Kisah Kelam Seorang Janda

Kisah Kelam Seorang Janda
Bab 5


__ADS_3

Adelia mendapatkan surat panggilan dari pengadilan, ia merasa sedih, senang suasana hatinya yang campur aduk.


Ia menerima panggilan masuk dari Haris.


[ Halo, Adel! aku harap kamu bisa terima keputusan dan kenyataan, bahwa aku sudah mengajukan gugatan cerai untuk mu, apa kamu sudah menerima nya? ]


[ Iya, baru saja aku Terima suratnya ]


[ Lebih baik kau jangan datang, agar pengadilan lebih cepat mengetuk palu ]


[ Atur saja sesuka hatimu, aku tidak akan menyesal pisah dari mu ]


[ Baik, tapi ingat kamu tidak akan ku beri nafkah sepeser pun ]


[ Aku sudah mendapatkan pekerjaan yang layak, agar aku bisa bertahan hidup ]


[ Baguslah, kalau begitu ]


[ Besok, aku pergi ke pengadilan agama ]


[ Silahkan, aku akan menunggu surat akte cerai darimu ]


[ Bye ]


Percakapan mereka pun terputus seketika, karena pihak Haris mematikan lebih dulu.


Adel merasa tidak dianggap oleh Haris, sikapnya sudah berubah semenjak tinggal bersama ibunya.


"Oke, aku harus bersenang-senang malam ini, apa aku harus menghubungi Wawan ya, aku sangat kangen sekali padanya, " ucap Adel genit.


Adel mencari nomor Wawan lalu di telponlah.


[ Halo, sayang, kamu dimana? ]


[ Aku bersama teman-teman di cafe ]


[ Jemput aku di tempat biasa ]


[ Oke, kamu dandan yang cantik ya ]


[ Iya, sayang ]


Adel siap-siap berdandan dengan berpakaian sexy seperti biasanya ketika berjalan bersama Wawan, kekasih hati Adel selama satu tahun ini saat berstatus istri Haris.

__ADS_1


Ia pun memakai hills 5cm , berwarna merah selaras dengan dress nya berwarna merah, rambut panjang terurai lurus, sangat cantik sekali.


Adel berlenggok kanan ke kiri memandangi wajah dan tubuhnya yang langsung walaupun sudah melahirkan seorang anak.


15 menit berlalu, Adel masih men touch up wajahnya dengan warna merah muda, riasan sedikit natural sangat cocok dengan wajah Adel yang berbentuk oval dan warna kulit yang putih.


Adel meraih tas kecil untuk menambah aksesorisnya, tidak lupa dengan anting berwarna perak lalu kalung berlian yang Wawan berikan untuk hadiah ulang tahun Adel tahun lalu.


"Ah, ini sangat cocok dengan gaya ku yang modern, tidak saat bersama Haris! aku terlihat lusuh dan kusam, " keluhnya sembari membandingkannya.


Tidak lama ponsel Adel berbunyi yang tak lain Wawan sudah sampai tujuan mereka membuat janji.


[Tunggu, aku sayang! aku sedang berjalan kearahmu,] ucap Adel manja pada Wawan.


[ Oke ]


Adel keluar rumah tidak lupa untuk mengunci pintu.


Ia berjalan kearah gang kecil dimana akan menembus tempat Wawan menjemputnya.


Karena yang Wawan tahu, Adel adalah seorang gadis yang pernah menikah bahkan mempunyai seorang anak.


Adel mengaku pada Wawan saat berkenalan masa itu ia menjadi seorang wanita yang telah diperkosa oleh kekasih nya tapi tidak bertanggung jawab, karena Wawan yang begitu mencintai nya saat pada pandangan pertama , ia sangat percaya oleh kata-kata Adel.


Adel melihat mobil Wawan berwarna hitam bercorak, ia tersenyum lalu melanjutkan langkahnya.


Wawan pun membuka kaca mobil nya dan membalas senyuman manis Adel.


Adel tanpa perintah, ia langsung membukanya dan masuk kedalam mobil.


"Maaf, sayang aku lama ya, " ucap Adel penuh manja.


"Tidak apa-apa, aku akan tetap tunggu kamu, " Sahut Wawan senyum, lalu menyalakan mesin mobilnya.


"Sayang, aku bawa kamu ke rumah ya, aku mah kenalin kamu ke ibu ku, " kata Wawan tanpa memberi tahukan pada Adel.


Adel terkejut dan menjawab "Sayang, kenapa kamu tidak bicara dulu padaku! ini mendadak sekali buat ku, aku belum siap bertemu ibu kamu, " sahut Adel berpura-pura, walaupun ia mencintai Wawan tapi Adel hanya ingin bersenang-senang terhadap Wawan.


"Lalu, kapan kamu siap bertemu ibu ku! aku sudah bicara pada nya kalau ingin membawamu ke rumah , " Ujar Wawan sedikit kecewa terhadap sikap Adel.


"Adel, kamu serius atau tidak menjalin hubungan dengan ku, kita sudah satu tahun pacaran tapi belum ada kejelasan , " seru Wawan yang memang kecewa pada Adel.


Adel terdiam lalu berpikir "Aku belum resmi cerai dengan Haris, bagaimana bisa aku menjalin hubungan serius dengan Wawan, apa yang harus aku katakan agar Wawan percaya padaku?, ".

__ADS_1


" Bagaimana, jika minggu depan kita pergi menemui ibumu, aku juga harus bicara dengan kedua orang tuaku, " Usul Adel .


Wawan tersenyum sumringah "Baiklah, sayang, " sahut Wawan senang.


Mereka pun pergi tanpa arah tujuan yang pasti.


"Sayang, kamu hari ini sangat terlihat sexy, " puji Wawan melihat kearah Adel memakai dress berwarna merah sangat menggoda.


"Ini hanya untuk kamu, " Balas Adel dengan rayuan.


Wawan memegang jari jemari Adel yang lentik dengan lembut.


Adel membalas dengan meraih lengan Wawan laku ia taruh di pipinya.


Karena terlalu gemas, Wawan mencubit kecil pipi halus milik Adel.


"Aku gemas sekali padamu, " Ucap Wawan.


Adel tersenyum lalu ia merubah posisi nya dengan memeluk lengan kiri milik Wawan.


Wawan pun sangat bahagia dengan sikap Adel yang bermanja dengan nya, karena Wawan selalu merasa jika Adel sangat mencintai nya.


Mereka pun bermesraan di dalam mobil, sesekali Wawan mencium kening Adel lalu membelai rambut panjang Adel yang halus dan wangi.


Adel mulai merencanakan agar Wawan selalu memberinya uang dengan berpura-pura mencari pekerjaan, karena Adel tahu jika Wawan tidak membolehkan ia bekerja .


"Sayang, aku ingin mencari pekerjaan, " kata Adel sembari melepaskan dan kembali posisi awalnya.


Wawan langsung menoleh ke arah Adel.


"Apa uang yang sering aku kirim ke kamu tidak cukup? " tanya Wawan sembari menyetir.


"Cukup, sayang! tapi aku harus menabung untuk membeli rumah untuk orang tuaku!, " sahut Adel berbohong padanya.


Wawan tersenyum lalu menjawab "Sayang, bukankah aku sudah menawarkan apartemen ku yang ada di Bogor untukmu, kamu bisa pakai tinggal di sana sesukamu, dan urusan orang tuamu, nanti aku belikan tapi tunggu tenderku goals Oke, " ucap Wawan enteng.


Adel tersenyum sumringah "Aku memang tidak salah memilih Wawan untuk jadi kekasihku, tidak seperti Haris! tidak tau diri sudah ku bantu tapi perlakuan nya padaku tidak menyenangkan, " ucap batin nya.


"Sayang, tapi aku merasa tidak enak hati padamu, bahkan aku saja selalu membuat mu kecewa, " sahutnya Adel dengan berpura-pura menyesal.


"Itu wajar, karena aku tahu pasti kamu sangat terpukul oleh sikap kekasihmu yang sudah meninggal kan mu begitu saja, andai saja waktu bisa diputar, aku bertemu dengan mu lebih dulu, mungkin kamu dan aku sudah menjadi suami istri, " Ujar Wawan menggoda Adel.


"Iya, Wawan! apa kamu tidak menyesal bersamaku, " tanya Adel penasaran.

__ADS_1


"Tidak, sayang! apa pun yang kamu lakukan dibelakang ku, itu adalah privasi mu! aku percaya pada mu, kamu tidak akan mengkhianati ku, " jawab Wawan sembari menoleh kearah Adel dengan melemparkan senyuman.


Adel terdiam "Aku sudah berbohong banyak padamu, tapi aku tidak bisa bersamamu! " pikirnya.


__ADS_2