
apa aku kembali saja ya kerumah mamah Rossa Anisa juga sedang demam kasihan anak ku bagai mana ya tapi aku takut kak Dina memukuli anak ku tapi bila aku tidak pulang ke rumah mamah Rossa aku juga tidak tau harus kemana..
akhirnya Mutia berfikir sangat lama dan buntu hanya rumah Rossa tempat terakhir nya Mutia pun memutuskan untuk kembali kerumah Rossa dan Dina Dina pun tersenyum licik melihat Mutia dan anaknya, mah boleh Mutia tinggal bersama mama lagi Mutia tidak tau harus kemana lagi...
baik saya akan mengijinkan kamu untuk tinggal bersama saya di sini tapi kamu tahukan tidak ada yg gratis kata Rossa iya mah Mutia mengerti..
mah boleh kah Mutia meminta obat untuk Anisa mah Anisa panas badannya nya mah baik kata Rossa kamu ambil aja di kotak obat kata Rossa, makasih mah....
saat Mutia memberikan anak nya obat, mutiapun meniduri Anisa, Anisa pun meninggalkan Anisa yg sudah tertidur mutiapun mengerjakan yg di perintahkan Rossa...
saat Mutia menyuci pakaian Mutia meninggalkan anak nya sedang tertidur Rossa pun teriak aaaaaaa Anisa pun tertawa melihat Rossa berteriak ada apa mah tanya Mutia dan Rossa eh Mutia kau lihat kerjaan anak mu sudah merusakin alat make up milik ku gadis kecil gak berdosa itupun hanya tertawa melihat Rossa marah2..
Rossa pun begitu kesal melihat tingkah gadis mungil ini dan melempar kan tempat bedak ke Anisa, Anisa pun menjerit kesakitan kepalanya terluka, Dina pun berjongkok ke hadapan Anisa anak manis Anak cantik anak pintar kata Dina..
plakkkk Mutia menampar wajah mungil Anisa dan Anisa pun mengis menjerit karena pukulan dina bibir mungil Anisa pun berdarah...
mah kenapa mamah begitu tega memukul anak kecil yg tidak berdosa mah Anisa ini hnaya anak yg tak mengerti apapun Mah kak, dia hnaya tidak mengerti apapun mah Anisa ini hanya balita yg masih berumur setahunah kata Mutia...
Mutia pun menggendong Anisa dan menengkan nya Anisa pun menangis begitu sedih hingga terseduh seduh ...
Mutia teriakan Rossa kenapa belum siapa cucian ini mah maaf kau sedang menengkan anisa, Rossa pun menarik paksa Anisa dari gendongan Mutia dan mendorongnya Anisa hingga jatuh kepelanting Anisa pun menangis sangat kuat, kau kerjakan semua yg sudah aku perintahkan kan kata Rossa ...
mah biarkan Mutia menenangi Anisa ya mah kepala nya itu sakit mah kenapa mamah begitu kasar pada anak ku diam kau kata Rossa kerjakan yg aku perintahkan kata rossa, biarkan Mutia tiduri Anisa, Rossa pun teriak sekarang Rossa pun mengunci Anisa di kamar sendirian Anisa pun menangis begitu sangat kencang ...
maaf kan ibu nak Mutia pun kembali mengerjakan yg di perintahkan kan Rossa Mutia pun tak kuasa mendengar teriakan putri kecilnya menangis ....
__ADS_1
mutiapun selesai mengerjakan yg di perintahkan kan Rossa, Mutia pun langsung buru2 menghampiri anaknya yg nangis tak kunjung diam...
nak maafkan ibu gara2 ibu kau selalu menjadi sasaran mamah Rossa dan Dina kau selalu mendapatkan kekasaran ini Mutia pun memeluk dan menengkan Anisa..
maafkan ibu nak mutiapun menggendong Anisa dan menengkannya, Mutia pun mengobati kepala putri kecilnya yg terluka karena lemparan tempat bedak yg di lakukan rossa dan bibirnya yg terluka karena pukulan Dina..
Alfian apakah kau tidak memikirkan Mutia dan anaknya kata Reyhan aku tidak perduli, Alfian kau mohon kau pikir bukan secara baik dan benar apa lah benar dugaan mu atau memang ada yg ingin menghancurkan kau dan Mutia ...
sudah lah kak jangan bahas lagi, Reyhan cukup mamah tau Mutia itu adik seibu dengan Melly tapi kau juga harus memikirkan perasaan adik mu yg telah tertipu oleh Mutia ..
sudah Reyhan lebih baik kau pikir kan anak dan istri mu saja dari pada kau terus memikirkan Mutia sudah jelas jelas dia telah berbohong kata putri...
Nina Bobo ouhh Nina Bobo kalau tidak bobo di gigit nyamuk Mutia pun melihat anaknya telah tertidur pulas Mutia pun menciumi pipi gadis mungil nya itu...
Huek huek huek Mutia pun tiba2 mual mual hueeeeek aku kenapa ya apa karna kemarin itu hujan hujan sama Anisa jadinya masuk angin batin Mutia ya sudah lah aku minum air jahe saja batin Mutia dalam hati ..
Mutia pun kedapur untuk membuat air jahe Dina pun kedapur untuk meminum Dina pun begitu tampak kesal kak Dina mau air jahe tanya Mutia Dina pun menatap Mutia dengan Rassa kebencian.
Mutia pun hanya tertunduk melihat sikap Dina pada Mutia, mutia pun kembali kekamar nya Untuk beristirahat....
keesokan harinya Mutia merasakan tidak enak badan Mutia pun memutuskan untuk kembali tidur saat Mutia tertidur Mutia tak menyadari bahwa putri kecilnya itu telah terbangun dan berjalan keluar kamar....
saat Anisa berjalan hendak keruang tamu pun menarik barang barang yg ada di ruang tamu plakkk Mutia pun terkejut dan melihat Anisa tidak ada di sebelahnya, Rossa dan Dina pun terkejut mendengan suara tumpukan jatuh saat Mutia hendak melihat arah suara, Anisa ya ampun nak kenapa di dirusakin...
__ADS_1
Rossa dan Dina keluar fas Bunga kesayangan ku mamah hancur sudah mah Dina pun marah marah kak maaf kan aku tidak tahu Anisa sudah bangun kak...
Dina pun kesal dan memukuli Anisa, Anisa pun menangis kencang kak jangan kak mutiapun menghalangi pukulan dina, Dina pun kesal langsung beranjak pergi...
Anisa kenapa Anisa rusakin fas bunganya Anisa pun hanya mengis Mutia pun merasa geram melihat tingkah kelasakan Anisa, Anisa duduk sini Mutia pun menduduki anak nya dengan keadaan yg marah Anisa pun mengis...
Mutia pun membentak Anisa, Anisa diam ibu pusing mendengar suara tangisan kamu Anisa pun Tamba menangis, Mutia pun meninggal Anisa seorang diri di kamar dan menguncinya...
Anisa pun terus menangis memukul pintu kamar saat Dina melewati kamar Mutia, Dina mendengan Anisa sedang memukul pintu minta di buka Bu Anisa pun memukul pintu..
Dina pun yg begitu jahat membuka pintu dan mendorong pintu hingga begitu sangat kuat Anisa pun terpental kebelakang gubrakkkk Mutia pun berlari, Anisa pun nangis begitu kencang saat Mutia melihat Anisa sudah jatuh terlentang...
Anisa, Mutia pun langsung menggendong putri kecilnya itu kak apa salah anak ku, kenapa kakak selalu menyakiti anakku kata Mutia...
Dina pun hanya tersenyum sinis melihat Mutia karna aku ingin melihat kau dan anak kau menderita kata Dina, itu belum seberapa Mutia, Dina pun tersenyum licik ..
Anisa pun mengis begitu kuat sakit ya nak keningnya Mutia pun mengusap kening kepala anak nya dan menggendong nya...
Anisa kau selalu saja mendapatkan tindak kekerasan ini nak kau masih begitu kecil untuk merasakan hal sesakit ini, kini Anisa pun merasa mulai tenang di peluk ibunya, Mutia pun mengobati kening milik Anisa yg terluka akibat perbuatan Dina...
2 Minggu telah berlalu, kenapa mas Alfian tidak mencari ku apa kah dia tidak perduli pada anak nya kenapa mas Alfian tidak menjemput ku batin Mutia ...
Huek huek Mutia pun mual mual lagi aku kenapa ya 2hari ini mual mual terus batin Mutia, apa aku hamil ya sudah hampir sebulan aku belum kunjung haid juga apa kah aku hamil batin Mutia ..
__ADS_1