Kisah Hidup Si Gadis Malang

Kisah Hidup Si Gadis Malang
bab20


__ADS_3

rossa pun menyuruh Mutia untuk berbelanja sayuran ini catatan yg harus kamu belanjakan kata Rossa,iya mah kata Mutia, Mutia pun pergi berbelanja dengan membawa Anisa yg masih berumur satu tahun mutiapun harus membawa nya kemana pun dia pergi ..


saat hendak masuk ke pasar mutiapun masuk ke apotik untuk membeli tespek lalu Mutia melanjutkan untuk berbelanja...


setelah berbelanja Mutia kembali pulang saat hendak menunggu angkot lewat lah Amel sahabat Dina, Dina panggil Amel mba Amel yuk naik sekalian jalan soal nya mau kerumah nemuin Dina...


Mutia pun naik Amel pun bertanya ga repot belanja barang banyak tapi harus membawa anak kata Amel repot sih mba tapi ya mau gimana lagi ga tau mau di tinggal sama siapa kata Mutia....


saat sampai diruamah seperti biasa saat Mutia mengerjakan sesuatu Mutia selalu mengurung Anisa di dalam kamar, karna Mutia sangat takut Anisa merusakin barang barang milik Rossa...


Bu Anisa pun memanggil Bu anisa pun memukul pintu Bu Anisa terus memanggil dan menangis Mutia membersihkan Ika dan sayur lalu masak...


Mutia pun mendengar Anisa tangisan nya semakin menjadi karna Mutia takut anak nya kenapa kenapa Mutia pun melihat putri kecilnya itu dan menggendong nya...


ibu lagi masak Anisa duduk diam di sini jangan kemana mana ya kalau hilang ibu kunci di kamar kata Mutia ke putri kecilnya itu...


Alfian pun mulai memikirkan Mutia, mulai gelisah Al kamu kenapa kepikiran Mutia hanya Reyhan ntah lah kak aku binggung saat ini kata Alfian sudah lah jangan bahas lagi soal dia kata Alfian...


Mutia pun selesai memasak kembali menggendong Anisa lagi saat Mutia ingin mencoba tespek yg iya belikan Mutia pun kembali mengurung Anisa Bu Anisa memukul pintu Bu Anisa terus memukul pintu dan mennagid...


Mutia pun masuk ke kamar mandi untuk menggunakan tespek saat Mutia melihat hasilnya benar saja hasilnya 2 garis merah..


Mutia pun mengelus perutnya apa kah mas Alfian tidak ingin menjemputku batin Mutia, Mutia pun keluar dan menuju kamar Bu Anisa memukul pintu dan menangis Mutia pun membuka pintu...


tanpa terasa usia kandungan Mutia telah memasuki usia bulan ke 5 tanpa terasa 5bulam telah berlalu...

__ADS_1


Dina jangan sampai Alfian tahu Mutia sedang hamil bila tahu Alfian akan membawa Mutia kembali kerumahnya itu tidak boleh terjadi kata Rossa dia harus menderita kata Dina...


tanpa terasa sudah 4bulan Mutia di usir dari keluarga Alfian sebab saat dia di usir Mutia sedang mengandung 2bulan tanpa Mutia sadari Mutia pun harus menjalani penyiksaan yg di beri Rossa dan Dina...


Anisa kini telah berusia 17bulan Anisa semakin hari semakin aktif dan lasak yah seperti anak pada umumnya suka memberantakin isi rumah sampai membuat Dina dan Rossa begitu jengkel...


melihat kelakuan Anisa yg begitu aktif dan lasak Anisa sering kali mendapat kan perlakuan kasar pada Anisa, namanya anak kecil sebentar aja nangis nya lalu lupa....


seperti biasa Mutia harus mengalami penyiksaan yg kerap dia rasakan dari iya kecil hingga kini dina dan Rossa tidak pernah membuat Mutia menderita dan kini Anisa Putri kecil Mutia harus merasakan hal yg sama, setiap kali Dina dan Rossa mengamuk pada Mutia Anisa pun harus merasakan penyiksaan yg di layangkan Rossa dan Dina...


mas apa kah kau tak ingat aku mas aku sedang mengandung buah hati ke dua kita batin Mutia apa kah kau tidak mengingat kami mas kenapa kau tidak kunjung datang menjemput kami mutia pun menangis mengingat Alfian..


kenapa kau menangis kata Dina kau sedang meratapi kehidupan mu yg begitu malang ini kau jangan bermimpi Alfian akan menjemput pun itu tidak akan terjadi...


Dina pun marah mendengar omongan Mutia Dina pun menjambak Mutia sakit kak kata Mutia jaga mulut mu untuk berbicara pada ku atau aku akan menampar kau kata Dina...


tanpa terasa usia kandungan Mutia telah memasuki bulan ke 9 Mutia pun akan menjalani proses persalinan yg ke 2 kini Mutia hanya menunggu hari...n



mutia pun mulai merasakan kontraksi, sakittt mah kak dina sakit Mutia pun berteriak memanggil Rossa dan Dina tapi tidak kunjung datang...


mba Iyem Mutia pun berjalan memanggil iyem ada apa mba Mutia sahut Iyem mba sepertinya saya mau lahiran mba...


mba saya boleh nitip Anisa mba saya mau kerumah sakit kata Mutia, maaf mba bukan daya ga mau tapi saya takut dengan ibu dan non Dina kata Iyem mba Iyem atau tolong panggil kan bidan untuk saya saja kata Mutia...

__ADS_1


iya mba saya ke kampung sebrang dulu ya mba Iyem pun pergi dan kembali pada bidan yg di bawakan Iyem saat Mutia hendak menjalankan persalinan bidan Lia anak saya biakan saja dalam kamar ini biar kan dia bermain sendiri bidan Lia kunci saja pintu nya biar anak saya ga bisa kemana mana kata Mutia ..


Anisa pun melihat ibu nya yg sedang kesakitan terus Bu terus sedikit lagi kata bidan Lia, Hoek Hoek Hoek bayi Mutia pun lahir saat Dina dan Rossa sampai dirumah nya Dina dan Rossa pun terkejut mendengar tangisan bayi ..


mah kok ada bayi apa Mutia sudah melahirkan kata Dina kita lihat aja yuk kata Rossa yuk mah ajak Dina, Dina pun masuk ke kamar Mutia dan melihat Mutia sedang terbaring lemah setelah menjalankan persalinan, sedangkan Anisa sedang sibuk memberantakin barang barang yg ada di kamar Mutia....


bidan Lia pun kembali dan menyerahkan bayi yg baru Mutia lahhirkan itu Bu bayinya perempuan kata bidan Lia, Bu sudah selesai saya pulang dulu ya kata bidan Lia, terima kasih ya bidan Lia...


saat bidan Lia pulang Dina dan mama nya pun mulai bereaksi mahh malas malasan dia mah kata Dina eh bersih kan rumah kata rossa tapi mah aku baru saja selesai persalinan mah....


ehh bukan urusanku kata Rossa kau kerjakan kerjaan kau kalau kau berani melawanku, ku tenggelami ke 2 anakmu di kolam kata Rossa...


Mutia pun masih dalam keadaan yg masih lemah harus mengikuti kemauan Rossa Mutia takut ke 2 anaknya di sakiti Rossa dan Dina...


Mutia pun mulai mengerjakan yg di perintahkan Rossa Mutia pun menggurung Anisa dan bayinya di dalam kamar karna Mutia sangat takut Anisa merusakin barang barang milik Rossa dan Dina, ..


Anisa ibu mau berkerja dulu ya Anisa jangan lasak nanti kena adik jangan pukul2 adik ya nak kata Mutia ke Anisa..


saat Mutia hendak mengunci pintu Mutia pun teringat Anisa suka memukul dan menggigit bagai mana ya dalam hati Mutia, Mutia pun kembali membuka kan pintu dan menarik Anisa keluar dan meninggal kan bayi nya di kamar...


Anisa di sini saja ibu mau nyuci Anisa jangan lasak ya kata Mutia ..


Anisa Putri pertama Mutia yg berumur 21bulan begitu lasak dan aktif tentu saja Mutia khawatir meninggalkan Anisa di kamar ber dua adiknya...


Mutia sangat takut Anisa meremas adiknya dan memukul adiknya karna Anisa anak kecil yg tidak mengerti apa apa...

__ADS_1


__ADS_2