Kisah Hidup Si Gadis Malang

Kisah Hidup Si Gadis Malang
bab18 Mutia di usir dari rumah


__ADS_3

hey ibu Rossa, Alfian pun tersenyum melihat Rossa lepaskan aku Alfian kata Rossa, kau akan menyesal telah melindungi Mutia dan anak haram nya itu, alfian pun marah mendengar Anisa di katakan anak haram...


Alfian Mutia itu tak sebaik dan selugu yg kau pikirkan Mutia itu perempuan yg bermuka 2 asal kau tahu saja belum tentu anak yg di lahirkan Mutia darah daging mu bis saja anak dari Bayu, Bayu itu kan kekasihnya mutia, Mutia sangat mencintai Bayu kata Rossa yg mempengaruhi pikiran Alfian...


ibu jangan bicara sembarangan kata Alfian itu kenyataan nya anak itu anak Mutia dan Bayu bukan anak dari mu, Mutia sebentar lagi Alfian akan membencimu aku akan mempengaruhi pikiran suami untuk membenci mu batin Rossa tersenyum licik...


apa lah kau tak menyadari diam2 Mutia dan Bayu saling bertemu hanya saja Bayu tak menyadari bahwa anak yg bersama Mutia aadalah darah daging nya...


Alfian pun pergi dengan keadaan yg sangat marah mendengar perkataan Rossa, Mutia bila yg di kata kan Bu Rossa itu benar akan ku usir kau bersama anak mu dari rumah ku...


saat Mutia lagi duduk bersama Melly dan putri Alfian menarik Mutia dengan begitu amat kasar ikut aku, ada apa mas tanya Mutia Alfian pun melemparkan Mutia ke atas ranjang...


Anisa siapa ayahnya tanya Alfian, maksud kamu apa mas bertanya seperti itu jawab siapa kata Alfian mas, Anisa ya anakmu mas kata Mutia, bohong kata Alfian ...


mas apa mas lupa saat kejadian mas tengah mabuk itu bukan kah aku masih perawan mas mas juga tau ada bercak darah, setelah itu kamu dengan Bayu kan kata Alfian...


mas aku ga pernah di sentuh Bayu mas aku bersumpah Anisa anak mu mas kamu jangan berbohong Mutia aku tidak suka berbohong kamu sangat mencintai bayukan, kata Alfian ...


mas aku tak pernah di sentuh siapapun mas sumpah mas Anisa anakmu kata Alfian bohong Alfian pun pergi, mas tunggu mas jangan pergi mas dengar kan aku dulu ....


apa dengar kan apa kebohongan kamu kata Alfian, aku berusaha menerima anak itu tapi apa dia bukan darah dagingku kata Alfian, Alfian kamu ngomong apa sus, tolong bawa naila dan Anisa kata kata putri kenapa kamu bicara begitu...


mas aku sudah katan aku tidak berbohong mas aku tak pernah melakukan sampai sejauh itu pada mas Bayu...


Anisa darah daging mu dia anak mu kata Mutia, kalau begitu tes DNA Aj kata Alfian kenapa harus Tes DNA mas apa kah mas tidak percaya pada ku cukup, cukup Mutia Alfian pun pergi keluar rumah dan tidak pulang...


Hallo lek lepas kan saja ibu Rossa kata Alfian baik pak kata Alex Rossa pun terlepas dan pulang kerumahnya, mamah panggil Dina mamah kata nya di culik kata Dina iya nak mamah di culik sama Alfian tapi mamah berhasil pengaruhi Alfian sehingga Alfian melepaskan mamah...

__ADS_1


oh ya mah gimana cara nya mah kata Dina, mamah fitnah Mutia bahwa anaknya itu bukan anaknya Alfian tapi anak dari kekasihnya Bayu...


sepertinya Alfian percaya dia begitu sangat marah mamah lihat tiba2 malam ini mamah langsung di lepaskan Alfian, Dina dan mamanya tertawa begitu licik...


Mutia pun menangis dituduh telah Alfian mah Mutia bersumpah Mutia melepaskan kehormatan Mutia hanya pada mas Alfian Mutia tidak berbohong mah mamah putripun diam dan tak menggubris omongan mutia...


kak Melly, aku ga bohong kak kata Mutia, Kaka ga bisa bantu apapun Mutia yg perlu kamu lakukan hnaya membuktikan kakak percaya kamu ga berbohong tapi KK ga bisa bantu kata Melly...


saat keesokan harinya sikap putri dan Adi berubah dingin pada Mutia, berubah acuh pada Anisa kini putri hanya memperdulikan nailah ...


Mutia bawa lah anak mu ke kamar setiap kali saya melihat anak ini membuat darah saya mendidih Mutia pun terdiam melihat perkataan mertuanya Mutia pun menggendong putri kecilnya dan membawakan nya ke kamar...


mas barang mas mau di bawa kemana tanya Mutia Alfian tak menggubris nya, Alfian mau kau bawa kemana barang barangmu kata putri aku ingin pindah kamar mah kata Alfian...


pagi ini Mutia sedang duduk memangku putri kecilnya itu sambil bermain bonekah milik naila putri pun merampas boneka yg di Pagang anisa ini boneka cucu ku kata putri Anisa pun nangis Mutia pun menengkan putri kecil nya itu...


Mutia pun menangis mendengar ucapan Alfian yg begitu menusuk hatinya mas kenapa mas bicara seperti itu Anisa ini anak mu mas kata Mutia ...


cukup Mutia tolong kamu bawa anak ini dari hadapan ku, aku tak ingin melihatnya kata Alfian Mutia tolong kamu jangan paksa Alfian kata putri mah tapi mah aku ga berbohong mah kata Mutia, cukup Mutia cukup kata putri...


mah sebaiknya mamah itu harus percaya sama mutia, Mutia ga mungkin seperti itu mah kata Reyhan, Reyhan tidak perlu kamu mmbelanya dia telah membohongi adikmu kata putri..


mutiapun menangis mendengar perkataan mertuanya dan suaminya yg tidak mempercayainya mutiapun memandangi putri kecilnya yg terlelap tidur...


Dian mamah yakin saat ini di rumah Wijaya sedang ada perpecahan kata Rossa, mah kita harus bisa mengambil Mutia dalam cengkeraman kita kata Dina itung2 kita ga perlu nambah pembantu kan mah kata Dina...


iya sayang kita harus buat Mutia di usir dari rumah Wijaya baru kita bisa menyiksa Mutia dan anaknya itu Rossa dan Dina tertawa licik...

__ADS_1


Alfian pun begitu marah membayangkan perkataan Rossa dan Alfian pun menarik Mutia keluar rumah angkat kaki dari rumah ini kata Alfian...


mas jangan usir aku mas aku ga tau mau kemana pergi Alfian membentak keras Mutia pergi sekarang, Melly Reyhan putri dan Adi pun keluar kamar mendengar keributan di luar...


Alfian tenang dulu ini bisa di bicara kan baik2 ini cuma salah paham kata Reyhan keluar kata Alfian Alfian ini sudah malam dan hujan juga sangat deras kata Reyhan ...


mas jangan usir aku mas aku tidak berbohong aku bersumpah Anisa anak kita, Anisa pun menangis mendengar bentakan suara Alfian, keluar sekarang mas sayang Anisa mas keluar kata Alfian..


Mutia pun luar dari rumah dan berjalan ke arah teras rumah Alfian mengunci pintu hujan yg begitu sangat membuat Anisa ketakutan, Anisa pun langsung memeluk ibunya, Mutia pun berjalan di tengah derasnya hujan mutiapun memeluk putri kecilnya yg telah basah kuyup terkena hujan...


Mutia pun berjalan tanpa ada arah dan tujuan aku mau kemana ya Uda malam gini, sayang Anisa dia kedinginan Mutia pun memeluk putrinya dengan sangat erat ..


Mutia pun singgah duduk di bawah tokoh orang untuk berteduh mutiapun mengeluarkan selimut yg ada di tas nya untuk membalut tubuh anaknya, Anisa pun kedinginan dan menggigil...


nak kenapa hidup mu seperti ini nak ibu berharap kau tak pernah merasakan penderitaan seperti ibu alami Mutia pun mengelus kepala putri kecilnya itu...


saat keesokan harinya mutiapun melanjutkan perjalanan aku harus kemana kau ga mungkin kembali kerumah mamah Rossa dan Dina..


mereka pasti akan menyiksa ku dan menyiksa anak ku tapi aku harus kemana kau tak tau tujuan lagi batin Muti,



aku ga tau harus kemana Mutia pun memeluk putrinya dengan erat, Anisa pun menangis karena merasa lapar dan haus Mutia pun berusaha untuk menengkan putri kecilnya itu...


lapar ya nak ibu tidak punya uang untuk membeli susu dan roti untuk mu ibu juga tidak tau harus kemana, Anisa pun menangis tanpa henti, Mutia pun berusaha untuk menenangkan Anisa...


Anisa kenapa kamu panas sekali nak apa kah karna hujan hujanan semalam syaang nak Mutia pun memeluk Anisa Putri kecilnya, aku harus kemana Anisa demam karna terkena hujan aku harus kemana, mas kenapa kau tega sekali mengisir kamu di tengah derasnya hujan mas..

__ADS_1


Mutia pun tak terbendung air matanya apa kah kau tidak perduli dengan kami kenapa kau tidak percaya padaku mas batin Mutia. ..


__ADS_2