Kisah Hidup Si Gadis Malang

Kisah Hidup Si Gadis Malang
bab3 bayiku yg malang


__ADS_3


kini kehamilan Mutia telah memasuki bulan ke 9 Mutia harus berjuang demi persiapan kelahiran bayinya, Mutia yg sedang menuggu hari untuk menunggu waktunya persalinan harus tetap bekerja demi tambahan untuk kehidupan nya setelah lahir bayinya ...


saat Mutia hendak bekerja Mutia mulai merasakan sakit ahhh sakit mutiapun langsung di bawa kerumah sakit untuk menjalankan proses persalinan, dok pasein ini sudah pembukaan 9 kata perawat Erna panggil bidan Mirna baik dok...


bidan Mirna pun datang bidan Mirna ini sudah pembukaan 10 kata perawat Erna, persiapkan peralatan nya kita mulai persalinan nya kata bidan Mirna...


bu ikutin saya ya tarik nafas buang mutia pun mengikuti instruksi dari bidan Mirna tarik nafas lagi buang coba Bu kita mulai coba di teken sedikit iya, terus buk...


hekkkkkk heeeeekkkk hkkkkk sakit dikit lagi buk tekan lagi hekkkkkkk terus Bu hekkkkkkk hekkkkkkk hekkkkkkk dikit lagi Bu hekkkkkkk Hoek Hoek Hoek Mutia pun meneteskan air mata mendengar tangisan bayinya ...


Mutia pun terbaring begitu sangat lemah setelah menjalankan persalinan, bidan Mirna pun kembali membawa bayi Mutia setelah di bersihkan Mutia pun menyusui bayinya Mutia pun tersenyum melihat bayi mungilnya itu, Mutia mengelus kepala bayinya itu lalu mencium nya....


hari ini Mutia di perbolehkan untuk pulang kerumah mutiapun di temani oleh pemilik warung yg menemani saat iya masuk kerumah sakit untuk menjalani persalinan....


3hari setelah melahirkan Mutia pun belum juga mengeluarkan ASI yg lancar bayi Mutia punennagis Hoek Hoek Hoek, haus ya nak,..


3bulan telah berlalu kini Mutia menjalani biaya hari hari nya dari tabungan yg dia kumpulkan saat dia bekerja di warung nasi saat ini bayi Mutia sedang demam Mutia sedang tidak memiliki uang lagi Mutia pun memberanikan diri kerumah Rossa dan Mutia sampai di rumah rossa..


Mutia pun hanya mendapatkan kekasaran dan hinaan yg di layangkan Rossa dan Dina, eh anak pembawa sial kau urus saja bayi haram mu itu Bayu Mutia pun menangis Hoek Hoek pergi dan jangan pernah kau menampakkan wajahmu lagi aku begitu sangat jijik melihatmu, kau bawa anak harammu itu, sebelum bayi mu itu kulelapkan dalam bak mandi kata Rossa...


Mutia pun langsung pulang menggendong bayi kecilnya itu dalam keadaan menangis saat hendak berdiri di tengah panasnya matahari menunggu angkot lewat lah asisten Alfian yg hendak melintasi...


eh itu kan wanita itu dia menggendong bayi, apa dia telah melahirkan anak dari pak bos batin Alex, Alex pun mengikuti angkot yg telah di tumpangi Mutia...


Mutia pun sampai di depan lorong rumah kontrakannya, Mutia pun berjalan kaki untuk masuk ke lorong rumahnya, Alex yg mengikuti Mutia pun turun dan mengikuti Mutia sampai kedepan rumah...

__ADS_1


Alex pun bergegas menemui bosnya, pak tadi saat saya hendak berjalan balik ke kantor saya melihat wanita itu menggendong bayi saya mengikuti dia sampai kedepan rumahnya kata Alex, bukan urusan saya kata alfian...


setelah sampai rumah Mutia pun hanya terduduk di tangga teras rumahnya sambil menangis, dia melihat bayi kecilnya itu dalam keadaan lemas dan haus dan dalam keadaan demam yg tak kunjung turun...


Mutia begitu khawatir dengan keadaan bayi munyil nya ini hoooek hooooek mutiapun berusaha menengkan bayinya yg sedang nangis sayang nak sayang haus ya, kamu kok panas kali nak Mutia pun yg tidak mampu membeli susu untuk bayinya harus menangis ke Hausan,di sebabkan Mutia ASI-nya tidak lancar lgi mengharuskan bayinya memberikan Susu tambahan ...


Mutia yg kini mengetahui keberadaan Alfian langsung bergegas mendatangi alfian, pak tolong izinkan saya masuk untuk bertemu dengan pak alfian kata mutia, satpam terus mencegah Mutia untuk masuk bayi Mutia pun terus menangis hoeeek hoekkk semakin kencang ...


Mutia pun langsung memaksa masuk untuk menemui Alfian, Alfian yg sedang ada kedatangan tamu langsung terhenti melihat kedatangan Mutia yg sedang menggendong bayi, Hoek Hoek bayi Mutia terus menangis...


pak maaf saya sudah mencoba menahan perempuan ini tapi dia tetap memaksa kata satpam kantor Alfian pak bila bapak terganggu saya usir saja perempuan ini kata Alex...


biarkann dia masuk kata alfian maaf pembicaraan kita sampai di sini dulu besok kita lanjut meeting lagi kata Alfian ...


Alfian pun duduk di kursi panas milik nya mau apa kamu kemari dengan membawa bayi kehadapan saya, saya sudah katakan saya tidak akan bertanggung jawab ..


Hoek Hoek Alfian pun tak tega mendengar tangisan bayi yg ada di hadapannya, kenapa bayi itu menangis kata Alfian dia haus asi saya sangat sedikit bahkan tidak keluar dia sangat ke Hausan sudah 12jam tak mendapat kan setetes susu kata Mutia, lantas mengapa kamu membawanya kemari, aku tak perduli dengan bayi itu kata alfian..


saat Mutia keluar dari ruangan Alfian mutiapun berusaha menenangkan bayinya Alex asisten Alfian langsung menyodorkan uang 500 ribu miliknya...


maaf mba ini ada sedikit uang buat mba, mba belikan lah susunnya bayi ini seperti nya sangat kehausan makasih pak kata Mutia..


bayi Mutia mulai tenang karena telah mendapatkan susah wajar saja dia menangis tanpa henti sudah 2hari tak mendapat kan susu, dan asiku pun tidak mau keluar...


Dina menyeret Mutia untuk pulang, kakak mau bawa aku kemana kata Mutia kau akan ku bawa kedalam penderitaan panjang kata Dina..


setelah sampai mah lumayan kan mah kita tidak perlu mencari pembantu kata Dina eh Mutia kau bersihkan semua kalau belum beres jangan berhenti kata Rossa...

__ADS_1


kalau kerjaan mu ga beres ku lelepin bayimu ke dalam air kata Rossa biar mati mutiapun memeluk bayi nya dan meletakkannya di dalam kamar Mutia pun mengerjakan semua yg di perintahkan Rossa, nak ibu beres beres dulu ya tidur yg nyenyak ya mutiapun mencium kening bayi mungilnya itu..


Mutia pun bergegas menyelesaikan kan yg di perintahkan yg di suruh Rossa saat di tengah hendak menyelesaikan rumah Mutia pun mendengar bayi nya menangis...



Hoek Hoek Hoek Mutia pun buru buru ke kamar dan menggendong dan memeluk bayi mungilnya itu sayang nak sayang bobo lagi ya ibu buat susu, Mutia pun bergegas ke dapur untuk memanaskan air, lalu memberikan susu kepada bayinya....


lalu bayi mutiapun setelah meminum susu kembali tidur tenang, eh Mutia Rossa pun menjatuhkan Mutia yg tengah menggendong bayinya, bayi Mutia pun menangis lagi Hoek Hoek...


kamu Uda berani melawan saya kata Rossa maaf mah bayi ku menangis dia ke Hausan aku harus membuatkan nya susu seruan Mutia...


bukan urusan ku aku tidak mau tau kau harus menyelesaikan yg aku perintahkan kata Rossa, Rossa pun mengambil paksa bayi Mutia dari gendongan nya, bayi Mutia pun semakin menangis, sini bayimu biar ku banting ke lantai kata Rossa ...


mah jangan mah aku mohon jangan sakiti anak ku dia bayi ku tidak berdosa mahohon jangan sakiti dia aku mohon, kau masih berani melawanku kalau kau berani melawanku, ku banting bayi ini ke kelantai kata Rossa...


mah jangan sakiti bayiku kata Mutia, kau kerjakan selang kalau kau tidak mendengar dan mengikuti perintah ku akan ku banting bayi ini ke lantai...


Mutia pun menenangkan bayinya dan meletakkan bayi mungilnya ke atas kasur, dan melanjutkan yg di perintahkan kan Rossa...


Alfian pria dingin ini mulai mengingat Mutia dan tangisan bayi itu, kenapa aku terus mengingat wanita itu dan bayinya, agrrrrr aku terus terbayang wanita itu ..


Mutia terus menjalankan kehidupan yg begitu menyiksa nya dia harus tinggal kembali dirumah penuh penyiksaan ini Mutia pun hanya duduk terdiam dan memandangi bayinya ..


Mutia harus melewati penyiksaan dan penderitaan yg akan dia lewati Mutia pun mengecup kening bayi malang nya itu ..


Mutia pun terduduk meratapi hidupnya yg begitu malang ini...

__ADS_1


ibu kenapa aku harus semenderita ini kenapa aku harus menanggung dosa yg telah ibu lakukan aku harus menjalankan hari hariku dengan penyiksaan dan membesarkan bayiku seorang diri ibu apa salahku Bu, batin Mutia..


kenapa hidupku seperti ini bayi kecil ku pun harus menanggung penderitaan ini Mutia pun menangis meratapi hidup yg malang ini....


__ADS_2