Kisah Kelam Seorang Janda

Kisah Kelam Seorang Janda
Bab 8


__ADS_3

"Benar apa yang dikatakan Paula tadi, mungkin aku hanya terlalu banyak pikiran, atau aku hanya kurang tidur atau bisa juga aku berhalusinasi, sudah lah aku tidak usah memikirkan hal yang tidak penting, " pikir Ken yang masih merasa bingung dengan apa yang ia lihat tadi.


Mobil Jeep yang membawa Erick kini berada di depan mobil milik Ken dan Paula, Ken merasa terkejut dengan tiba-tiba menyelip begitu saja.


Ken merasa kesal dibuatnya, hampir saja hilang keseimbangan, Paula pun ikut terkejut "Sial, hampir saja aku menabrak tiang listrik, " ucap Ken sembari membanting stir dan memberhentikan mobilnya secara paksa.


Sedangkan Paula yang memeluk Ken, lepas begitu saja hingga membuat kening Paula membentur stir dengan keras.


"Aduh, Ken! kau bisa menyetir atau tidak,! lihat keningku sakit tahu, " bentak Paula sembari memegang keningnya sedikit berdarah.


"Maaf sayang, aku tidak sengaja! kamu lihat mobil Jeep yang di depan itu, dia. menerobos mobilku, " jelas Ken pada Paula .


"Coba sini, aku lihat keningmu, " sambungnya.


Ken dengan cepat melepas selt belt yang ia pakai, lalu menggerakkan tubuhnya hingga menghadap ke arah Paula untuk memeriksa keadaan istrinya yang merintih kesakitan.


"Ya Tuhan, Paula keningmu berdarah, kita ke Rumah Sakit terdekat ya, atau ke klinik yang ada di depan sana, " Saran Ken panik dan cemas.


"Hm, " Paula masih dengan memenangi keningnya hanya bisa menurut saja dengan saran Ken.


Ken segera menyalakan mesin mobil kembali dan membawa Paula untuk mengobati luka nya.


Tidak lama dalam perjalanan ke arah klinik yang hanya memerlukan 15 menit saja, ia melihat mobil Jeep yang tadi menerobos masuk mendapati kecelakaan , Ken hanya melihatnya sekejap "Itu kan mobil yang tadi menerobos mobilku, Paula coba kamu lihat mobil itu, " ucap Ken pada Paula.


Paula hanya melihat sepintas karena ia sangat merasa kesakitan dan merasa pusing "Biarlah Ken, itu semua ganjaran yang harus mereka terima karena sudah berani menerobos mobilku dan membuat aku terluka seperti ini, " sahut Paula dengan nada kesal lalu kembali dengan posisinya yang memejamkan matanya.


"Ia benar juga kata mu, harusnya aku minta pertanggungjawaban mereka karena sudah membuat mu celaka , " ujar Ken dengan tatapan tajam ke arah balik kaca mobil mereka.


Ken dan Paula melanjutkan perjalanan mereka.


*


"Sayang, aku handphone ini, ya? ini juga keluaran terbaru loh, iya kan mbak, " ucap Adelia sembari melirik ke arah karyawan counter.


"Iya benar mbak, ini handphone terbaru di bulan ini, dan ini mempunyai kelebihan yang tidak kalah dengan handphone I-Phone, tapi jika di banding kan I-Phone punya spesifikasi tersendiri, " sahut wanita itu.


Wawan tersenyum saat wanita itu menjelaskan keunggulan dan kelebihan dari handphone yang Adelia pegang saat ini.

__ADS_1


"Bagaimana menurutmu? " tanya Adelia sembari melirik ke arah Wawan dengan senyuman manis.


Wawan sangat terpesona dengan kecantikan yang Adelia miliki, ia tidak bisa berkata-kata lagi.


"Ya sudah terserah kamu saja, kamu bisa pilih mana saja yang kamu suka, " sahut Wawan sembari menggeser kursi untuk ia duduk.


"Oke, mbak, bisa lihat-lihat dulu, " Tanya Adelia senyum lebar.


"Bisa dong, Mbak, " Sahut wanita itu mempersilahkan Adelia untuk mencari ponsel terbaru.


Wanita itu berjalan tepat berasa disamping Adelia sembari menjelaskannya.


Akhirnya Adelia berhasil untuk memilih salah satu ponsel terbaru dan melangkah ke arah Wawan yang sedang menunggu nya.


"Hei, sayang aku sudah pilih-pilih, " ucapnya.


"Baiklah, aku akan membayar tagihan dulu, " sahut Wawan sembari berdiri lalu melangkah ke arah kasir.


"Berapa totalnya, Mbak? " tanya Wawan membuka isi dompet sembari mengambil kartu black card yang ada di dalam dompet nya.


"Ini, Mbak, " Wawan menyodorkan kartu hitam pada wanita itu untuk membayarnya.


Wanita itu menerima dengan senyuman manisnya, lalu memberikan kartu hitam pada Wawan.


"Terimakasih telah berbelanja di toko kami, oh iya, Mas, ini ada bingkisan dari kami semoga suka, " ucap wanita itu sembari memberikan pada Wawan.


"Terimakasih, Mbak, " sahut Wawan menerimanya dengan senang hati lalu menghampiri Adelia yang sedang duduk di sofa dengan tatapan bahagia.


"Ini, sayang kamu dapat hadiah ekslusif dari toko, " ucap Wawan memberikan paper bag dan bingkisan nya pada Adelia.


"Wah, aku beruntung sekali, " sahut Adelia sumringah.


"Ia, sayang! kamu suka? " tanya Wawan sembari merangkul mesra Adelia.


"Aku suka sekali sayang, bahkan aku sangat suka sekali, Terima kasih sayang, aku makin cinta sama kamu, " sahut Adelia yang mencoba menggoda Wawan sembari melayangkan sebuah kecupan yang mendarat di pipi kanan Wawan.


Tanpa ada rasa malu Adelia melakukan nya yang penuh dengan para pengunjung.

__ADS_1


Wawan tersipu malu karena yang di lakukan oleh kekasihnya itu, namun bagi Adelia itu hanya hal kecil yang harus ia lakukan agar Wawan semakin takluk padanya.


"Sayang, apa yang lakukan di depan umum seperti ini, " Wawan mencoba menahannya.


Adelia menutup mulutnya dengan kedua tangannya karena tidak bisa menahan rasa senang dan emosinya karena senang.


"Aku tidak bisa mengendalikannya sayang, maaf! aku sangat senang sekali , " sahut Adelia melingkar kan tangan kirinya ke arah belakang pinggang Wawan.


Mereka pun melangkah untuk mengelilingi isi Mall tersebut.


Tanpa mereka sadari, seseorang melihat kemesraan yang ia perlihatkan.


"Itu, seperti Adelia tapi laki-laki itu bukan Haris, " ucap wanita itu yang tak lain adalah teman Adelia semasa kecil.


Tanpa basa-basi wanita itu melangkah ke arah Adelia dan Wawan secara kebetulan melangkah ke arahnya.


Adelia hanya sibuk dengan senda gurau bersama Wawan, tanpa melihat Intan yang menghampiri nya.


"Adel, " sapa Intan spontan yang berhasil membuat Adelia terlonjak dan melepas kan tangan kiri yang melingkari pinggang Wawan.


"Intan, kamu ada disini, " Sahut Adelia perlihatkan wajah panik.


Adelia menoleh ke arah samping Wawan dan memberi isyarat pada Wawan, Wawan mengerti, Adelia ingin bicara pada Intan.


Adelia menarik lengan kiri Intan untuk menjauh dari Wawan.


"Adel, siapa laki-laki itu? aku belum pernah melihat nya?, " tanya Intan penasaran sembari menoleh ke belakang menatap Wawan lalu tersenyum ke arahnya.


Wawan pun membalas senyuman manis Intan.


"Dia itu pacar ku sekarang, " ungkap jujur Adelia yang membuat Intan terkejut.


Karena Intan terkejut dengan pernyataan Adelia, ia kembali menoleh ke arah Wawan.


"Apa kau gila, Adel! lalu bagaimana jika Haris tahu, kamu punya laki-laki lain dibelakangnya, " sahut Intan yang mengingat kan Adelia.


Adelia berkacak pinggang lalu menjawab dan menurunkan wajahnya kemudian kembali mendongak "Haris, sudah menceraikan ku dua hari yang lalu, " ungkap Adelia lagi.

__ADS_1


__ADS_2