuk putri kecilnya itu...


putri pun bermain pada cucunya dari Reyhan tanpa di sadari dia tak melihat kehadiran Mutia dan putri kecilnya Reyhan Melly Mutia mana tanya putri ibu Reyhan dan Alfian ...


Mutia panggil mamah Alfian, Alfian pun mengusap air matanya hey kenapa tangan kata putri yuk duduk di sana aja kata putri ga papa Bu kami di sini aja kata Mutia ..


kamu kenapa menangis apa lafian membuat kamu menangis, kata putri ga kok bu kata Mutia tidak apa kami di sini aja kenapa tanya putri pak Alfian dia tidak ingin melihat saya dengan anak saya dia tidak pernah peduli sama anak ini kata Mutia, Mutia Ayuk tidak apa apa jangan menolak ikut saya kata putri...


Mutia pun membawa putri ikut bergabung Alfian dan Mutia saling lihat melihat dan Mutia pun menunduki kepalanya, pa pa pa Maman berrrr putri kecil Mutia mengoceh bahasa pelanet...


ca ca ca bab bab bab putri kecil Mutia tak henti henti mengoceh dari tadi, yah namanya juga anak kecil hehheeh...


maaf kami kembali ke kamar saja ya Mutia pun pergi meninggal kan semua orang yg ada di sana mutia pun membawa putri kecilnya itu hendak tidur, saat putri mau masuk ke kamarnya Alfian pun kembali menghampiri Mutia ..


bicara apa kamu sama mamah saya tanya Alfian, Alfian pun menatap tajam mata Mutia saat Alfian hendak membentak Mutia, putri kecil Mutia pun nangis mendengar suara Alfian...


ma ma ma bayi Mutia menangis mutia pun masuk ke kamar nya untuk menenangkan anaknya, Mutia membuatkan susu untuk anak dan putri kecil itupun kini tertidur...


Alfian pun mengingat aksi Alfian saat membentak Mutia sampai membuat putri kecilnya itu takut ..


papah kata putri, hentikan pah semua ini kata putri kita telah memiliki cucu apa kah papa tega ingin memisahkan Reyhan dari Melly...


Hay om Tante kata Dina, kamu mau apa kemari mamah Alfian pun ketus gini om Tante Dina mau nanya bagusnya nnti pesta pernikahan Dina dan Alfian dimana ya om...

__ADS_1


Adi pun terdiam kini dia mulai terasa bimbang bila me gingat cucunya bagai mana pun tetaplah nak anak itu darah daging dari putra putranya itu Dina saya sudah katakan pernikahan itu bukan ajang percobaan kau tak bisa terus memaksa Alfian kata putri mamah Alfian...


Dina saat ini om sedang bimbang sama pikiran om bagai manapun anak dari Mutia itu darah daging dari putra om sendiri om tidak mungkin sampai menghancurkan cucu om sendiri, putri pun tersenyum melihat ucapan suaminya itu..


tapi om, bukan kah om telah berjanji akan menikahkan Dina pada Alfian kenapa om malah berubah pikiran om Dina pun merasa marah dan pulang bergegas menemui Rossa ibu yg sangat kikir dan serakah itu ..


mahhhh Dina pun berteriak lalu menangis Dina kenapa nak kata Rossa, om Adi mau mengurungkan niat nya untuk Dina dan Alfian mah Rossa pun tak terimah langsung menemukan Adi...


maksud anda apa bukannya anda akan menikah kan Dina dengan Alfian kenapa anda malah mengurungi niat itu Rossa dengan amarah yg berapi api, bukan kah ada sudah sepakat pada suami saya akan menjodohkan anaknya ..


putri pun menjawab bukan kah Mutia memiliki darah dari pak Joko ya ibu Rossa bukan kah Mutia itu juga anak pak Joko kata putri...


Mutia itu cuma anak dari hubungan gelap suami saya dia cuma anak yg tidak jelas kata Rossa maaf Bu.rossa sepertinya kita batalkan saja perjodohan ini saya akan meminta Alfian menikahi Mutia saya memikirkan anak yg di lahirkan mutu ..


Rossa pun kesal dengan pernyataan dari Adi mah berengsek ya Mutia dia menghancurkan semua dasar anak pembawa sial kurang ajar awas kamu Dina marah dengan api yg membara....


Dina pun datang kerumah Melly untuk menemui Mutia ehh perempuan ****** keluar kau kata Dina, Dina menjerit jerit bagaikan orang kesurupan keluar kau perempuan ****** awas kau Mutia ku Jambak Jambak rambut kau,..


Mutia pun keluar kak Dina, Dina pun me menyerang Mutia yg tengah menggendong putrinya itu dan menghempaskan Mutia dan putri kecilnya itu ke dinding..


putri kecil Mutia yg tak berdosa itu pun menangis kencang dari gendongan Mutia, Mutia pun berusaha melindungi anaknya dari amukan Dina, dina berusaha meraih rambut Melik putri kecilnya itu untuk menjambak sehingga Anisa mengis kencang kesakitan dan Dina mengantikan Mutia ke dinding ...


Reyhan pun menarik Dina, kau betul betul orang yg berhati iblis kata Reyhan kau menyerang perempuan yg sedang menggendong anak kecil yg tak berdosa, kau Jambak anak yg tidak berdosa...


melly pun marah melihat adiknya di perlakukan begitu sangat kasar Melly menjambak Dina hingga menyeretnya keluar pagar...


putri kecilnya pun menangis menahan sakit jambakan yg di lakukan Dina pada anak yg tidak berdosa, sayang nak Mutia pun mengelus kepala anak nya yg sakit ..


kurang ajar Melly sakit sekali dia menjambak ku awakms aja kalian ku balas semua pada kalian terutama Mutia, aku tak akan segan segan menyakiti anakmu...

__ADS_1


Mutia kini mulai merasah jenggah oleh Dina, kak Dina selama ini aku bgitu sabar kau menyiksa ku bertahun tahun tapi kali ini aku ga akan membiarkan siapapun yg menyakiti anak ku...


aku ga kan terima kejadian hari ini kali ini aku akan melawan agar kau tak semena mena pada anak mu...


Alfian yg mendengar kabar dari kakaknya Reyhan langsung mendatangkan Dina kerumah, Alfian kau datang kata Dina, Alfian pun menampar Mutia pakkkk Alfian kenapa kau menampar ku kata dina, tamparan pertama kau berani menyakiti Mutia...


pakkkk tamparan kedua beraninya kau menganiaya anak aku, aku tidak akan membuat kan kau menyakiti mereka kau akan berurusan dengan ku kata Alfian..


Alfian menikah lagi dengan Mutia kata Adi mamah dan papah akan merestui kalian nak papa tahu papa harus menyingkirkan gengsi dan ego papa demi anak mu nak kata Adi..


Alfian sudah saat nya kamu melindungi Mutia dan anak kalian sudah cukup Dina dan Rossa menyakiti Mutia dan lebih biadap nya lagi anak mu yg tidak berdosa harus menjadi sasaran amukan Rossa dan Dina kata putri...


Alfian akan bicarakan pada mutia pah kita harus membicarakan secara kekeluargaan saja antara kita kita saja kata putri iya mah sahut Alfian...


untuk kali pertamanya Adi datang kerumah Reyhan sejak kejadian dulu hubungan Reyhan dan papah tidak pernah baik..


Melly dan Reyhan pun menyalami Adi dan Rossa Adi memeluk putra sulung nya dengan pelukan rindu pah masuk lah kata Reyhan...


Adi putri dan Alfian pun masuk saat hendak masuk Adi pun melihat Mutia sedang duduk memangku anak sedang memegang boneka...


saat sadar kehadiran orang tua Alfian Mutia pun melangkahkan kaki, Mutia panggil putri duduklah ada yg ingin kita bicarakan kata putri, baik Bu kata Mutia, Mutia pun duduk di tangan keluarga...


Mutia pun duduk terdiam mba Ina tolong bawa naila dan Anisa ke kamar baik buk kata sus Ina Mutia menikah lah dengan Alfian kami sudah membicarakan nya kamu harus menikah dalam waktu dekat ini...


Melly pun tersenyum mendengar adiknya akan menikah dengan adik dari suaminya Mutia pun terpaku tak bisa berkata apapun...


saat Mutia berada di dapur Mutia bertatapan dengan Alfian, Alfian dengan ke gengsian pun berkata aku mau menikahi mu itu atas permintaan orang tuaku bukan karena aku peduli sama kamu dan anak kamu, Alfian yg begitu gengsi mengakui bahwa dia memiliki kekhawatiran...


Alfian pun bergegas keruang tamu untuk kembali berkumpul Adi begitu bahagia bermain bersama ke 2 cucunya Naila anak dari Reyhan dan Melly Anisa anak Alfian dan Alfian ...

__ADS_1


Anisa yg baru belajar berjalan menatehkan kakinya ke arah openya langsung memeluknya, Alfian tersenyum dan takjub melihat Anis yg sudah mulai banyak kepintarannya...


__ADS_2